Pameran Pembangunan di Ruteng Ternoda Praktik Perjudian

Salah satu stan permainan ketangkasan di lokasi Pameran Pembangunan di Lapangan Motang Rua Ruteng. (Photo :floressmart).

Floressmart- Pemkab Manggarai Nusa Tenggara Timur bersama Kamar Dagang Industri (Kadin) menggelar Pameran Pembangunan. Sejak dibuka oleh Bupati Deno Kamelus pada 24 Agustus 2019 lalu, Lapangan Motang Rua Ruteng sebagai lokasi pameran tiap malamnya dipadati warga.

Selain menjajal aneka kuliner pengunjung pameran juga dimanjakan dengan banyak jenis hiburan serta atraksi seni di atas panggung. Bupati Deno Kamelus menargetkan omzet Rp1miliar dari pameran yang akan berlangsung selama dua pekan itu.

Namun amat disayangkan, pameran yang dilaksanakan untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-74 ini ternoda oleh isu perjudian yang ‘disamarkan’ dalam bentuk hiburan ketangkasan seperti  lempar gelang, lempar bola, lempar pusar, tutup bundar, pancing botol dan aneka permainan ketangkasan lainnya.

Dari pantauan mediai ini pada Rabu malam 28 Agustus 2919, dari 96 stan yang ada, stan-stan permainan ketangkasan paling ramai ketimbang stan kuliner dan kios-kios sembako. Pameran ini juga melibatkan lembaga perbankan dan otomotif.

Baca juga  Camat Reok : Bawa Sampah ke Kantor Camat Demo Sensasi

Isu perjudian di tengah-tengah pameran memang ramai diperbincangkan di hari-hari awal pameran. Selain terjadi keributan, polisi juga menghentikan paksa permainan lempar pusar menggunakan bulu ayam pada hari kedua. Sontak pemilik permainan melayangkan protes lantaran aparat tidak berlaku adil. Karena kecewa mereka lalu menutup stan dan meninggalkan pameran.

Laurens Hendro merupakan pengunjung pameran yang menghabiskan uangnya di stan-stan ketangkasan. Pria 40 tahun itu mengaku menghabiskan Rp300 hingga Rp400 ribu per malam di stan-stan permainan berhadiah.

“Saya pribadi sudah kalah banyak hadiah yang dibawa pulang paling rokok dan minuman serta boneka. Tapi namanya sudah ketagihan ya biar kalah main terus. Seperti ketagihan main yoker,” kata pria yang menggandrungi permainan lempar gelang.

Berbeda dengan Konstantinus yang terlihat kesal karena selalu gagal memasukkan plat bulat ke dalam lubang permainan.

Baca juga  Polisi Ringkus Bandar Judi Rolex Di Reo

“Saya habis banyak di stan tutup bundar. Ini cara memasukkanya susah sekali , saya beli sampai Rp100 ribu tapi tidak dapat apa-apa. Uang habis banyak makanya stop sudah e,” ujar Konstantinus.

Marsel Ahang, anggota DPRD Manggarai menyebut bahwa semua jenis permainan yang di Pameran Pembangunan 2019 ini merupakan perjudian.

“Pasal 303 ayat (3) KUHP berbunyi: “Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, dimana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya,” ulas Marsel Ahang.

“Judi itu jangan ada embel-embel lagi demi hiburan atau supaya menarik kunjungan. Warga ke sana niatnya untuk makan atau menikmati hiburan tapi tergoda dengan permainan-permainan itu,” tambah advokat Peradi ini.

Bukan Judi

Pengurus Kadin, Cen Bos selaku koordinator pameran menerangkan, dari 96 stan yang terisi terdapat 10 stan ketangkasan berhadiah. Namun ia tidak sependapat jika stan yang bermain menggunakan alat peraga ketangkasan disebut perjudian.

Baca juga  Kisruh Uang Jaminan Penangguhan Penahanan Berlanjut,Tersangka Kasus Tambang Pasir Wae Reno Polisikan Iptu Aldo Cs

“Kalau itu semua dianggap judi tidak mungkin diizinkan kecuali satu yang dilarang kemarin yakni roulette. Menurut pihak kepolisian itu perjudian makanya ditutup lainnya masih beroperasi,” kata Cen Bos.

Terpisah Wakapolres Manggarai, Kompol Thobiasa Tamonob, menjelaskan semua jenis permainan ketangkasan pada stan-stan berhadiah di Lapangan Motang Rua bukan perjudian.

“Itu bukan judi karena setiap hadiah didapat bukan karena taruhan melainkan kerena ketangkasan saja,” terangnya.

Wakapolres Tamonob menjelaskan selama pameran pihaknya bertugas menjaga kantibmas dan izin keramaian.

“Selama dua pekan pameran anggota kita piket di lokasi pameran mengantisipasi terjadi hal-hal yang bisa mengganggu pameran sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman. Kami tegaskan tidak ada perjudian ya,” tutupnya.

Berita terkait perjudian di acara Pameran Pembangunan diangkat media setempat sejak selasa Rabu kemarin. Sementara internal Polres Manggarai dikabarkan sangat terganggu dengan berita tersebut. (js).

Tag: