Mabar Terbanyak Positif Corona di NTT, Begini Penjelasan Bupati Dula

Jemaah Tablig Ijtima Gowa ketika melakukan rapid test di Rumah Sakit Komodo LabuanBajo (photo : istimewa).


Floressmart- Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur mengumumkan 12 kasus positif baru, Rabu 13 Mei 2020. Manggarai Barat pun tercatat sebagai yang terbanyak jumlah positif Covid-19.

Bupati Manggarai Barat (Mabar) Agustinus Ch Dula, mengatakan, 9 kasus positif baru ini menambah jumlah positif Covid-19 di Mabar menjadi 11 orang.

Dia menjelaskan, 9 kasus positif Covid-19 ini merupakan klaster Gowa hasil tracing tim surveilans di Kecamatan Lembor dan Kecamatan Lembor Selatan.

“Kita kirim 26 swab dari klaster Gowa pada 9 Mei lalu hasilnya 9 orang positif seperti yang diumumkan hari ini,” kata Gusti Dula dihubungi media ini, Rabu malam.

Baca juga  Bupati Deno Resmikan Posko Covid-19 di Perbatasan Mabar

Disampaikan Dula bahwa dari 11 orang yang dinyatakan Covid-19 ini terbagi dalam 2 klaster yakni klaster Gowa sebanyak 10 orang berdomisili di Kecamatan Lembor dan Lembor Selatan sementara 1 orang dari klaster Magetan tinggal di Labuan Bajo.

“Ada 2 pasien PDP yang telah diswab sebelumnya dan positif,itu masih diisolasi di rumah sakit Komodo. Kemudian 8 orang menjalankan karantina terpusat di tempat yang disediakan pemerintah dan 1 orang melakukan karantina mandiri di Labuan Bajo,” rincinya.

Bupati Dula menginformasikan, tim surveilens telah menjadwalkan lagi pengambilan swab terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan klaster Gowa maupun klaster Magetan.

Baca juga  Keributan di Posko Covid-19, Camat Lembor dan Pj Kades Perang Mulut

“Setelah ini kita akan kirim lagi swab dari lingkaran dua klaster ini. Harapannya semoga jangan bertambah lagi yang positif,” harapnya.
Untuk diketahui, istilah klaster Gowa merujuk pada penularan Covid-19 pada jemaah yang mengikuti Ijtima Ulama di Gowa Sulawesi Selatan pada 19-22 Maret 2020.

Sementara klaster Magetan terdiri dari 43 orang yang dinyatakan positif Covid-19 di kalangan pelajar yang pulang dari Temboro, salah satu daerah yang telah dinyatakan sebagai zona merah di daerah Magetan.

Sudah diprediksi

Bupati Dula mengaku sudah memprediksi bahwa klaster Gowa dan Magetan menjadi ancaman pandemi Covid-19 di Manggarai Barat.

“Sudah diprediksi bahwa Mabar dengan kelompok Gowa pasti akan bertambah positip swab usai pengiriman 26 swab ke Kupang tgl 9 Mei lalu. Karena memang sudah ada yang positif sebelumnya dari klaster Gowa,” kata Bupati Dula.

Baca juga  Kardinal ke Mgr. Siprianus : Jadilah 'Dirigen' yang Mempersatukan dalam Perutusan

Tim Gugus Tugas Covid-19 baik kabupaten hingga kecamatan dan desa kata bupati Dula telah menerapkan pengetatan bagi para pelaku perjalanan dan kendaraan berdasarkan pedoman penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Sehingga sejak dua orang itu positif sudah diberlakukan protokoler Covid-19 dengan melakukan pengawasan masuk keluar wilayah di Kabupaten Mabar ini sehingga dibangun portal dan check point di mana-mana ,” katanya.

“Bagi saya dengan penambahan positif ini turut memudahkan sosialisasi dan edukasi tentang ketaatan dalam mengikuti pedoman Covid-19. Karena selama ini kami mengalami kesulitan untuk meminta pengertian dari warga untuk menaati protokol Covid-19,” tambahnya. (js)

Tag: