Romanus Woga: Dian yang Terus Menyala

Pada tahun 1976 dia merintis Pembentukan BK3D NTT-T dan tahun 1976 – 1982 dipercayakan menjadi Ketua BK3D NTT-T. Selanjutnya tahun 1982 – 1990 dia menjadi Bendahara BK3D NTT-T dan tahun 1990 – 2005 menjadi Direktur Exsekutif BK3D NTT-T.

Kiprah yang dilakukannya di level provinsi NTT sebenarnya datang dari pengalamannya di kabupaten Sikka. Dia menyadari bahwa ada begitu banyak lembaga Kopdit yang sudah terbentuk dan ada kecemasan bahwa mereka akan berjuang sendiri mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya.

Baca juga  Ketakjuban yang Mendatangkan Cinta! (Sebuah Sketsa ke Arah Ekowisata Pariwisata Manggarai Timur)

Itulah sebabnya, pada tahun 1996 dia mulai merintis pembentukkan PUSKOPDIT (Pusat Koperasi Kredit) Swadaya Utama Maumere.

Sebagai inisiator, Romanus dipercayakan anggota-anggota Kopdit Primer untuk menjadi Direktur Pelaksana Puskopdit pada tahun 1996-2005. Lalu pada tahun 2005 – 2016 terpilih menjadi Ketua Puskopdit. Dan dari tahun 2016 hingga sekarang menjadi Pengurus Harian.

Dari NTT untuk Indonesia dan Dunia
Romanus terus berkibar. Setelah NTT mengenal karya dan pelayanannya, kini Indonesia membutuhkan sosok pelayan setia dengan kapasitas yang luar biasa bagi kemandirian Koperasi Kredit Indonesia. Pada BK3 I (Badan Koordinasi Koperasi Kredit Indoensia)di tahun 1985 – 1989 Romanus terpilih menjadi Pengurus Pleno BK3I Jakarta.

Baca juga  Pemimpin Manggarai dan Revolusi Karya

Ketika BK3I bermetamorfosis menjadi INKOPDIT (Induk Koperasi Kredit Indonesia), nama Romanus tidak asing bagi Kopdit seluruh Indoensia. Itulah sebabnya dalam pemilihan pengurus pada Mei 2010 Romanus terpilih dengan suara bulat untuk menjadi Ketua Inkopdit periode 2010 hingga 2013.

Selama tiga tahun masa kepemimpinannya, banyak hal positif dirasakan dan dialami oleh Kopdit di seluruh Indonesia yang berada di bawah panji Inkopdit. Pemilihan periode kedua sudah dipastikan kemenangan kembali didulang oleh Romanus sehingga dia kembali dipercayakan menjadi Ketua Inkopdit pada Mei 2013 sampai Mei 2016.

Baca juga  NTT Darurat Moral! (Catatan Akhir Tahun 2017)
Beri rating artikel ini!
Tag: