Terobosan Perumda Tirta Komodo Hingga Pelanggan Hampir 26 Ribu

Direktur Perumda Tirta Komodo, Klemens Man (Photo : floressmart).

Floressmart- Perumda Air Minum Tirta Komodo membukukan jumlah pelanggan air minum di Manggarai NTT sampai tahun 2019 tercatat 25.809 KK dengan jumlah jiwa yang terlayani, 153.942 jiwa. Jumlah tersebut naik hampir 100 persen dari keadaaan tahun 2013 sebanyak 13.564 pelanggan.

Jumlah tersebut terdiri  Sambungan Rumah (SR) serta program Hibah Air Minum Perkotaan untuk  Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dari Pemerintah Pusat dan penyertaan modal Pemerintah Daerah. Dari tahun 2013 sampai tahun 2019 jumlah sambungan MBR yakni 11.374 sambungan.

Badan usaha plat merah yang berganti nama dari PDAM pada Arpil 2019 ini tengah menuntaskan sambungan air minum ke seluruh ibu kota kecamatan. Sampai denga keadaan tahun 2019 tersisa hanya 3 IKK (Ibu Kota Kecamatan) yang belum terlayani, yakni Kecamatan Rahong Utara, Reok Barat dan Lelak.

Baca juga  Kopdit St. Mikael Nunang Merger dengan KSP Kopkardios

“Harapan 2020 terlayani semua. Kalau kabupaten lain di NTT masih di bawah kita,” kata Dirut Perumda Tirta Komodo Ruteng, Klemens Man di ruang kerjanya, Jumat 8 November 2019.

Setelah masuk 10 besar PDAM kategori sehat yang diakui oleh Badan peningkatan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum (BPPSPAM) pada Juli 2019 lalu, Perumda Tirta Komodo Ruteng terus mengejar status sebagai satu-satunya Kabupaten di NTT yang sudah 80 persen IKK terlayani PDAM.

“Jumlah kenaikan pelanggan dalam kurun 6 tahun sejak saya dipercayakan memimpin PDAM tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat, daerah dan DPRD. Atensi serius pemerintah terhadap program dan kegiatan di Perumda Tirta Komodo salah satunya ditandai dengan dukungan anggaran pada program MBR yang naik dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Selama empat tahun RPJMD kepemimpinan Bupati Deno Kamelus dan Wabup Viktor Madur  berjalan dari tahun 2016, Perumda Tirta Komodo mendapat hibah pemerintah pusat dan penyertaan modal kabupaten dengan nilai investasi belasan milyar rupiah.

Baca juga  Kemendes Siap Gelar Festival Pranata Adat di Manggarai

“Rata-rata tiap tahun sesuaikan dengan penyertaan modal seperti 2016 Rp4 miliar, 2017 Rp6 mikiar, 2018 Rp8 miliar dan 2019 Rp9.7 miliar, 2020 Rp10 miliar dan tahun 2021 Rp15 miliar rupiah. Untuk penyertaan modal tahun 2020 dan 2021 masig digodok perdanya,” papar Klemens Man sambil mengatakan hibah MBR mengikuti program Pemerintah pusat hingga 2024 mendatang.

Investasi sumber air

Nilai investasi yang terserap tidak terlepas dari visi misi Perumda Tirta Komodo seperti, rehabilitasi jaringan, perluasan jaringan, perbaikan kualitas pelayanan serta penambahan investasi sumber mata air. Pada tahun 2014 jumlah sumber air yang dikelola PDAM hanya 17 mata air di 6 IKK. Sementara pada tahun 2015 sebanyak 20 mata air, 2016 22, 2017 23, 2018 33 dan pada tahun 2019 menjadi 38 mata air di 8 IKK.

Baca juga  Miris di RSUD Ben Mboi, Pasien Bawa Bohlam Sendiri karena Ruang Rawat Tak Ada Lampu

“Terbanyak di Kecamatan Langke Rembong, ada 14, Sisanya di 8 kecamatan,” urai Klemens Man.

Pembayaran online

Sejak tahun 2015 lalu, Perumda Tirta Komodo sudah memberlakukan pembayaran tagihan air menggunakan sistem online bekerja sama dengan Kantor Pos. Namun digitalisasi sistem masih harus dilakukan perbaikan total. Pada tahun 2020 mendatang, Perumda Tirta Komodo membuka website dan aplikasi pembayaran resmi.

“Nanti komunikasi dengan PDAM juga serba online, kalau ada ada pengaduan tinggal upload gambar kerusakan di mana petugas langsung turun termasuk cek rekening dan bisa langsung bayar dari. Inikan dalam rangka menjawab pilihan masyarakat, disuruh memilih yang termudah yang terbaik buat dia, yang tidak tercover di online masih dilakukan manual buka posko pembayaran di kelurahan dan kecamatan,” pungkas pelopor bela diri Kempo NTT ini. (js)