Uskup Silvester Larang Awam Katolik Golput, Johny G Plate ; Pilih Dua di Pilpres Blanko

Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI, Eusabeus Binsasi menyerahkan bendera Vox Point Indonesia ke Ketua Pengurus Harian Vox Point Indonseia Mangarai, Erlan Yusran. (Photo : floressmart)

Floressmart— Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng Mgr Silvester San dan Sekjen Partai Nasdem Johny G Plate jadi pembicara dalam acara pelantikan pengurus harian Vox Point Indonesia Manggarai Raya di Istana Keuskupan Ruteng Sabtu malam 23 Februari 2019.

Monsinyur Silvester menghimbau seluruh umat Katolik di wilayah Keuskupan Ruteng yang meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu dan Pilpres 17 April 2019 mendatang.

“Saya baru-baru ini mengeluarkan Surat Gembala bahwa gereja tidak boleh golput kalau golput rugi karena satu atau dua suara sangat bermakna kalau dikumpulkan jadi banyak. Tidak boleh golput,” kata Mgr Silvester.

Uskup Denpasar ini memastikan bahwa hierarki gereja Katolik membuka diri mendiskusikan masalah politik untuk kebaikan bangsa dan Negara namun tidak berpolitik praktis. Gereja kata dia justru mendorong awam Katolik untuk berpolitik praktis.

Baca juga  Sejumlah Pastor Siap "Tanggalkan" Jubah, Ini Tanggapan Uskup Ruteng

“Setelah Konsili Vatikan ke-2 gereja adalah umat Allah sehingga perhatian kita harus juga pada politik. Salah besar kalau kita dilarang berpolitik hanya hierarki tidak boleh berpolitik praktis,tidak boleh duduk di jabatan legislatif atau eksekutif kecuali gereja dalam situasi darurat, dalam situasi yang sangat genting diberikan oleh pimpinan gereja yang tertinggi tapi kalau awam Katolik mesti didorong,” paparnya.

Monsinyur Silvester juga mendukung hadirnya ormas Katolik seperti Vox Point Indonesia agar bermitra dengan komisi kerasulan awam baik di tingkat KWI hingga level keuskupan untuk memberi pendidikan politik bagi umat.

“Politik ini berpengaruh luar biasa pada kehidupan berbangsa dan bernegara maka kerasulan awam dan ormas Katolik mesti banyak-banyak melaksanakan kegiatan politik untuk bisa mengumpulkan anggota kaum awam yang berpotensi untuk bisa terlibat dalam politik legislatif dan eksekutif. Pilihlah sesuai hati nurani dengan memperhatikan rekam jejak partai dan caleg-caleg,” katanya.

Baca juga  Panwas Manggarai Tangani 7 Kasus Politik Uang

Dalam kesempatan itu, Sekertaris Jenderal Partai Nasdem, Johny G Plate mengajak awam Katolik untuk jangan salah memilih pada Pemilu dan Pilpres yang dilaksanakan serempak 17 April 2019 mendatang.

Anggota Fraksi Nasdem DPR RI ini diundang sebagai Dewan Pakar BPN Vox Point Indonesia.

“Bapak uskup bilang tadi jangan golongan putih jangan golput every votes must count, maka semua suara itu harus hadir di sana. Tetapi menjadi pertanyaan tidak hanya golongan putih karena ini pemilihan, pilih apa dan pilih siapa juga harus jelas yang pasti undang-undang mengatur pilih satu jangan dua karena kalau pilih dua di Pilpres blanko katanya batal itu undang-undang mengaturnya,” kata Johny disusul sorak para peserta rekoleksi.

Sekjen Partai Nasdem ini mengatakan, larangan jangan Golput merupakan kampanye yang terus digelorakan oleh Negara termasuk Gereja karena prinsip aspirasi tidak bisa dititipkan.

Baca juga  Awam Katolik : Mgr. Hubertus Leteng Harus Mengundurkan Diri

Menggunakan hak pilih menurutnya sama dengan menentukan arah Negara melalui politik.

Ia juga berkelakar soal salah coblos yang terkesan menyerempet Pilpres, pasangan Nomor 01 dan 02.

“Ini kita waktu pemilihan umum kita mau pilih bapak A partai A tapi nyoblos salah ini penting juga. Pengurus partai atau yang ikut kontestasi legislatif latih baik-baik masyarakat itu simulasi surat suara itu penting jangan sampai nyoblosnya salah, nyoblosnya 1 taunya 2 yang dicoblosin blangko lagi nanti, ini undang-undang pemilu bukan saya yang ngomong,” ujar Plate yang  salah satu legislator terbaik senayan itu disambut gelak tawa seluruh peserta rekoleksi.

Selain dihadiri politisi dan jajaran petinggi Keuskupan Ruteng, rekoleksi dan pengukuhan pengurus Vox Poin Manggarai Raya ini juga dihadiri Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi, Wakil Bupati Manggarai Viktor Madur, Direktur Indopolling Wempy Hadir serta Bupati Manggarai periode 2000-2005 Anton Bagul Dagur.

Acara rekoleksi kebangsaan dan pelantikan Vox Point Indonesia ditutup dengan misa perutusan dipimpin oleh Mgr Silvester San.(js)

Tag: