SAKIP 2019, Kabupaten Manggarai Dapat Predikat B dari Kementerian PAN RB

Floressmart- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) menyerahkan hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) kepada 161 Pemerintahan Provinsi, Kabupaten/Kota di wilayah II Tahun 2019. Salah satu daerah yang menerima penghargaan adalah Kabupaten Manggarai.

Kementerian PAN RB menilai Pemkab Manggarai menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja pemerintah yang baik (predikat B) dengan nilai 61,06. Angka ini naik dari 60,65 tahun 2018.

Penyerahan penghargaan dilakukan di Hotel Ayana Bali oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN RB Muhammad Yusuf Ateh kepada Wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur, Senin 27 Januari 2020.

Wabup Viktor Madur ketika duhubungi floressmart menjelaskan (SAKIP) merupakan salah satu alat ukur capaian kinerja pemerintah dan sebagai media pertanggung jawaban Kepala Daerah kepada Publik. Ditambahkan Wabup Madur, SAKIP menunjukkan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran dan capaian kinerja masing-masing OPD.

Baca juga  Mengintip Semaraknya Penjemputan Bupati Deno Dan Wabup Madur

“Kinerja pemerintahan yang baik setidaknya dicapai melalui perencanaan yang baik, pengarahan yang baik, pengendalian yang tepat dan pelaksanaan yang transparan. Dan OPD-OPD di Kabupaten Manggarai berada dalam alur tersebut sehingga evaluasi SAKIP tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” kata Viktor Madur.

Namun menurut Viktor Madur, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Manggarai perlu dilakukan koreksi secara terus menerus.

“Semua aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta outcome harus jelas dan terukur dan mesti memberi dampak bagi masyarakat. Intinya begitu, moga-moga untuk tahun 2020 nanti kita bisa mendapat nilai BB,” harapnya.

Baca juga  Efek WTP, Manggarai Dapat DID Rp39M, Pegawai Siap Dapat Tambahan Penghasilan

Dirincikan Viktor Madur, penilaian  SAKIP 2019 tersebut mencakup budaya kinerja birokrasi berdasarkan bobot dan nilai antara lain Perencanaan Kinerja selama tahun 2019, Pengukuran Kinerja, Pelaporan Kinerja, Evaluasi Internal, Capaian Kinerja.

Viktor Madur pun menguraikan lima aspek penilaian tersebut. Dari sisi Penilaian Kinerja, Manggarai mendapat bobot 30. Jika Penilain Kinerja Tahun 2018 diberi nilai 20,07 namun pada tahun 2019 naik menjadi 20,27. Kemudian dari Pengukuran Kinerja, Kabupaten Manggarai diberi bobot : 25, disertai nilai 13,15, naik sedikit dari tahun 2018 yakni 13,03.

Pada komponen Pelaporan Kinerja, KemenPANRB memberi bobot 15 dengan nilai 9,82. Angka ini sama dengan penilaian pada tahun 2018 : 9,82. Lalu, Evaluasi Internal, bobot : 10 dan dikasih nilai 6,11 pada tahun 2019. Angka ini juga naik dari keadaan tahun 2018 yakni 6,08.

Baca juga  Desakan Pemecatan Seluruh Komisioner KPUD Manggarai NTT

Pada tahun 2019, Capaian Kinerja Kabupaten Manggarai mendapat bobot 20 dengan nilai 11,70. Nilai untuk Capaian Kinerja mengalami peningkatan dari tahun 2018 yakni 11,65.

“Perubahan signifikan terjadi pada aspek Nilai Hasil Evaluasi. Kementerian PANRB memberi bobot tinggi yakni 100 disertai dengan peningkatan nilai yakni 61,06 dari 60,65 tahun 2018. Terakhir, disebutkan, Tingkat Akuntabilitas Kinerja Tahun 2019 mendapat Predikat B, sama dengan Tahun 2018,” paparnya. (js)

Tag: