Protes Penerapan PPN, Petani Bawa Hasil Bumi ke Kantor Pajak Ruteng

Aliansi petani mengfelar demo di KPP Pratama Ruteng, Rabu 7 Agustus 2019. ( Photo: floressmart).

Floressmart.com- Sekitar seratusan petani menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ruteng Manggarai Nusa Tenggara Timur, Rabu 7 Agustus 2019. Tidak sedikit pendemo rela berpanas-panasan dibawah terik matahari sambil menggendong bayi.

Aksi demo ini merupakan buntut dari aksi mogok para pemilik toko hasil bumi yang menutup toko mereka sejak tiga hari terakhir. Akibatnya para petani tidak bisa menjual hasil bumi.

Para petani yang tergabung dalam Aliansi Petani Manggarai Baru (APMB) terpaksa membawa hasil bumi mereka ke kantor pajak seperti kopi, cengkeh, kakao serta kemiri. Beberapa karung hasil bumi ditumpuk dipintu masuk kantor KPP Pratama.

Baca juga  Ketua Garuda AHY, Iwan Manasa Maju Jadi Caleg DPR RI Dapil NTT I

Aksi tutup toko oleh seluruh pengusaha hasil bumi dilakukan setelah pihak KPP menerbitkan surat pemberitahuan pajak kepada pengusaha hasil bumi agar membayar PPN 10% atas omzet perdagangan hasil bumi terhitung sejak tahun 2016.

Koordinator APMB, Karolus Rudianto dalam orasi menyampaikan kekesalan petani atas mogoknya para pengusaha hasil bumi. Aliansi petani lantas menuding KPP Pratama Ruteng sebagai biang kerok masalah tersebut.

“Kalau saja tidak ada penerapan PPN 10% dari KPP maka pengusaha hasil bumi tidak mungkin menutup toko mereka. Asosiasi petani sudah tanya ke asosiasi pedagang hasil bumi ternyata ini ulahnya KPP Ruteng,” kata Rudianto.

Baca juga  Longsor Hantam Lima Rumah, Warga Meler Mengungsi

“Ini kebijakan baru yang tak pernah disosialisasikan. Asosiasi pengusaha hasil bumi mengaku akan bangkrut jika itu berlaku mundur selama empat tahun. Kalau pengusaha ini bangkrut lantas kemana lagi kami petani menjual hasil bumi,” tambah Rudianto.

Aliansi petani pun mendesak agar pihak KPP Pratama Ruteng bersama pengusaha duduk bersama untuk mencari solusi supaya masalah itu tidak mencekik petani. Mereka juga meminta agar pengusaha membuka kembali toko mereka sehingga para petani bisa menjual hasil bumi.

“Kami minta KPP dan asosiasi pengusaha supaya bersikap arif dan bijaksana. Kami minta supaya semua toko hasil bumi di Ruteng ini beroperasi lagi. Bapa mama petani kita hanya punya hasil bumi, mereka mau jual supaya dapat uang untuk makan terutama untuk membiayai anak-anak mereka,” pintanya.

Baca juga  Silang Sengkarut Eksekutif Vs Legislatif Manggarai Dalam Kisruh RAPBD 2017

Aksi demo sempt memacetkan lalu lintas di Jalan Yos Sudarso. Namun pihak kepolisian yang berjaga-jaga di lokasi aksi dengan cepat mengatur lalu lintas dengan mengalihkan jalur kendaraan ke simpang BRI Mbaumuku.

Pendemo yang tadinya ngotot ingin bertemu kepala KPP Pratama akhirnya mengalah setelah diberi pengertian oleh pihak kepolisian supaya dialog dengan pihak KPP dilaksanakan di kantor Kadin Manggarai. Para pengunjuk rasa pun membubarkan diri dengan tertib. (js)

Tag: