WTP Lagi, Bupati Manggarai Puji ASN

Bupati Deno Kamelus ketika diwawancara wartawan. (photo : floressmart).

Floressmart- Bupati Manggarai Deno Kamelus mengapresiasi kinerja aparatur di daerahnya karena telah menunjukkan kinerja terbaik sehingga BPK RI kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKPD Manggarai Tahun 2019 sebagaimana telah diumumkan secara resmi oleh Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi NTT, Adi Sudbyo, Jumat, 19 Juni 2020.

“Kita bersyukur kepada Tuhan, Kabupaten Manggarai untuk kedua kalinya mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan tahun 2019,” kata Bupati Deno kepada wartawan.

Doktor bidang hukum ini mengaku mendapat pembelajaran baru karena pemeriksaan LKPD dilakukan secara daring sebagai imbas pendemi Covid-19.

“Rasa syukur ini menjadi lebih besar lagi karena musim pandemi covid-19 ini kemudian pemeriksaan ini dilaksanakan virtual, oleh karena itu ada satu proses pembelajaran baru yang kita dapatkan lagi dari tata kelola pemerintahan ini yang selama ini face to face masuk lagi dengan kebiasaan baru kita virtual tapi itu tidak mengurangi semangat tidak mengurangi komitmen teman-teman termasuk BPK juga untuk melakukan pekerjaan yang terbaik kemudian hasilnya wajar tanpa pengecualian,” sambungnya.

Baca juga  Akhir Tahun, Bupati Deno Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II-B

Bupati Deno kemudian menyampaikan terima kasih khusus untuk seluruh ASN sebagai garda terdepan menyukseskan road map pembangunan sehingga kembali meraih predikat WTP untuk kedua kalinya.

“Saya ini kan hanya sebagai leader saja saya ini sebagai pemimpin tugas saya adalah sebatas membimbing, mengarahkan, menasehati, seterusnya tapi yang melaksanakan semua katakan kita menyusun sebuah road map menuju pada sebuah WTP, saya menyusun itu lalu kemudian yang mengerjakan semuanya adalah teman-teman ASN. Karena itu yang dihargai paling besar itu adalah teman-teman ASN,” ujarnya.

Baca juga  Empat Nama Ini Bersaing Merebut Jabatan Sekda Manggarai

WTP dan tambahan penghasilan

Disampaikan Deno Kamelus, opini WTP yang diberikan BPK RI sebuah bentuk penghargaan kepada kinerja Pemerintah Daerah dan opini WTP kata dia dikuti pemberian insentif dari Menteri Keuangan.

“Karena ini reward bentuk pemerintahan daerah maka muncul lah yang namanya tambahan penghasilan ASN. Tahun lalu kita WTP dan mendapat reward Rp39 miliar. Karena ada pandemi covid dari Rp39 miliar dipotong kurang lebih Rp4 miliar tinggal Rp35 miliar tetapi untuk tambahan penghasilan pegawai saya tidak potong walaupun ada pemotongan dari Jakarta sana, kenapa, karena sudah berulang-ulang saya katakan bahwa insentif itu adalah reward kepada Pemda oleh karena itu saya teruskan kepada ASN,” paparnya.

Untuk dana Rp34 miliar ini lanjut Deno ditetapkan sebagai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan segera dicairkan setelah mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri.

Baca juga  Untuk Pertama Kalinya Manggarai Dapat Opini WTP dari BPK

“Untuk TPP sudah saya tanda tangan SK nya. Itu pegawai yang paling rendah pejabat pelaksana namanya itu mendapat Rp400 ribu per bulan naik lagi ke atas di situ ada pejabat eselon 4 Rp600 ribu naik lagi eselon 3 Rp750 ribu naik lagi eselon 2 Rp1,2 juta, naik lagi sekda Rp1,5 juta rupiah,” urai dia.

Tambahan Penghasilan menurut Deno juga diberikan kepada 900 Guru Komite.

“Minggu lalu sudah ada persetujuan Mendagri dan saya buat SK-nya sehingga diharapkan nanti teman-teman di Badan Keuangan segera memproses ini. Karena reward ini sebenarnya vitamin karena itu kalau ini vitamin saya tentu berharap di tahun-tahun yang akan datang kita lebih semangat lagi untuk bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Beri rating artikel ini!
Tag: