Romanus Woga: Dian yang Terus Menyala

Kerap tatkala mendengar pidato Romanus yang berapi-api, apik dengan modulasi suara yang diatur sedemikian indah, dan pilihan kata dari berbagai bahasa dalam ungkapan-ungkapan yang tepat membahasakan konsepnya, para audiens tidak percaya kalau dia hanya tamatan sekolah menengah ekonomi atas. Bahasa Inggrisnya lancar dengan artikulasi yang jelas.

“Saya menggunakan bahasa Inggris dengan baik dalam pidato-pidato saya. Di India saya berpidato dengan baik di hadapan ribuan audiens dari seluruh Asia. Pidato itu sungguh berbekas di hati para audiens sehingga ketika ada pilihan Pengurus Credit Union tingkat Asia, saya terpilih sebagai Wakil Presiden Credit Union Asia,”katanya.

Baca juga  Penetapan APBD 2020 Paling Cepat dalam Sejarah Kabupaten Manggarai Barat

Pidato-pidatonya sangat inspiratif, sehingga itulah sebabnya banyak orang menanti-nanti kesempatan untuk mendengarkan pidatonya. Saat dia sering menyitir pepatah-pepatah dalam bahasa latin, orang bertanya, “Seminari di mana pak Romanus?” Dia tertawa renyah. “Saya tidak pernah mengenyam pendidikan di Seminari, bahkan halamannyapun tidak saya injak”, kisahnya di suatu waktu.

Dari mana semua kemampuan Romanus untuk menjadi seorang pembicara ulung yang dinantikan banyak orang? Jawabannya terletak pada kemampuan belajarnya yang tinggi. Kendati pendidikan formalnya hanya sampai tingkat SMEA, kesukaannya terhadap ilmu pengetahuan menghantarnya menjadi seorang pembelajar hebat yang kemudian memiliki banyak ilmu.

Baca juga  Ada Bagian di Perbatasan Matim yang Jadi milik Ngada, Bupati Agas : Media Jangan Bombastis

Ada begitu banyak pendidikan non formal yang diikutinya antara lain Kuperda Bogor, Jawa Barat tahun 1972. Ini merupakan kursus pendidikan dasar koperasi kredit yang dibimbing oleh P. Albert Karim SJ. Sepulang dari sana, dia berjalan dari kampung ke kampung di kabupaten Sikka untuk mengkampanyekan Koperasi Kredit.

Kesetiaan dan ketekunannya dalam aktivitas ini membawa hasil yang sedikit demi sedikit terlihat. Ada banyak orang yang percaya lalu menjadi anggota Kopdit.

Baca juga  NTT Darurat Moral! (Catatan Akhir Tahun 2017)

Kursus tahun 1972 itu terjadi karena sejak Januari 1969 dia menjadi Sekertaris Koperasi Kredit Lepo Woga Watublapi dan pada tahun 1970 hingga 1988 dia menjadi Petugas Lapangan/ Motivator Koperasi Kredit.

Beri rating artikel ini!
Tag: