Gubernur NTT dan Uskup Ruteng Bahas Pro Kontra Pabrik Semen Satar Punda

Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat menerima Gubernur Viktor Laiskodat, Selasa 23 Juni 2020. (photo : floressmart))

Floressmart- Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat menerima kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, Selasa petang, 23 Juni 2020.

Ini merupakan kunjungan pertama Gubernur Laiskodat setelah Mgr. Siprianus Hormat ditahbiskan menjadi Uskup Ruteng pada 22 Maret 2020.

Usai menggelar pertemuan tertutup, Mgr. Siprianus memaparkan pokok-pokok pikiran untuk pembangunan Provinsi NTT antara lain pengembangan pariwisata, pertanian, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan reformasi birokrasi.

Demikian pun Gubernur  Viktor Laiskodat, menyampaikan garis besar strategi pembangunan Provinsi NTT di bawah kepemimpinan dia bersama Wagub Yoseph Naesoi. Seperti dipantau, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah Kepala Dinas Provinsi NTT, Wakil Bupati Manggarai dan para imam Katolik.

Baca juga  Tiba di Ruteng Kardinal Ignatius Tes Suhu Tubuh, Bupati : Semua Kuatir Corona

Polemik Batu Gamping dan Pabrik Semen

Usai kegiatan itu, Gubernur Laiskodat melayani wawancarai media tentang pro kontra eksploitasi batu gamping dan pabrik semen di Desa Satar Punda Kecamatan Lamba Leda Manggarai Timur.

Laiskodat mengaku cukup hati-hati sebelum ia memberi izin ekspolitasi kepada PT. Istindo Mitra Manggarai (IMM) dan PT. Singa Merah (SM).

“Tentunya kalau ada dua kepentingan yang bertemu, yang berseberangan, kita hitung betul, mana yang akan menguntungkan Nusa Tenggara Timur ke depan itu yang kita pilih,” ujar dia kepada pers di Aula Missio Unika St.Paulus Ruteng, Selasa malam 23 Juni 2020.

Baca juga  BKKBN dan Komisi XI DPR RI Gelar Sosialisasi KIE di Ende Flores

Gubernur Laiskodat mengaku diskusi empat mata dia dan Uskup Ruteng, Mgr. Siparianus Hormat, juga membahas polemik batu gamping dan rencana pendirian pabrik semen di Luwuk dan Lengko Lolok.

“Itu juga informasi yang saya sampaikan kepada monsinyur, dan izin itu kita ambil. Saya sebagai gubernur akan putuskan mana yang secarah lebih untung dari aspek sosial, ekonomi, budaya dan lain-lain kita akan hitung,” sambungnya.

Gubernur NTT kembali menegaskan akan berhitung secara serius dampak pendirian pabrik semen tersebut ketika wartawan menimpali bahwa lokasi yang akan dibangun pabrik semen merupakan kawasan Karst atau tabung raksasa penyimpanan air di dalam tanah.

Baca juga  Tuliskan Pancadarma Disetiap Kiprah Menggugah Karya dalam Semangat Hardiknas

“Kita berhitung secara serius mana yang diutamakan yah,” imbuhnya.

Dikatakan Victor Laiskodat bahwa polemik rencana pembangunan pabrik semen di Desa Satar Punda tidak sampai membuat masyarakat di sana terbelah.

“Tidak ada yang terbelah, laporan kan saya selalu terima, jadi satu saja yang disitu dan 7 disebelah, tidak ada terbelah di situ, terbelah itu artinya dibagi dua. Kalau begitu kan kita masih bisa omong di sana, makanya nanti dilihat perlu ada pencermatan secara menyeluruh dan serius setelah itu saya putuskan,” tutupnya.(js)

Tag: