Bupati Deno dan Wabup Viktor Madur Jenguk Korban Pembacokan Golo Woi

Bupati Deno Kamelus dan Wabup Viktor Madur ketika menjenguk korban pembacokan di ruang Dahlia RSUD dr Ben Mboi Ruteng. (Photo : floressmart).

Floressmart- Bupati Deno Kamelus dan Wabup Viktor Madur menjenguk korban pembacokan di Desa Golo Woi Kecamatan Cibal Barat yang terjadi Rabu 14 Agusutus 2019. Albinus Sudirman (45) dilarikan ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng akibat menderita luka bacok di bagian tangan dan kaki usai ditebas sajam oleh sekelompok orang dari kampung tetangga.

Bupati Deno mengaku prihatin dengan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan dua jari tangan kanan Albinus putus akibat ditebas parang. Bupati Deno Kamelus ke korban meminta untuk tidak menaruh dendam dan menyerahkan kasus ini ke pihak berwajib.

“Karena ini pidana murni kita serahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke polisi,” katanya di ruang Melati tempat korban dirawat, Kamis 15 Agustus 2019.

Baca juga  Berhalusinasi, Anak yang Bunuh Ibu Kandung di Poco Ranaka Timur Bilang Nenek Tua yang Suruh

Deno yang didampingi Wabup Viktor Madur, Penjabat Sekda Anglus Angkat, Kadis Kesehatan dr Yulianus Weng serta RSUD dr Ben Mboi dr Frida Adur  mengaku telah memerintahkan camat Cibal Barat untuk menyelasaikan konflik yang dilatarbelakangi sengketa tanah tersebut.

“Tidak boleh balasa dendam kalau pulang nanti kerja saja seperti biasa. Untuk tindak pidananya biarkan polisi yang tangani,” kata Deno lagi..

Albinus tidak termasuk  pasien BPJS karena terkait kasus pidana. Namun untuk biaya perawatannya ditanggung pemerintah daerah.

“Kamu tidak perlu pikir biayanya sudah ditanggung pemerintah,” kata Deno.

Kronologi kejadian

Albinus Sudirman menuturkan ia diserang massa dari Kampung Meda ketika ia hendak pergi menolong warga Golo Woi yang dilaporkan disandera oleh warga Meda Lenggo.

“Pas mau masuk perbatasan dengan kampung Meda ada yang cegat. Kemudian muncul banyak orang dari dalam semak-semak melempar saya dengan batu dan kayu sambil berteriak bunuh dia bunuh!!,” ungkap Albinus meniru para pelaku.

Baca juga  Cekcok Rumah Tangga di Cancar, Suami Wafat Akibat Ditinju Istri

Meski Albinus datang bersama tiga orang temannya namun saat penyerangan terjadi  ketiganya masih jauh dari Albinus. Albinus yang berbekal tangan kosong sempat melakukan perlawanan. Ayah 2 anak itu mengandalkan sebilah kayu dipakai untuk menangkis serangan senjata tajam dari orang-orang Meda.

“Saya ini kan sendirian. Teman-teman saya yang tiga orang masih di belakang karena memang saya jalannya cepat. Terjadilah saya lawan sendiri kemudian mereka mengaitkan kaki saya dengan besi untuk menjatuhkan saya. Saat saya jatuh mereka terus membacok dan saya hanya tangkis dengan tangan kosong. Kayu yang saya pegang tadi sudah terlepas. Begini sudah Pak jari tangan saya hilang,” tuturnya didampingi sang istri Rofina Jiung (28).

Baca juga  Penculikan Dan Ancaman Pembunuhan Anggota DPRD Mabar Ditangani Polres Manggarai

Beruntung nyawa Albinus bisa selamat amukan massa yang mengeroyoknya. Korban menderita luka parah di tangan dan kaki serta lebam di bagian wajah terkena lemparan batu.

Aksi brutal tersebut berhenti setelah rekan seperjalanan Albinus tiba di TKP. Melihat kawan-kawan Albinus datang, para pelaku akhirnya lari meninggalkan lokasi kejadian.

“Untung tiga orang yang jalan sama saya tadi cepat datang kalau tidak selesai saya,” imbuhnya.

Albinus telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Ia juga telah menyebut nama-nama  para pelaku yang membacoknya ke polisi.

Masalah tersebut ditengarai terkait sengketa tanah ulayat  Lingko Duul antara warga Golo Woi dengan Kampung Meda. Sengketa tanah itu berlangsung puluhan tahun. Pada tahun 2011 dua kubu nyaris perang.

Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama TNI dan Polri serta petugas pertanahan menengahi masalah tersebut pertengahan tahun 2019. Alhasil kedua belah pihak yang bertikai sepakat berdamai dilanjutkan dengan acara pembagian tanah. (js)

Tag: