Kemendes Siap Gelar Festival Pranata Adat di Manggarai

Direktur Sunrisecamp Indonesia (SCI), Yohanes Efremi Ngabur

Floressmart- Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertentu (Ditjen PDTU) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur akan menggelar festival adat di Lapangan Motang Rua Ruteng pada Rabu, 9 Oktober mendatang. Tujuan kegiatan ini untuk mengaktifkan kembali penguatan lembaga kemasyarakatan dan lembaga adat desa.

Kegiatan yang dalam agendanya akan dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendes Anwar Sanusi serta rombongan dari Ditjen PDTu ini, mengusung tema Adat Budaya Membangun Perdamaian Indonesia.

Dalam festival ini akan digelar aneka kegiatan seperti penandatangan prasasti perdamaian oleh pihak Kementrian Desa, Pemkab Manggarai, tokoh masyarakat, Kepolisian, serta perwakilan dari para kepala desa melalui APDESI. Kegiatan ini dalam pelakasanaannya akan diorganisir Sunrise Camp Indonesia, Event Organizer yang berbasis di Ruteng.

Baca juga  Melihat Kerja Bakti Warga 23 Desa dan Forkopimca Satar Mese Perbaiki Jalan Ruteng-Iteng

Direktur Sunrisecamp Indonesia (SCI), Yohanes Efremi Ngabur yang dikonfirmasi media ini, Jumat (04/10) malam mengatakan, selain penandatanganan prasasti, dalam festival ini juga akan digelar Karnaval Budaya yang melibatkan komunitas lintas etnik dari seluruh Indonesia yang berdomisili di Manggarai. Selanjutnya juga akan digelar pementasan budaya dari berbagai etnik yang akan didominasi pementasan budaya Manggarai.

Baca juga  Ribuan Mahasiswa di Ruteng Demo Bebaskan Ahok

“Nanti akan kita mulai dengan karnaval budaya dari berbagai paguyuban etnik, kebetulan kita mulai sore hari sekitar jam 3. Setelah karnval akan dilanjutkan dengan pementasan budaya dari berbagai etnik, sebagian besar dari Manggarai,”katanya.

“Akan ada juga mata acara narasi perdamaian yang isinya seruan untuk perdamaian, ini nanti akan dibuat dalam bentuk monolog,”ujar dia menambahkan.

Sebagai pamungkas festival dilakukan penyalaan api unggun di tengah lapangan Motang Rua sebagai simbol persaudaraan dan perdamaian. Dalam festival ini, panitia juga menyiapkan tempat khusus untuk pelaku ekonomi kreatif dari berbagai komunitas seperti pengusaha kuliner serta ibu-ibu penenun di Manggarai.

Baca juga  Benny Litelnoni : Kematian Adelina Sau Bukti Mafia Perdagangan Orang Menggurita di NTT

Persiapan hampir rampung

Yohanes Efremi Ngabur mengaku, persiapan kegiatan ini sudah hampir rampung karena tim kerja sudah mulai menjalankan tugas masing-masing.

“Sudah hampir tuntas, teamwork sudah mulai jalankan tugas tinggal beberapa hal tekhnis yang akan kita rampung pada tiga hari terakhir jelang kegiatan ini,”jelasnya.

Dia berharap, kegiatan ini bisa disaksikan masyarakat luas. Menurut dia, kegiatan ini bentuk penghargaan pemerintah terhadap keberadaan lembaga adat yang ada di Indonesia umumnya dan Manggarai khusunya. Oleh karena itu harus festival ini mesti diapresiasi. ( js)

Tag: