Romanus Woga: Dian yang Terus Menyala

Romanus menjadi Ketua Inkopdit persis lembaga keuangan mikro ini sedang mengalami pelbagai perubahan. Ada tiga hal besar yang dihadapinya. Pertama nian, perubahan teknologi dan informasi. Lembaga-lembaga keuangan modern sudah menggunakan teknologi mutakhir IT untuk system admisnitrasi dan akuntansi keuangan.

Ada peralihan dari pencatatan manual ke komputerasisasi berbasis software. Lahirlah di masa ini Sikodpit MD lalu berpindah menjadi Program Sikopdit CS. Nanti sesudahnya dikembangkan Sikopdit CS Online.

Baca juga  Ones Jaman: La philosophie orante (Sebuah Obituary)

Melalui software ini, para Pengurus Kopdit dengan mudah membukukan segala bentuk transaksinya. Kopdit diminta untuk selalu berinovasi (yang kemudian menjadi pilar ke-4).

Dia menyesuaikan diri sekaligus tetap dalam keunikan visi dan misinya. Sehingga, pada satu titik dia mengikuti perkembangan zaman, namun sisi lain dia tidak kehilangan jati dirinya.

Kedua, pendidikan. Bagian terpenting dalam Kopdit yang tidak boleh dilalaikan adalah Pendidikan. “Kopdit lahir karena pendidikan, bertumbuh dan berkembang karena pendidikan dan bertahan karena pendidikan”, jelasnya dalam sebuah RAT Nasional. Di masa periode kepemimpinannya hal ini menjadi focus utama. Pendidikan manajerial, pendidikan akuntansi, pendidikan organisasi, pendidikan usaha merupakan usaha tiada henti untuk menjadikan Kopdit sebagai pilihan utama masyarakat.

Baca juga  Suara yang Terus Menggema (In Memoriam Pius Hamid)

Ketiga, solidaritas. Tetap diingat baik bahwa Credit Union dari kata latin adalah orang yang bersatu dan saling percaya. Aspek solidaritas adalah bukti bahwa ada persatuan. Yang kuat menopang yang lemah, yang lemah terus berdaya supaya jadi kuat. Sisi solidaritas sekaligus mempertegas pilar swadaya. Romanus, dalam kepelbagaian anggota Kopdit dari Sabang sampai Merauke, adalah salah satu figur yang terus menerus mengkampanyekan persatuan.

Baca juga  PNS Dan Perilaku Berwajah Ganda Dalam Politik

Fakta perpecahan sering tak terbantahkan. Itulah sebabnya pada tahun 2017 ketika RAT Nasional di Makasar, didengungkan untuk pertama kalinya pilar kelima: Persatuan Dalam kebhinekaan. Isi pidato-pidatonya sering membicarakan tema persatuan dan persaudaraan.

Beri rating artikel ini!
Tag: