Periksa Corona Sudah Bisa di RS Ben Mboi Tapi Terkendala Dua Hal Ini

Ilustrasi covid-19 (sumber pixabay)

Floressmart- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Ben Mboi Ruteng telah menginstal peralatan laboraorium Polymerase Chain Reaction (PCR), artinya pemeriksaan swab corona sudah bisa dilakukan di rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD dr Ben Mboi, Veronika Jelulut mengatakan, selain peralatan, sejumlah petugas yang disiapkan untuk pelayanan pemeriksaan swab telah di-training oleh dokter ahli.

Namun, kata dia, pihaknya masih menunggu satu alat lagi yakni biosafety cabinet yang berfungsi melindungi petugas yang melakukan pemeriksaan.
Selain satu alat itu yang belum ada, berikutnya, lanjut dia, legalitas yang belum tuntas sehingga pemeriksaan spesimen swab belum bisa dilayani.

Baca juga  13 Orang Positif Rapid Test Corona di Labuan Bajo Peserta Ijtima Gowa

“Ada satu yang belum kita miliki namanya biosafety cabinet untuk melindungi petugas yang melakukan pemeriksaan. Yang kedua terkait legalitasnya. Bagaimanapun semua yang namanya pemeriksaan di fasilitas kesehatan standarnya, legalitasnya harus ada jadi dari Dinkes sudah ajukan ke Dinkes provinsi terkait dengan penunjukan laboratorium rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan itu,” ujar dr.Veronika, Rabu 5 Agustus 2020.

“Kalau untuk alat utamanya itu sudah ada. Lalu untuk cartridge sudah ada, istilahnya untuk memeriksanya itu sudah ada, petugas kita juga kemarin sudah on the job training, oleh dokter spesialis yang dari Kupang hanya saja untuk pelaksanaan pemeriksaan keamanan dari petugas itu juga harus terjamin,” tuturnya menambahkan.

Baca juga  Ini Temuan Wabup Madur Saat Sidak Pegawai

Lantaran dua hal ini, layanan pemeriksaan swab kemungkinan baru bisa beroperasi September mendatang.

“Penjelasan tambahannya begini, kalau secara tertulis belum mendapat petunjuk untuk melakukan pemeriksaan kita juga pasti tidak nyaman, hasil pemeriksaan laboratorium tersebut pasti ada dampak untuk pasien untuk keluarga pasien jangan sampai nanti pada saat kita keluarkan hasilnya ada yang tidak terima lalu kemudian mempertanyakan sejak kapan rumah sakit melaksanakan pelayanan ini dasarnya apa itu yang kita pikirkan,” kata dia.

Baca juga  Sambut Idul Fitri, Umat Muslim di Ruteng Gelar Takbiran

Sehingga, sambung dia, sepesimen swab tetap dikirim ke Laboratorium Biomolekuler RS WZ Johannes Kupang termasuk swab milik 9 orang reaktif rapid test yang dikarantina di Stadion Golo Dukal Ruteng.

“9 orang itu sudah diambil swabnya dan sudah dikirim ke Kupang pada hari Sabtu dan Minggu kemarin. Hari senin sudah dikirim,” pungkas dia. (js)

Tag: