Beberapa Alasan Kenapa Kartu Ujian CPNS Dicetak Panitia Bukan oleh Peserta

Sekertaris Daerah Kabupaten Manggarai, Manseltus Mitak saat jumpa pers, di kantor BKPP Manggarai, Sabtu 3 November 2018.

Floressmart—Keributan yang terjadi di tengah-tengah pembagian kartu ujian CPNS pada Kamis malam 1 November 2018 memantik ragam spekulasi. Kenapa kartu ujian dicetak panitia sementara di daerah lain pencetakan dilakukan sendiri oleh peserta tes CPNS secara online adalah pertanyaan yang menyulut murka peserta dalam kericuhan yang pecah di depan GOR (Gedung Olahraga) Ruteng itu.

Dalam keributan itu panitia seleksi CPNS juga dituduh “menerabas” password akun peserta yang dianggap berpotensi pada terjadinya kecurangan yang menyebabkan kerugian di pihak peserta misalnya ada panitia dengan sengaja menggagalkan pelamar tertentu. Sementara di jagat maya diskusinya makin ekstrim, panitia dituduh sengaja mencetak kartu ujian peserta tes CPNS untuk menambah honor.

Karena terus didiskusikan di media sosial, aneka tuduhan terkait keributan itu akhirnya direspons oleh panitia. Dalam jumpa pers di kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Manggarai, Sabtu 3 November 2018, Sekertaris Daerah Manseltus Mitak selaku Ketua Panitia Seleksi CPNS mendedah sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar bagi panitia mencetak kartu ujian untuk 5.783 peserta tes CPNS.

Baca juga  Lulusan Cumlaude Universitas Dr Soetomo Jadi Peserta CPNS Pertama Manggarai yang Lolos Passing Grade

“Agar panitia bisa memastikan semua pelamar sudah memiliki kartu ujian sehigga proses registrasi dan pemberian PIN peserta menggunakan scanner barcode tidak terhambat karena bisa saja pelamar belum mencetak kartu ujian baik karena lalai maupun karena masalah jaringan internet,” kata Sekertaris Daerah Kabupaten Manggarai, Manseltus Mitak dalam jumpa pers di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Manggarai, Sabtu 3 November 2018.

Selaku Ketua Panitia Seleksi CPNS, Sekda Mitak membeberkan alasan teknis kenapa panitia yang mencetak kartu ujian CPNS bukan oleh peserta sendiri meskipun cara ini tergolong gampang tinggal klik di portal sscn.

“Perlu diketahui, apabila cetakan kartu pelamar tidak sempurna maka yang terjadi adalah kartu ujian tidak akan terbaca pada aplikasi pemberian PIN yang berakibat pada peserta tidak diperkenankan mengikuti ujian,” katanya.

Selain itu panitia menerima keluhan dari beberapa pelamar yang lupa password akun mereka karena pada proses pengisian dilakukan oleh orang lain atau via penjaga warnet.

“Sehingga apabila ada masalah teknis dalam pencetakan kartu ujian maka panitia akan lebih mudah berkomunikasi dengan pihak teknis BKN sebagai pengendali portal SSCN.Singkatnya, kebijakan ini diambil untuk membantu peserta,” cetusnya.

Baca juga  Status Tersangka Korupsi, Ini Komentar Dira Tome Usai Pelantikan

Terkait  tudingan yang menyebut password akun peserta telah dilanggar oleh panitia yang berpotensi pada terjadinya kecurangan yang menyebabkan kerugian di pihak peserta misalnya ada panitia dengan sengaja menggagalkan pelamar tertentu, juga dibantah oleh panitia.

Diterangkan Sekda Mitak bahwa pencetakan kartu peserta oleh panitia tidak dilakukan melalui akun pribadi pelamar artinya panitia tidak mengakses kartu tersebut dengan menggunakan password pelamar. Seluruh berkas yang sudah diunggah kata dia tidak dapat di utak-atik lagi baik oleh peserta maupun oleh admin dan user panitia.

“Panitia mengakses kartu peserta dari nomor registrasi dan NIK peserta. Pintu masuk aksesnya adalah password panitia yang sudah dibagi oleh admin dan bukan password atau emaili peserta. Dengan 2 penjelasan tersebut maka sangat tidak mungkin panitia dapat melakukan kecurangan yang merugikan beserta,” tandasnya seraya berkata, keweangan admin dan user hanya sampai pada tahap pencetakan kartu.

Apakah proses pencetakan oleh panitia seleksi ini dilakukan agar panitia mendapat honor tambahan? Sekda Manseltus Mitak membantah keras tuduhan tersebut. Ia menjelaskan, honor panitia tidak diatur berdasarkan item-item kegiatan. Panitia menurutnya mendapat honor Orang Kegiatan (OK) artinya dengan atau tidak dengan kebijakan pencetakan kartu peserta oleh panitia lain jumlah unsur yang diperoleh panitia tetap sama.

Baca juga  Uskup Hubert Leteng Mundur, Paus Tunjuk Uskup Denpasar sebagai Plt Uskup Ruteng

“Soal honor saya kira clear ya, panitia yang terdiri dari unsur Muspida LSM tes PLN Telkom perangkat daerah terkait di Kabupaten Manggarai bekerja berlandaskan SK Panitia serta petunjuk teknis penerimaan CPNS dari Kemenpan dan BKN,” pungkasnya.

Sama-sama bikin antrean tapi bisa antisipasi praktik joki

Sementara itu, Plt Kepala BKPP Kabupaten Manggarai Anggalus Angkat dalam jumpa pers  menambahkan, soal pencetakan kartu ujian CPNS baik itu dicetak oleh panitia maupun oleh peserta sendiri sama-sama menimbulkan antrean.

“Dicetak oleh panitia antreannya saat pembagian, nah, jika dicetak oleh peserta maka antre saat registrasi,” ungkap Anggalus Angkat.

Lebih lanjut disampaikan Anggalus, pencetakan kartu ujian oleh panitia selain demi membantu peserta juga bisa mengantisipasi kecurangan.

“Kejahatan pada tes CPNS sudah sering terjadi. Joki itu kan beraksi dimulai dari scan kartu ujian yang diterima dari peserta. Foto pemilik akun atau peserta tes pada kartu ujian di scan, ganti dengan foto joki. Panitia bisa kena tipu di sini, yang masuk ke ruang ujian ternyata joki bukan pemilik akun.  Kita tidak mau ini terjadi makanya kita yang cetak kartu ujian,” tutupnya.(js)

Tag: