Petani di Manggarai Raup Rp25 Miliar Hasil Jual 2,8 Juta Kg Hortikultura

Kadis Pertanian Kabupaten Manggarai,Yoseph Mantara (photo : floressmart)

Floressmart- Pengembangan hortikultura merupakan salah satu agenda strategis Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor pertanian.

Pengembagan hortikultura di Kabupaten Manggarai dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia yaitu sumber daya petani dan lahan.

Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Manggarai, Yoseph Mantara mengatakan, petani pengembang hortikultura diidentifikasi berdasarkan aktifitas dan eksisting dalam berbudidaya tanaman hortikultura setiap musim tanam baik sayur-sayuran maupun buah-buahan.

“Sedangkan lahan pengembangan hortikultura yang ada telah sesuai secara agroklimat dan fungsi lahan,” ujar Yoseph Mantara di ruang kerjanya, Jumat 13 Maret 2020.

Pengembangan hortikultura di Kabupaten Manggarai kata kadis Pertanian melalui 2 pola pendekatan yaitu pengembangan hortikultura bersifat umum dan pengembangan hortikultura melalui pola SIMANTRI (Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi).

Kedua pola pendekatan ini pada dasarnya bertujuan sama yakni dalam rangka meningkatkan mutu, produksi dan produktivitas komoditi hortikultura sehingga mampu berdaya saing di pasaran lokal maupun lintas wilayah.

Baca juga  Final Perancis VS “Perancis” hingga “Manggarai Raya Celaka 12, Celaka 13?”

“Yang membedakan dari kedua pola ini terletak pada sistem dan paket-paket kegiatannya. SIMANTRI mengangkat konsep pertanian terpadu dengan mengintegrasikan kegiatan pertanian melalui pengembangan hortikultura sebagai leading sektor dan didukung oleh beberapa sektor  yang terlibat secara langsung yakni Peternakan dan PU dalam satu kesatuan wilayah pengembangan dimana paket-paket bantuan yang diserahkan kepada kelompok untuk mendukung daya usaha cukup komplit,” urainya.

Sedangkan pengembangan hortikultura umum dia bilang yaitu suatu rutinitas kegiatan pengembangan hortikultura oleh petani dengan mengoptimalkan lahan milik/garapan setiap musim tanam dengan pelibatan Dinas Pertanian didalamnya melalui intervensi bantuan benih, pupuk, sarana budidaya dan pendampingan oleh PPL.

Tomat siap panen di Simantri Poco Likang Kecamatan Ruteng (photo :floressmart)

Didukung 8.233 petani

Lebih lanjut disampaikan Kadis Mantara bahwa lokasi pengembangan hortikultura di Kabupaten Manggarai menyebar di 12 Kecamatan, 123 desa/kelurahan dengan total luas areal mencapai 392,65 hektar.

Baca juga  HUT NTT ke-59, Kemenpora Buka Turnamen Sepak Bola di Lembor

“Jumlah kelompok tani sebanyak 453 kelompok yang terdiri dari 423 kelompok tani pengembangan hortikultura umum dan 30 kelompok tani SIMANTRI dengan keterlibatan anggota kelompok sebanyak 8.233 orang,” paparnya.

Dikatakan Mantara, sejak tahun 2017 atau selama program pengembangan hortikultura dan SIMANTRI ini berjalan selama 3 tahun telah menghabiskan dana sebesar Rp 31.194.433.965 rupiah.

Anggaran tersebut bersumber dari tiga OPD yakni Dinas Pertanian dengan total investasi Rp 21.961.136.463 rupiah yang dibagi dalam dua katagori investasi yakni investasi permanen (jangka panjang) Rp 12.558.115,928 rupiah serta investasi non permanen (jangka pendek) Rp 9.403.020.535 rupiah.

Sementara Dinas Peternakan telah mengalokasikan Rp 7.118.327.120 dengan dua jenis investasi (permanen) Rp 5.798.327.120 rupiah dan investasi non permanen Rp 1.320.000.000 rupiah.

Dinas Pekerjaan Umum juga ambil bagian namun anggarannya tidak sebesar Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan. Dinas PU Kabupaten Manggarai hanya mengeluarkan dana  Rp 2.114.970.382 rupiah dalam bentuk investasi permanen.

Baca juga  Terdampak Covid, Segini Rincian Proyek Tender di Manggarai

Petani raup Rp25 M

Usaha pengembangan hortikultura di kabupaten Manggarai secara signifikan mampu mendorong perekonomian masyarakat petani.

Jenis komoditi yang dikembangkan sebanyak 31 jenis dengan total produksi mencapai 2.858.174 kg. dari hasil perhitungan nilai jual komoditi hortikultura secara rata-rata selama tahun 2017 sampai dengan 2019 diperoleh pendapatan petani sebesar Rp 25.974.424.250 rupiah.

Dinas Pertanian sebagai instansi koordinator, lanjut Mantara terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap 305 kelompok yang hasilnya; Nilai A sebesar 7,54%, Nilai B sebesar 45,25%, Nilai C sebesar 39,67% dan Nilai D sebesar 7,54%.

Tahun 2020 tambah 5 SIMANTRI

Ditambahkan Kadis Yoseph Mantara bahwa program pengembangan hortikultura terus berjalan. Pada tahun 2020 ini kata dia akan ada penambahan 5 kelompok SIMANTRI baru yakni Kelurahan Bangka Leda, Kelurahan Karot, Kelurahan Waso, Desa Cumbi dan Desa Golo Cador dengan nilai investasi Rp5 miliar rupiah.(js)

Tag: