Guru adalah Kunci: Refleksi Untuk 50 tahun SMA St Thomas Aquinas

Setelah saya diterima di UGM, mantan guru-guru saya sangat bangga. Hubungan saya dengan mantan guru-guru saya terjalin dengan baik.
Dari cerita singkat tersebut diatas, yang bisa kita tarik pelajaran sebagai bahan refleksi untuk SMAK St. Thomas yang tercinta adalah peran guru sangatlah utama dan penting untuk memajukan dunia pendidikan, terutama mulai dari pendidikan dasar sampai ke Pendidikan setingkat SMA.

Baca juga  Bisik-bisik Heri Nabit dan Heri Ngabut di DPC PKB Manggarai

Peran guru sangat membekas di hati anak didik kalau gurunya berhati baik dan berotak encer. Untuk menjadi guru, terutama di SMA ST Thomas Aquinas ini, bukanlah sekedar mereka yang punya gelar tetapi mereka yang tahu betul tentang ilmu yang ditekuninya. Jangan hanya percaya pada gelar karena sekarang banyak “nabi palsu” ada didunia pendidikan. Kalau tidak segera diperhatikan, peserta didik yang kita hasilkan kelak akan menjadi “nabi palsu” pula.

Baca juga  Alarm Krisis Literasi Media Sosial

Selain peran pokok ada pada guru seperti cerita singkat di atas, faktor input juga harus diperhatikan. Saya berharap di umur yang lima puluh tahun ini, SMA Santo Thomas sudah harus memulai memperhatikan soal INPUT. Untuk bisa diterima di SMA ini, haruslah ditest soal IQ nya terlebih dahulu. Coba kita mulai meniru cara yang dilakukan oleh SMA De Brtito di Yogyakarta. Sehingga OUTPUT dari SMA ini lima tahun mendatang bisa kita banggakan. Mereka bisa memasuki universitas-universitas ternama di Republik ini.

Baca juga  50 Tahun SMAK St. Thomas Aquinas: Melkior Anggal, Membangun melalui Pendidikan

Selamat Pesta Emas SMA ST. THOMAS AQUINAS, Almamaterku!

Tag: