Bupati Deno ke Wisudawan STKIP : Setiap Orang yang Memproduksi Hoax adalah Kriminal

Foto acara wisuda 740 Sarjana Pendidkan STKIP Santu Paulus Ruteng, Sabtu 6 Oktober 2018. (Photo : floressmart).

Floressmart—Penyebarluasan informasi di era digital ibarat tsunami yang menghantam sudut-sudut kehidupan. Namun pada saat yang sama informasi-informasi tersebut terbelah antara informasi yang bermanfaat dan informasi yang berisi kebohongan.

natal dalam berita

Demikian disampaikan Bupati Manggarai, Deno Kamelus dibagian lain sambutannya pada acara wisuda 740 Sarjana Pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Santu Paulus Ruteng, Sabtu 6 Oktober 2018.

Baca juga  Reo Banjir,Ratusan Rumah Terendam

Ia menekankan, sebagai generasi terdidik para wisudawan diminta menghargai tehnologi dan informasi. Dikatakan Bupati Deno, pola-pola komunikasi seorang sarjana haruslah satu tingkat lebih baik dengan yang bukan sarjana atau yang sarjana tapi generasi yang bukan milenial.

“Berita-berita atau informasi ada banyak yang bermanfaat tapi tidak kalah banyak lagi yang merusak salah satunya contoh adalah berita hoax. Hoax adalah sebuah pemberitaan palsu sebagai usaha untuk menipu atau meyakini pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu,” ujar Deno Kamelus.

Baca juga  STKIP St.Paulus Ruteng "Cetak" 638 Sarjana Baru

Dikatakan Bupati Deno, sebanyak 69 persen populasi pengguna media sosial telah men-share berita tanpa klarifikasi atau cek dan ricek. Oleh karena itu menurutnya,setiap orang yang produksi hoax adalah kriminal.

“Dalam pandangan hukum,setiap orang yang memproduksi hoax adalah penjahat dan harus dipidana,” katanya sembari membanyol bahwa yang men-share hoax adalah orang bodoh dan yang mepercayai hoax adalah orang dungu.

Baca juga  Hasil UNBK SMA St. Fransiskus Ruteng Tertinggi di NTT,Seorang Peserta UNBK Dapat Nilai 100

Kepada para lulusan STKIP Santu Paulus Ruteng, Deno Kamelus berpesan agar ketika berada di tengah-tengah masyarakat para sarjana ini haruslah menjadi penengah.

“Sebagai contoh jika kelompok lain mengalami kesulitan membedakan fakta dan hoax atau yang terjerumus dalam ujaran kebencian atau hate speech maka para sarjana yang diwisuda hari ini harus tampil sebagai penengah sekaligus meneruskan cita-cita STKIP Ruteng yakni memanusiakan manusia,” cetusnya. (js)

Tag: