Ada Suap Penyidikan Proyek Pasar Rakyat, Mahasiswa : Copot Kajari Sukoco

Mahasiswa PMKRI melakukan aksi demo di depan kantor Kejari Manggarai, Sabtu (8/12). Phpto: floressmart

Floressmart- Mahasiswa menyebut Kejaksaan Negeri Manggarai mencoba menyuap ahli konstruksi dari Universitas Flores untuk memainkan jumlah kerugian Negara pada penanganan dugaan korupsi proyek pembangunan pasar rakyat Ruteng dari Rp 580 juta rupiah ke angka minimal.

“Di dalam berita disebutkan bahwa tim ahli dari Uniflor ditawari uang sebesar Rp 100 juta rupiah supaya mengurangi jumlah kerugian Negara kasus pembangunan pasar rakyat namun ahli menolak. Ini jelas sebagai kejahatan hukum,” demikian disampaikan Ketua PMKRI Ruteng, Servas Jemorang dalam aksi demo di depan kantor Kejari Manggarai, Sabtu (8/12).

Baca juga  Viktor Madur : Urusan Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Teritorial

Jemorang dalam orasinya mengatakan bahwa konspirasi dalam penyidikan proyek senilai Rp 6,9 milyar rupiah tersebut terbongkar setelah penyidik mengumumkan kerugian Negara kasus ini menjadi Rp 57 juta rupiah versi Politeknik Kupang bukan lagi Rp 580 juta sebagaimana dihitung ahli dari Uniflor.

“Yang namanya  kerja-kerja kotor di lingkungan penegak hukum pasti terbongkar dengan sendirinya. Ini salah satu buktinya, jaksa bisa menjadi aktor suap untuk melindungi koruptor. Kalau sudah begini berarti ada aliran uang banyak ke jaksa juga,” ucap Jemorang dalam demonstrasi memperingati Hari Anti Korupsi tersebut.

Baca juga  Bidan Oni Cs Divonis 15 Tahun Penjara

PMKRI mendesak agar Kejaksaan Agung memeriksa Kajari Manggarai dan jajarannya.

“Kajari Manggarai Sukoco harus dicopot begitu juga dengan penyidik ataupun ahli konstruksi yang merekayasa kerugian Negara kasus ini harus diperiksa. Pemeriksa dari Kejaksaan Agung harus ke Manggarai, periksa semua siapapun yang terlibat,” tandas Jemorang.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) ini menuntut Kejari Manggarai segera mengumumkan tersangka dalam pembangunan proyek pasar rakyat.

“Kami mendesak saudara Kajari segera umumkan tersangkanya dan kembalikan kasus ini pada Sprindik Kajari sebelumnya serta memakai kajian Uniflor bukan penghitungan versi Politeknik Kupang karena terindikasi rekayasa,” teriak Jemorang dari atas mobil pick up.

Baca juga  Jadi Tersangka, Kadis PU Matim Langsung Ditahan

Atas dugaan suap ini mahasiswa akan melaporkan secara resmi Kajari Sukoco ke Kejaksaan Agung.

“Kajari Sukoco ini tidak produktif. Untuk apa dia ada di sini kalau tidak berani ungkap kasus korupsi di daerah ini,” tandasnya.

Seperti dipantau, aksi demo di depankantor Kejari Manggarai diwarnai teatrikal pengusungan peti mati bertuliskan ‘RIP Kejari Manggarai’. Mahasiswa juga menyanyikan kidung kematian untuk Kejari Manggarai simbol matinya semangat penegakan hukum di daerah itu.

Sayangnya aksi demo ini dilakukan pada hari libur sehingga hanya disaksikan Satpam Kejaksaan ditambah belasan polisi yang mengamankan unjuk rasa. (js)

Tag: