Seru! Pacuan Kuda di Nanga Banda Reok

Kuda-kuda kelas B tengah beradu kecepatan di arena pacuan kuda Nanga Banda Reok

Floressmart—Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekan RI ke 73, Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur menggelar lomba pacuan kuda.

Dilangsungkan di arena Pordasi Nanga Banda Kecamatan Reok, balap kuda ini diawali dengan pemukulan gong oleh Bupati Manggarai Deno Kamelus sekaligus membuka secara resmi lomba hari pertama, Kamis 26 Juli 2018.

Dalam sambutan, Deno Kamelus mengatakan, lomba pacuan kuda telah menjadi event tahunan dalam kalender Pordasi Manggarai yang khusus digelar menyambut HUT Kemerdekaan RI.

Baca juga  Pemda Manggarai Terima Naskah Akademik Ranperda Penyelesaian Sengketa Berbasis Adat dari UGM

“Kalau ditanya apa hubungan hari kemerdekaan dengan pacuan kuda, itu tadi, kuda mengingatkan kita betapa sulitnya menjangkau tempat yang satu ke tempat yang lain sebelum bangsa kita merdeka pun sebelum jalan raya ada. Kuda kala itu sangat diandalkan sebagai alat angkut orang dan barang,” ujar Deno Kamelus.

Kemudian dikatakan Deno, kuda dalam budaya orang Manggarai merupakan hewan bernilai tinggi karena selalu dijadikan mahar tunanganan.

“Dua saja hewan mahar yang dibawa pemuda Manggarai kalau mempersunting calon istri yakni kuda dan kerbau. Di dalam adat kita, belis perempuan tidak ada kerbau saja pasti selalu dengan kuda,”tambahnya.

Baca juga  Menteri Koperasi Resmikan Gedung Kopkardios, Gubernur Lebu Raya Daftar Jadi Anggota

Lebih lanjut, Bupati Deno berkata, pacuan kuda tidak sekedar tontonan dan hiburan namun merupakan media yang mempersatukan ditengah keberbedaan suku agama ras dan antar golongan.

Sementara itu Ketua Pordasi Kabupaten Manggarai, Manseltus Mitak menerangkan, kuda yang mengisi event ini merupakan kuda-kuda berkelas dari kabupaten Nagekeo, Ngada, Manggarai serta Manggarai Barat.

“Jumlah yang terdaftar lebih dari 40 kuda dibagi dalam empat kelas yakni kelas C, tinggi 130cm-135cm, lalu kelas B di atas 135cm-140cm. Kemudian, kelas A1, kuda-kuda yang tingginya di atas 140 cm-145cm serta kelas A2 lebih dari 145cm,” urai Setus Mitak.

Baca juga  Bupati Kamelus Deno Resmikan Gedung SMPN 14 Satar Mese

Uniknya, kata Mitak, para penunggang untuk setiap kelas kuda merupakan joki-joki cilik dari Flores dan dari Jeneponto Sulawesi Selatan yang siap adu nyali di atas lintasan sepanjang 1.200 meter ini.

“Mereka ini joki-joki cilik dan tanpa pengaman,betul-betul adu nyali di punggung kuda,” ujar Manseltus Mitak yang juga merupakan Sekertaris Daerah Kabupaten Manggarai.

Sesuai rencana, lomba pacuan kuda ini ditutup pada hari Minggu 29 Juli 2018 sekaligus penyerahan hadiah dan piala oleh bupati Manggarai. (js)

Beri rating artikel ini!
Tag: