Gubernur Viktor Laiskodat Janji Perbaiki Jalan Ruteng-Iteng

Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wakapolda NTT, Brigjen Pol Johny Asadoma di depan Kantor Bupati Manggarai, Rabu 9 Januari 2019 (Photo : floressmart).

Floressmart- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunker ke Kabupaten Manggarai. Ini merupakan kunjungan kerja perdananya sejak ia dilantik pada 5 September 2018. Viktor Laiskodat yang datang bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol Johannis Asadoma diterima secara adat di Kantor Bupati Manggarai, Rabu 9 Januari 2019.

Saat memberi sambutan, Bupati Deno Kamelus memaparkan capaian-capaian program dan kegiatan yang dirintis Pemda Manggarai dalam kurun waktu tiga tahun masa kepemimpinan Bupati Deno dan Wakilnya Viktor Madur.

Deno dalam kesempatan itu mengeluhkan kerusakan jalan Ruteng-Iteng yang rusak parah. Jalur itu kata dia, sebelumnya merupakan jalan provinsi, namun sejak tahun 2016 menjadi jalur tak bertuan setelah pihak Provinsi NTT pada masa kepemimpinan Frans Lebu Raya memindahkan jalan provinsi Ruteng-Iteng menjadi Simpang Cumbi-Golo Cala Iteng.

Baca juga  Disomasi Bupati, Ahang : Itu Gertak Sambal

“Hal lain yang perlu kami laporkan Bapak Gubernur mengenai jalan Ruteng-Iteng yang sudah rusak parah. Jadi memang sudah ada SK Gubernur bahwa Ruteng- Iteng itu sudah pindah jalur Simpang Cumbi- Golo Cala- Iteng. Kami mohon bantuan untuk sama-sama memikirkan hal ini,” keluh Bupati Deno ke Gubernur Laiskodat.

Bupati Deno Kamelus mengusulkan agar separuh dari dana Rp 6,5 miliar rupiah yang dianggarkan Pemprov NTT tahun 2019 untuk tambahan peningkatan jalan Simpang Cumbi- Golo Cala- Iteng dialokasikan untuk mengintervensi kerusakan jalur Ruteng- Iteng khususnya dari Golo Lusang ke Golo Cala dengan panjang kerusakan mencapai 7 kilo meter.

“Karena tahun ini ada enam setengan miliar untuk pembangunan jalan Simpang Cumbi-Iteng, kalau berkenan Bapak Gubernur mungkin sebahagiannya dipakai untuk memperbaiki Ruteng-Golo Cala karena di jalur ini kondisi jalan buruk sekali,” imbuhnya.

Baca juga  Peter Agung: Pentingnya Manajemen Diri Bagi Calon Mahasiswa

Menurut Deno Kamelus, jalur Ruteng – Iteng merupakan jalur ekonomi dan akses yang pendukung pariwisata Wae Rebo.

“Dari 112.000 ton per tahun produksi padi di daerah ini kurang lebih sekitar 70.000-nya dari Kecamatan Satar Mese lalu kemudian sebelah selatan juga ada panas bumi Ulumbu yang sudah dieksplor sekarang 10 mega dan sekarang kami mendapat informasi bahwa masih ada upaya ke depan untuk mengeksplor lagi lebih dari 20 megawatt tentu kalau ini yang terjadi tentu akses ke sana juga harus diperhatikan. Kami mohon untuk di bantu disamping ke sana juga ada jalur Ruteng- Wae Rebo sehingga kemudian fungsinya multifungsi untuk pengembangan pertanian kemudian tenaga uap dan sekaligus dukungan terhadap pariwisata Wae Rebo,” katanya.

Menanggapi itu, Viktor Laiskodat mengatakan bahwa ia memang menargetkan akan menyelesaikan problem infrastruktur di NTT dalam tiga tahun dengan jumlah investasi Rp 3,4 triliun rupiah.

Baca juga  Pewarta (an) Menunggangi Kepentingan Kristus

“Prinsipnya jalan-jalan di NTT harus bagus semua, target tiga tahun. Kita butuh pinjaman besar memang,” kata Laiskodat.

Khusus jalur Ruteng-Iteng sebagaimana dikeluhkan Bupati Manggarai, Viktor berkata akan berupaya menambah anggarannya.

“Kalau tidak ada masalah kalau tidak mahal-mahal amat itu mungkin kita nambah sedikit karena kita tidak mau jalan ke depan itu kita sepertinya lagunya itu lagu Maumere ‘Putar ke Kiri Putar ke Kanan’ saya ingin jalan itu harus lurus. Di Bibel (kitab suci) itu Yohanes itu datang untuk meluruskan jalan-jalan yang bengkok,” lanjut Viktor disusul gelak tawa para hadirin yang berada di Aula Nuca Lale.

Terpisah, kepada floressmart, Viktor menjanjikan akan memperbaiki jalur Ruteng-Iteng kalau perlu katanya, akan mengambil kembali jalur tersebut sebagai jalan provinsi.

“Saya kira kalau tidak bisa pakai uang yang sudah dianggarkan ya kita cari pinjaman. Bukan hanya jalan Ruteng-Iteng, jalan-jalan rusak di NTT akan diintervensi dari dana pinjaman. Mungkin Ruteng-Iteng ini perlu kita ambil kembali menjadi jalan provinsi,” pungkasnya. (js)

Tag: