Respons Dingin Bupati Deno soal ‘Tolak Bupati Gagal’

Spanduk bertuliskan bupati gagal yang diamankan Satpol PP (photo :floressmart).

Floressmart- Spanduk bertuliskan ‘Tolak Bupati Gagal’ sempat terpasang di sejumlah titik di Kecamatan Satar Mese. Di dalam spanduk itu tertera nama Laskar 88, salah satu organ relawan balon bupati dan wakil bupati pasangan Heri Nabit-Heri Ngabut (Hery-Heri).

Tapi Bupati Manggarai, Deno Kamelus malah bersikap biasa-biasa saja. Dia menganggap, tulisan itu diciptakan hanya untuk mendegradasi prestasi pemerintah dan hasil-hasil pembagungunan selama kepemimpinan dirinya bersama Wabup Victor Madur.

Baca juga  Ketika Sesumbar BKH Diblok CR

Sebaliknya dia meminta agar media mestinya meminta penjelasan kepada pemilik diksi.

“Kalau pake diksi ini dalam konteks informasi, maka mestinya hal ini ditanyakan kepada dia yang membuat diksi apa ukuran sebuah kegagalan,” kata Deno kepada wartawan di Kantor Bupati Manggarai, Senin 10 Agustus 2020.

Menurut dia, kinerja pemerintah dinilai oleh lembaga resmi bukan oleh asumsi.

Baca juga  Merespon Hery Nabit, Humas : Kami Tidak Melayani Kepentingan Satu Orang

“Sebab dari sisi pemerintah yang menilai kinerja pemerintah itu ada institusinya, misalnya BPK. BPK RI merupakan sebuah institusi yang diperintahkan oleh undang-undang untuk mengevaluasi terhadap tata kelola keuangan,” ujarnya.

Bupati Deno pun mengklaim, kinerja Pemerintah Kabupaten Manggarai selama kepemimpinan Deno-Madur mengalami perubahan yang signifikan.

“Hasil penilaian BPK, wajar tanpa pengecualian, ada 4 hal di situ yakni ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan, kecukupan informasi, pengawasan, dan sistem akuntansi yang dipakai. Jadi ada empat hal itu yang dilihat,” bebernya.

Baca juga  Kisruh KTA dan Ancaman Golkar Alih Dukungan dari H2N

“Bagi saya yang mesti menjelaskan itu adalah orang yang membuat diksi. Kalau pemerintah sendiri dia punya standar punya kaidah punya norma untuk kemudian menilai soal keberhasilan dan kegagalan,” tambah Bupati Deno. (js)

Tag: