Romanus Woga: Dian yang Terus Menyala

“Kita ini adalah utusan dari pelbagai tempat. Dalam kebersamaan kita selalu menemukan perbedaan. Perbedaan itu hendaknya jangan dilihat sebagai alasan untuk berpisah melainkan kekayaan kita untuk tetap bersama sebagai satu kesatuan”, jelasnya.

Kendati demikian, itu tidak mudah. Romanus mengakui perlu kerendahan hati. Hanya orang yang rendah hati yang dapat bekerja bersama orang lain.

Sepak terjang perjuangan Romanus mengantarnya ke pentas dunia yang lebih luas. Pada level ACCU ( Asian Confederation of Credit Union) dia terpilih sebagai Vice President Of ACCU Bangkok, Thailand untuk periode 2012 – 2016. Pemilihan ini sudah dapat diduga dari segenap kemampuan dan kapasitas yang dimilikinya. Pengakuan nega melalui Dekopin juga menjadi hal yang positif.

Baca juga  PNS Dan Perilaku Berwajah Ganda Dalam Politik

Romanus duduk sebagai Ketua Komite Simpan Pinjam dan Jasa Keuangan DEKOPIN untuk periode 2015-2020, Penasehat DEKOPIN Propinsi NTT,2016-2021 dan sejak terbentuknya Forum Puskopdit NTT di Ende, Romanus dipercayakan menjadi Ketua Forum Puskopdit NTT dari tahun 2016 sampai sekarang.

Dia yang Terus Menyala

Memberikan motivasi, terjun langsung ke tengah masyarakat dan menjadi narasumber untuk berbagai seminar, lokalatih dan ruang pendidikan bukanlah hal yang mudah. Ibarat R.A. Kartini yang membuka tirai kegelapan dalam perjuangan emansipasi wanita, Romanus telah menjadi cahaya bagi banyak orang untuk terus berkanjang dalam pelayanan tiada henti menyebar terang kepada kegelapan kemiskinan masyarakat NTT dan Indonesia.

Baca juga  Begini Progres Keuangan Kopkardios Tahun Buku 2018

Romanus adalah dian yang terus menyala. Dia telah memendarkan cahaya pengetahuan tatkala masyarakat miskin di pedesaan NTT belum memiliki insight yang benar tentang bagaimana harus keluar dari ketertinggalan dan kemiskinan. Dia membagikan pengetahuannya (share of knowledge) dengan cuma-cuma.

Dia seakan menggarisbawahi sabda Yesus, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat 10:8).

Baca juga  Ones Jaman: La philosophie orante (Sebuah Obituary)
Beri rating artikel ini!
Tag: