Serem, Kakek Ini Tewas Setelah Gorok Leher Sendiri, Polisi : Korban Pernah Minum Racun Serangga

Korban Kornelis Engkong terkapar di dekat pintu dapur ( Photo : kepolisian).

Floressmart- Seorang kakek berusia 73 tahun di Kampung Tungga Desa Renda Kecamatan Satar Mese Utara Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur memilih mengakhiri hidupnya dengan cara ngeri.

Korban bernama Kornelis Engkong menggorok lehernya sendiri hingga nyaris putus menggunakan sebilah parang.

Humas Polres Manggarai, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Daniel Djihu kepada wartawan mengatakan, aksi bunuh diri tersebut terjadi, Rabu 6 Maret 2019 sekitar pukul 15.30 WITA. Korban kata Ipda Daniel sempat tidur bersama istrinya Margareta Anum (55) di dalam kamar rumah mereka.

Namun, entah kenapa kakek yang telah memiliki belasan cucu ini langsung meraih parang yang disimpan oleh salah seorang anaknya, Martinus Anje (15) yang baru saja pulang mencari kayu bakar.

Baca juga  Minder karena Tak Pernah Tumbuh Rambut, Pemuda di Konggang Gantung Diri

“Parang yang dipakai korban baru saja digantung oleh anaknya yang pulang dari kebun di tempat gantungan parang di dapur,” kata Ipda Djihu.

Berdasarkan pengakuan anak korban, sambung Ipda Djihu, korban sempat terlihat berjalan seperti terburu-buru ke dapur kemudian keluar melalui pintu dapur. Beberapa detik kemudian anak bungsunya itu mendengar suara aneh dari luar rumah.

“Dan setelah dicek, anaknya itu langsung berteriak minta tolong ke ibunya (Margareta Anum) karena panik melihat ayahnya terkapar bersimbah darah tak jauh dari pintu dapur,” ucap Ipda Daniel.

Baca juga  Malam Pamit Menginap di Kebun, Esoknya Anggalus Ditemukan Tewas Gantung Diri

Tetangga yang mendengar teriakan minta tolong dari Margareta pun berlarian ke TKP. Para tetangga itu kemudian mengevakuai tubuh korban ke dalam rumah dan menutup leher korban dengan kain destar. Beberapa warga berinisiatif pergi menjemput perawat dari Pustu terdekat.

Dijelaskan Inspektur Daniel, petugas medis yang datang ke rumah korban tak bisa berbuat apa-apa dan langsung mengurus rujukan ke Rumah Sakit Dr Ben Mboi Ruteng. Namun saat mau jalan korban yang telah kehabisan darah itu pingsan.

Kondisi tersebut membuat keluarga yang tadinya berniat membawa korban ke rumah sakit terpaksa dibatalkan karena kondisi korban yang makin kritis.

Baca juga  Siapa Kerangka Manusia Yang Ditemukan Di Desa Gulung?

“Keluarga memutuskan mengangkat lagi korban dari dalam truk dan dibaringkan saja di dalam rumah. Korban akhirnya meninggal pada pukul 17.30 WITA,” tambahnya.

Di mata keluarganya, lanjut Ipda Djihu, korban cepat stres semenjak terkena struk ringan sejak 2015 lalu. Selama sakit, korban diketahui beberapa kali mencoba bunuh diri dengan alasan putus asa dengan sakit yang dideritanya.

“Istri korban bilang bahwa almarhum ini pernah beberapa kali mencoba bunuh diri. Pernah minum racun serangga dan minum air accu namun untung cepat ditolong oleh istrinya,” ujarnya.

Istri dan anak korban menolak ketika polisi meminta supaya jasad korban diautopsi. Disebut Ipda Djihu, keluarga korban menerima kematian Korneling Ekong sebagai takdir. (js)

Tag: