Kiat Bupati Deno Agar BLT Covid-19 Tepat Sasaran

Bupati Deno memimpir rapat percepatan pendataan BLT Covid-19.(Photo: floressmart).

Floressmart- Pemerintah Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur mulai memverifikasi jumlah Kepala Keluarga (KK) penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19.

Bupati Manggarai Deno Kamelus mengatakan, verivali (verifikasi dan validasi) penerima BLT Covid-19 dilaksanakan serempak di 12 kecamatan, 26 kelurahan, 145 desa dan 464 dusun pada pekan ini.

“Kamis, Jumat dan Sabtu itu kita turun ke lapangan setelah pulang dari sana kita dapat data nominalnya. Kita memang sudah punya datanya tapi kan perlu verifikasi agar langsung dipilah, berapa jatah desa, kabupaten dan provinsi setelah itu kita kirim lagi ke Kemensos,” kata Deno Kamelus kepada pewarta Senin, 27 April 2020.

Bupati Deno mengaku telah membuat lembar kerja kepada tim verivali termasuk teknis pengambilan data primer berikut penganalisaan dan pelaporannya sebagaimana disepakati dalam rapat Gugus Tugas Covid-19.

Baca juga  Akses Wilayah Dikasih Kendor, Masuk Manggarai Tak Harus Rapid Test

“Sekaran harus kerja sistematis karena selama ini yang selalu diperbincangkan adalah bantuan itu tidak tepat sasaran karena apa karena datanya tidak valid,”akunya.

Dikatakan Bupati Deno Kamelus, tim verivali yang terdiri dari Gugus Tugas Kabupaten, Camat, Lurah, RT/RW, Dusun, Ketua Lingkungan, BPD, Pemdamping PKH, TNI, Polri serta perguruan tinggi akan menelisik ulang seluruh KK yang sudah terinput dalam DTKD (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang telah dikirim ke pemerintah pusat.

Adapun kriteria penerima BLT Covid-19 papar Deno adalah masyarakat yang masuk dalam variabel penciri kemiskinan dan utamanya masyarakat yang tidak tercatat sebagai penerima PKH dan sembako reguler Kemensos.

Baca juga  ODP bertambah 2 Orang, Masyarakat Manggarai Diminta Jangan Panik

“Kita pendekatannya KK lalu kemudian juga di situ kita sepakat juga bahwa KK ini ada yang sudah berkeluarga tapi dia belum menikah kita juga data itu lalu kemudian ada juga sudah berkeluarga tapi sudah bercerai kita juga mendata ini, janda, lansia, duda dan disabilitas,” ujarnya.

Ia berharap, penyaluran BLT Covid-19 ini mulai diproses paling lambat pekan kedua bulan Mei 2020.

“Pembagiannya nanti melalui Bank NTT,” kata Deno.

Sebagai informasi, Kabupaten Manggarai mengalokasikan Rp21,6 miliar rupiah dana tanggap darurat Covid-19. Dari jumlah tersebut sebesar Rp12 miliar disiapkan untuk BLT.

“Kita tentu harus sesuai dengan kemampuan yang ada. Kalau sanggupnya hanya Rp12 miliar ya kita minta provinsi tambah sekian. Kira-kira seperti itu,” sebutnya.

Kemensos Potong Jatah

Dinas Sosial telah merampungkan data penerima BLT jatah Kemensos. Tapi sayangnya Kemensos baru mengakomodir 18.300 dari data yang dikirim 19.361 orang.

Baca juga  Bikin Geger, Pria di Ruteng Pingsan di Rumah Orang Dievakuasi Tim Gugus Tugas Covid-19

Sehingga untuk mengisi kuota terpaksa harus dilakukan verifikasi dan validasi lagi sekalian dengan pemilahahan data yang nantinya dibebabankan ke Dana Desa, APBD dan APBD Provinsi NTT.

“Tadi malam baru ada jawaban dari Kemensos sekitar seribuan KK yang tak terakomodir sebagai penerima BLT. Padahal data yang dikirim itu sesuai ketentuan, tidak sebagai penerima PKH dan penerima sembako regular Kemensos,” kata Kepala Dinas Sosial, Rafael Paseli Ogur ketika dihubungi terpisah, Selasa 28 April 2020.

Dikatakan Ogur, verivali data untuk mengisi kekurangan kuota Kemensos dijadwalkan harus selesai akhir pekan ini.

“Kita akan mengisi lembar kerja seperti arahan Pak Bupati, jadi kita turun pendataan itu hari Kamis sampai Sabtu pekan ini,” ujarnya.(js)

Beri rating artikel ini!
Tag: