Pesan Idul Fitri dari Masjid Baiturrahman Ruteng

Ribuan umat muslim di Ruteng usai melaksanakan Salat Idul Fitri 1440 H (photo :floressmart).

Floressmart- Umat muslim di Ruteng Kabupaten Manggarai Provinsi NTT melaksanakan Salat Idul Fitri 1440 H di Masjid Baiturrhman Jalan Adi Sucipto, Rabu 5 Juni 2019. Salat Ied dimulai pukul 07.00 WITA dipimpin Imam Jamal Husein serta Khotib Syarif Hidayatullah.

Ribuan jemaah tampak khusyuk melaksanakan salat besar di hari kemenangangan. Seperti disaksikan, sejumlah jemaah bahkan melaksanakan salat di badan jalan karena masjid dan halaman sudah terisi penuh. Meski banyak yang mudik namun Salat Idul Fitri diikuti tak kurang dari dua ribuan jamaah.

Dalam khotbahnya Khatib Syarif Hidayatullah mengibaratkan bulan suci Ramadhan sebagai tamu yang pergi dan akan kembali pada bulan suci tahun depan (2020). Ia mengimbau kepada umat agar ketakwaan ibadah selama bulan Ramadhan hendaknya dilakukan juga pada 11 bulan yang lain.

“Tamu Ramadan ini yang sama-sama kita dengungkan ini telah pergi meninggalkan kita akan tetapi kepergiannya ini meninggalkan beberapa pesan penting meninggalkan beberapa pelajaran penting kepada kita. Pertanyaannya, apakah engkau masih sanggup menunggu di tahun yang akan datang ataukah perpisahan kita ini akhir dari segalanya,” kata Katib Syarif.

Baca juga  Manisnya Ngabuburit Di Pusat Buah Dan Pemancingan Ikan Nanga Woja

Bulan Ramadhan lanjutnya, mengajarkan habluminallah habluminannas, hubungan manusia dengan Allah dan hubungan baik dengan sesama.

“Dua hal inilah yang menjadi manusia istimewa di hadapan Allah. Hubungan baik dengan Allah bisa dilihat dari ibadah puasa selama Ramadhan. Ramadhan mampu mengajarkan kepada kita untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah melalui ibadah salat. Kemudian Habluminannas mengajarkan kepada kita untuk memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia melalui hubungan silaturahmi,” urai dia.

Lebih lanjut ia mengutarakan tentang makna puasa, salah satunya supaya menumbuhkan sikap lebih peduli seraya ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh sesama.

“Makna puasa yakni supaya kita bisa merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang tidak makan saudara-saudara kita yang tidak minum. Orang yang melakukan puasa akan tumbuh di dalam jiwanya jiwa kebersamaan jiwa solidaritas jiwa kasih sayang jika peka terhadap saudara-saudaranya yang fakir dan miskin,” terang dia.

Baca juga  Jihadul Ukhro, Potret Senyap Perkembangan Muslim Manggarai

“Bulan Ramadan adalah waktu yang paling tepat untuk membentuk akhlak yang baik apa tandanya orang yang memiliki akhlak yang baik itu setidaknya ada 2 tanda yang pertama dia memiliki keyakinan yang baik keyakinan yang kuat kepada Allah subhanahu wa ta’ala,” sambungnya.

Kemudian tanda yang kedua lanjutnya  adalah dia memiliki sifat jujur. “Apakah di bulan Ramadan yang lalu kita sudah jujur dengan puasa kita, apakah kita jujur dengan salat kita, apakah jujur dengan zakat kita.Sebagai orang yang merasa diawasi oleh Allah akan tumbuh di dalam jiwanya sikap jujur kejujuran adalah pangkal kebaikan dan kebaikan akan memasukkan kita ke dalam surge,” imbuhnya.

Kembali ke Fitrah

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Manggarai, H. Amir Faisal Kelilauw juga menyampaikan pesan Idul Fitri. Kepada umat muslim ia berpesan agar semua pihak menyempurnakan arti kefitrahan pada setiap individu. Fitrah berkaitan dengan bebas dari dosa dan akidah yang lurus.

Baca juga  Di Acara Buka Puasa Bersama Ketua MUI Ucapkan Selamat ke Pemkab Manggarai Raih WTP

Ketua MUI Manggarai ini menjelaskan bahwa Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk memperbanyak silaturahmi. Tentang silaturahim menurutnya bukanlah sekedar membalas kebaikan dengan kebaikan tetapi membalas perbuatan tak baik dengan kebaikan.

“Silaturahmi gunanya adalah mempererat tali persaudaraan diantara kita untuk untuk memperbaiki perbedaan perbedaan diantara kita. Silaturahim yang sebenarnya adalah kita menyambung tali silaturahmi kepada saudara kita yang telah memutuskan tali silaturahmi kepada kita,” tuturnya.

Dengan momentum 1 Syawal 1440 H ia berharap agar umat muslim di Manggarai umumnya agar kembali ke Fitrahnya masing-masing.

“Berbuat baiklah sebanyak-banyaknya sekecil apapun yang Anda buat sebab Anda tidak pernah tahu kebaikan mana yang akan mengantar Anda ke dalam surge. Ada ulama besar juga mengatakan begini, jangan pernah berhenti untuk menanam kembang walaupun pada saatnya engkau menuai duri tetapi engkau jangan berhenti menanam kembang yaitu kembang kebaikan,” ucapnya. (js)

Beri rating artikel ini!
Tag: