MK Gelar Seminar dan Bedah Buku di Unika St Paulus Ruteng

Acara bedah buku MK di Auala Unika St Paulus Ruteng, Jumat 29 November 2019 ( photo : floressmart)

Floressmart- Mahkamah Konstitusi RI menggelar Seminar Nasional tentang Peran Mahkamah Konstitusi Dalam Penguatan Demokrasi Konstitusional, Jumat 29 November 2019.

Seminar yang digagas bersama MK,  Komisi Informasi Pusat dan Universitas Katolik Santo Paulus Ruteng ini dirangkaikan dengan acara Bedah Buku karya Hakim dan pegawai Mahkamah Konstitusi.

Acara bedah buku dibuka oleh Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi, M. Guntur Hamzah serta menghadirkan enam pembedah yakni Pastor Max Regus, Pastor Marthen Djenarut, Advokad Fransiskus Ramli, Dosen  Lorens Ni, Ketua Komisi Informasi NTT  Pius Rengka dan Bupati Manggarai Deno Kamelus.

Baca juga  Merespon Laporan Ahang ke KPK,Sekda Manggarai Tegaskan Tidak ada Proyek Fiktif

Dalam sambutannya, Sekjen MK M.Guntur menjelaskan alasan kenapa seminar nasional dan bedah buku digelar di kampus Unika St Paulus Ruteng.

“Unika Santo Paulus sudah menjadi friend of court, sahabat MK, dan Unika ini merupakan kampus kedua di NTT setelah Universitas Nusa Cendana Kupang,” ujarnya.

Buku yang dibedah lanjut dia merupakan karya para Hakim, Sekjen dan pegawai MK. Dan sambung dia, Manggarai merupakan kota kelima yang dipilih sebagai lokasi bedah buku MK.

Baca juga  Turis Singapura Tewas Saat Menyelam di Perairan Komodo

“Sebelumnya kita laksanakan di Kantor MK, kedua di Padang lalu Makassar kemudian Denpasar dan hari ini di Ruteng untuk 24 judul buku, ” katanya.

Namun menurutnya tidak semua buku dibedah, hanya dipilih enam judul yakni
Dinamika HAM dan Tanggung Jawab Negara karya Nalom Kurniawan Barlyan.

Kemudian, judul buku Yurisprudensi Hukum Acara Pidana Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi karya Achmad Edi Subyanto bersam Oly Viana Agustine.

Baca juga  Tiga Fraksi Ini 'Kompak' Mengecam Marsel Ahang

Selanjutnya buku Keadilan Sosial dalam Pengujian UU karya Anna Triningsih dan Oly Viana Agustine, Amandemen Konstitusi ditulis Pan Mohammad Faiz

Selanjutnya buku Hakim Konstitusi, karya Achmad Edi Subiyanto dan terakhir Problematika Pembentukan Peraturan Daerah karya Eny Nurbaningsih.

Kerja sama MK dan Unika St Paulus lanjut akan terus dirajut dalam rangka memperkuat kesadaran konstitusi.

“Di Unika St Paulus kita minta satu ruang kecil untuk dibuatkan MK corner berisi buku-buku, jurnal dan majalah terbitan MK agar bisa dibaca dan menjadi referensi konstitusi para dosen dan mahasiswa,” ujar dia.(js)

Tag: