Melihat Kerja Bakti Warga 23 Desa dan Forkopimca Satar Mese Perbaiki Jalan Ruteng-Iteng

Kerja bakti memperbaiki jalan Ruteng-Iteng oleh warga, ASN, TNI dan Polri. (Photo : Babin Kantibmas Satar Mese).

Floressmart—Ruas jalan Ruteng-Iteng rusak parah. Dari 37 kilo meter panjang jalan yang menghubungkan ibu kota Kabuten Manggarai dengan Kecamatan Satar Mese, 15 kilo meternya dalam kondisi mengerikan. Saking parahnya sampai membentuk kubangan-kubangan besar di tengah badan jalan. Tanjakan hutan Nampong hingga Golo Lusang merupakan jalur yang cukup berbahaya untuk truk penumpang.

Kondisi tersebut membuat Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Satar Mese  bersama masyarakat terpanggil melakukan perbaikan secara swadaya. Masyarakat menanggung batu dan pasir sementara pihak kecamatan,TNI dan Polri menyediakan semen.

Camat Satar Mese, Damianus Arjo yang memimpin kegiatan ini mengatakan, kerja bakti jalan rusak Ruteng-Iteng dilaksanakan selama satu minggu dimulai Senin 21 Januari hingga Sabtu 26 Januari 2019 mendatang.

Baca juga  Realisasi Pangan Melebihi Target, Manggarai Dapat Penghargaan Pusat

Adapun titik jalan rusak yang diperbaiki yakni mulai dari Puncak Lusang, Wae Dopo, Wae Mantar, Wae Langke, Golo Mera dan Senggong.

“Kita perbaiki titik-titik yang rusak parah yang sulit bagi kendaraan. Kita terdiri dari beberapa kelompok kerja sesuai tugas yang telah ditentukan, desa apa melakukan apa,” kata Damianus Arjo, Selasa 22 Januari 2019.

Dikatakan Camat Arjo, sejumlah kerusakan telah diperbaiki pada hari pertama. Namun pada hari kedua lanjutnya, pekerjaan terpaksa dihentikan lebih awal karena cuaca buruk.

“Kemarin kita telah perbaiki empat titik di Golo Lusang termasuk tikungan maut Katarina yang rusak parah. Pekerjaanya yakni pengecoran dan pemasangan batu. Tapi hari ini kita berhenti Pukul 14.00 WITA karena hujan deras dan angin, besok lanjut,” terangnya.

Warga menghampar campuran semen di permukaan jalan mengganti aspal yang terkelupas (Photo : Camata Satar Mese Dami Arjo)

Material disiapkan masing-masing desa

Baca juga  Kisruh “Aspirasi” DPRD Manggarai, Ini Jawaban Pemerintah

Material yang dibawa ke lokasi kerja bakti seperti batu dan pasir menurut Camat Dami Arjo, ditanggung oleh masing-masing desa. Sementara semen dibebankan kepada pihak kecamatan, Koramil 1612-07 Iteng dan Polsek Satar Mese.

Kemudian untuk tenaga kerja, tambahnya, masing-masing kepala desa membawa 15-20 orang warganya. Dan semua yang terlibat dalam kerja bakti ini diperintahkan untuk membawa sendiri bekal dari rumah.

“Telah disepakati dalam rapat bahwa setiap desa datang bawa dengan truk angkut batu dan pasir. Kita yang dari kecamatan bawa semen dan air untuk campuran. Untuk makan siang dan air minum bawa masing-masing dari rumah,” imbuhnya.

Para ASN, TNI, Polri dan masyarakat bahu membahu mengisi tanah dan pasir pada kubangan-kubangan, memasang batu, semenisasi pada lapisan permukaan mengganti aspal yang terkelupas serta pembersihan drainase dengan peralatan seadanya.

Baca juga  Perang Lawan Sampah, DLH Manggarai Gandeng Kelurahan

Lebih lanjut dijelaskan Camat Dami Arjo, ruas Ruteng-Iteng merupakan jalan raya non status setelah pada tahun 2016 pemerintah Provinsi NTT memindahkan jalur provinsi Ruteng-Iteng menjadi Simpang Cumbi-Golo Cala-Iteng sehingga jalur ini dibiarkan rusak karena tidak ada lagi pihak yang bertanggung jawab.

“Padahal jalan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Satar Mese. Mau sampai kapan kita menunggu dan mengeluh. Sehingga untuk menanggapi keluhan masyarakat sebaiknya kita melakukan aksi nyata kerja bakti goto royong,” cetusnya.

Sementara itu Kapolsek Satar Mese, Iptu Gabriel Taek menambahkan, selama kerja bakti berlangsung seluruh kendaraan dilarang melewati jalur yang diperbaiki.

Motor dan mobil diperintahkan untuk mengambil jalur lain yakni Iteng-Golo Cala-Simpang Cumbi jika ingin ke Ruteng demikianpun sebaliknya.

“Kita larang jangan dulu lewat di sini sampai tanggal 26 Januari. Kita minta pemilik kendaraan roda dua mamupun mobil untuk menghargai kerja bersama ini. Kita tegaskan jalan ini ditutup selama satu minggu,” ujarnya. (js)

Tag: