Antisipasi Corona di Acara Pentahbisan Uskup Ruteng

Mgr. Siprianus Hormat diterima secara adat Manggarai di Istana Keuskupan Ruteng (photo : floressmart).

Floressmart- Wabah Covid-19 atau virus corona membayang-bayangi acara pentahbisan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, 19 Maret 2020 mendatang. Sejumlah tamu luar negeri bahkan membatalkan tiket ke Ruteng.

Panitia pelantikan uskup menyampaikan bahwa tamu dari luar negeri seperti Singapura, Jepang dan Inggris mengonfirmasi batal hadir dalam acara tahbisan Monsinyur Siprisnus.

“Ada beberapa tamu kita dari Jakarta mengusulkan membawa tamu dari luar negeri yang kebetulan sedang berada di Jakarta mereka ingin hadir juga ada tamu dari Inggris dan Jepang. Ketika mereka mengonfirmasi ke panitia soal situasi corona dan panitia menjelaskan sehingga mereka membatalkan,” kata Sekretaris Panitia, Pastor Manfred saat jumpa pers, Minggu 15 Maret 2020.

Menurutnya, langkah antisipasi corona telah dibahas dalam rapat panitia pentahbisan dan kewenangan pemeriksaan suhu tubuh menjadi tugas Pemda Manggarai.

“Dari panitia seksi kesehatan dr. Weng, Kepala Dinas Kesehatan sudah menginformasikan bahwa setelah bandara, mulai diberlakukan cek suhu tubuh di terminal bus antar kota di terminal Mena dan terminal Carep pada Senin besok,” ujarnya.

Umat pun diimbau jika pada hari pentahbisan Uskup Siprianus mengalami gangguan kesehatan seperti demam disertai batuk, pilek dan sesak napas sebaiknya istirahat saja di rumah.

Baca juga  23 Dojo Sedaratan Flores Lembata Berlaga Memperebutkan Bupati Manggarai Cup

“Kita juga meminta wartawan untuk memuat himbauan kami agar yang sedang mengalami gangguan kesehatan sebaiknya tidak menghadiri acara pentahbisan. Yang hari-hari ini mengalami pilek batuk sebaiknya membatalkan rencana untuk ikut perayaan,” katanya.

Pemeriksaan di bandara, pelabuhan dan terminal

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng mengatakan, petugas medis melakukan pemeriksaan suhu tubuh penumpang pesawat di bandara Frans Sales Lega dan pelabuhan Kedindi Reo menggunakan thermogun sejak pekan lalu.

Langkah yang sama juga akan dilakukan terhadap penumpang angkutan antarkota yakni terminal Mena dan Carep.

“Pemeriksaan suhu tubuh telah dilakukan di bandara Frans Sales Lega sejak Kamis 12 Maret 2020 dan pelabuhan Kedindi Reo. Hari Kamis itu setelah koordinasi dengan pihak bandara dan pelabuhan melakukan pemeriksaan para penumpang yang datang melalui bandara dan pelabuhan menggunakan thermogun ,” ujar Yulianus Weng.

“Besok (Senin) kita mulai dengan terminal Mena dan Carep. Setiap penumpang yang turun dicek suhu tubuhnya. Ini kerja sama dengan perbubungan,” tambahnya.

Kadis Weng mengatakan, tim medis juga akan melakukan pemeriksaan tamu hotel yang tidak turun di terminal atau yang menggunakan kendaraan pribadi.

Baca juga  Kardinal ke Mgr. Siprianus : Jadilah 'Dirigen' yang Mempersatukan dalam Perutusan

“Apa yang kita lakukan setelah pemeriksaan. Kalau ada yang suhunya di atas 38 derajat celcius kita anggap dia ini orang didalam pemantauan. kalau tiba-tiba dia panas segera diperiksa di rumah sakit. Kita tanya dia apakah dalam 14 hari terakhir ada bepergian ke luar negeri. Atau pulang bepergian dari daerah endemik, kalau tidak ya aman dia,” terang Weng.

Kemudian kelompok yang satu lagi lanjut dia yaitu kelompok orang yang dicurigai. Jika saat diperiksa ada orang yang mengalami demam di ditambah ada riwayat baru pulang dari daerah endemik corona maka orang tersebut harus segera dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi.

“Sampai di sana (ruang isolasi) mereka ini diobservasi. Kalau dinilai ada peningkatan gejala maka orang yang suspek ini segera dirujuk ke rumah sakit penanganan corona. Di NTT ada 3 di Kupang, Maumere dan Labuan Bajo,”

Dijelaskan Weng, untuk memastikan seseorang terjangkit virus corona maka langkah berikutnya dilakukan pemeriksan lendir atau swag tenggorokan.

Yang terdekat dari kit hanya ada di laboratorium kesehatan Bali. Kita tidak punya. Kita yang tidak punya laboratorium corona hanya bisa curiga karena ada riwayat pernah keuar negeri atau kalau tidak pernah ke suatu tempat yang banyak positiv corona,”

Baca juga  “Via Crucis” hingga “Vita Gloris” ala Lumen Gratiae

Diharapkan dengan deteksi lebih awal masyarakat sudah bisa paham cara pencegahan corona, misalanya gunakan masker dan sarung tangan atau waspada terhadap keluarga yang miliki riwayat bepergian ke luar negeri atau memiliki gejala corona.

Semua tamu tes suhu tubuh

Kadis Kesehatan, dr. Yulianus Weng memastikan bahwa begitu tiba di Ruteng, setiap tamu undangan pentahbisan langsung di cek suhu tubuhnya termasuk Duta Besar Vatikan dan kardinal.

“Sekarang tentang perayaan tanggal 19 Maret. Yang jelas mulai besok ini banyak tamu berdatangan. Kita akan periksa semua tamu-tamunyang datang tidak terkecuali. Untuk Duta Vatikan dan kardinal kita minta izin uskup untuk kami periksa. Kalau turunnya di bandara kita periksa di bandara,” kata dr. Weng.

Diakui Weng, bahwa pemeriksaan thermogun memang cukup mengganggu tapi tidak lama hanya 3 detik.

“Kemudian ada juga nanti yang lewat darat kita periksa dia di hotel-hotel tempat mereka menginap atau bisa juga diperiksa di keuskupan. Hanya mungkin tindakan ini membuat mereka tidak nyaman. Memang tidak lama kan 3 detik saja apalagi dua tiga thermogun pakai semua bisa cepat,” sebutnya.(js)

Tag: