Jalan Ruteng-Labuan Bajo Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Lokasi longsor Wae Kantor telah dibersihkan (Photo: Dinas PU Mabar)

Floressmart- Jalan Negara Ruteng-Labuan Bajo yang menghubungkan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur siang ini sudah bisa dilewati kendaraan.

Ruas Ceko Nobo-Labuan Bajo ini putus total selama enam hari akibat tertutup belasan titik longsor yang terjadi Kamis pekan lalu.

Adapun titik longsor yang berhasil dibersihkan Rabu siang yakni longsoran yang menutup jalan dan Jembatan Wae Kantar di Desa Tondong Belang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai Barat Oktavianus A Bona menjelaskan, upaya evakuasi material longsor yang menjadi titik pertemuan tim dari arah Culu dan Melo ini memakan waktu empat jam dengan mengerahkan lima alat berat.

Baca juga  Tinggal Satu Titik Longsor, Trans Flores Segera Dilewati Kendaraan

“Upaya pembersihan longsor mulai jam 8 pagi tadi dan selesai jam 12 siang. Setelah itu kita masih harus membersihkan dulu badan jalan yang berlumpur sampai jalan ini bisa dilewati kendaraan pada jam 12.30,” kata Kadis Oktavianus, Rabu 13 Maret 2019.

Petugas kata dia harus mengatur lalu lintas dari dua arah dengan sistem buka tutup karena badan jalan menyempit akibat tumpukan tanah.

Baca juga  Forkopimda Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai

“Antrean panjang kendaraan dari Ruteng dan dari Labuan Bajo telah terurai dan arus transportasi telah lancar. Kita menghimbau pengendara mobil dan motor agat hati-hati ketika melintas bekas longsoran,” kata pria yang biasa disapa Ovan Adu ini menambahkan.

Dikatakan, pembersihan material longsor akan dilanjutkan dengan penyiraman Badan jalan yang berlumpur menggunakan mobil tanki.

“Sudah ada kordinasi dengan pihak terkait bahwa akan ada peyiraman siang ini juga,” tuturnya.

Kadis yang berhari-hari mendampingi tim operator alat berat yang manangani Longsor dari Mamis Desa Liang Dara hingga Culu Tondong Belang ini mengapresiasi kerja sama semua pihak yang terlibat dalam penanganan 17 titik longsor.

Baca juga  Selain Longsor,Waspadai Ini Di Jalur Ruteng-Reo

“Terima kasih untuk teman-teman Satker penanggungjawab Jalan Negara, pihak swasta juga teman-teman TNI Polri, petugas BPBD serta staf Dinas PU Mabar yang selalu bersama saya di lapangan selama enam hari ini,” imbuhnya.

Seperti diketahui, bencana tanah longsor yang menerjang ruas jalan trans Flores tujuan Labuan Bajo pada Kamis pekan lalumenewaskan delapan warga Kampung Culu.

Selain itu, tanah longsor yang berjumlah 17 titik longsor memutuskan akses transportasi. Pengguna jalan yang nekat melanjutkan perjalanan terpaksa berjalan kaki sejauh 12 kilo meter. Peristiwa ini juga membuat warga terpaksa mengungsi.(js)

Tag: