Bupati : Ekonomi Kabupaten Manggarai Tumbuh 5,12 Persen

Bupati Deno Kamelus menyampaikan sambutan di acara Festival Songke dan Ranaka. (photo : floressmart).

Floressmart- Tahun 2016 Badan Pusat Statistik merilis, kinerja perekonomian Kabupaten Manggarai mengalami perkembangan yang positif, dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,09%.

“Kita bersyukur bahwa atas kerja semua pihak, selama kurun dua tahun terakhir (2017 dan 2018), menjadi 5.12%,” ungkap Bupati Deno Kamelus ketika menyampaikan pidato radio jelang HUT Kemerdekaan RI, Minggu 16 Agustus 2020.

Meski masih di bawah target RPJMD yakni sebesar 5.22%, capaian kinerja tersebut bermakna SANGAT BAIK. Dalam kurun waktu itu, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manggarai berkisar antara 5% sampai dengan 6%, dan jelas berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di daerah itu.

Baca juga  SAKIP 2019, Kabupaten Manggarai Dapat Predikat B dari Kementerian PAN RB

“Untuk diketahui, persentase KK miskin di Kabupaten Manggarai terus mengalami penurunan. Dari jumlah penduduk miskin sebesar 71.860 jiwa atau 21,91% pada tahun 2017, menjadi 69.322 jiwa atau 20,83% tahun 2018,” katanya.

“Tahun 2019, melalui Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Nomor 79 Tahun 2019 tanggal 31 Juli 2019 tentang Penetapan Kabupaten Tertinggal yang Terentaskan Tahun 2015-2019, Kabupaten Manggarai bersama 61 kabupaten lainnya dari 23 provinsi berhasil meraih status Terentaskan dari Daerah Tertinggal.

Baca juga  Kebanggaan Bupati Deno : Manggarai Bukan Lagi Daerah Tertinggal dan Raih WTP

“Bahwa kemudian Kabupaten Manggarai berhasil keluar dari predikat Daerah Tertinggal, capaian ini tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak, terutama seluruh masyarakat Manggarai. Torehan ini sekaligus akan menjadi cambuk penyemangat bagi pemerintah, agar lebih optimal dalam bekerja dan memberikan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.

Disampaikan Bupati Deno Kamelus, bahwa berbagai intervensi telah dilakukan guna menciptakan kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang ekonomi, di antaranya: bantuan bibit (ternak maupun hortikultura), perbaikan rumah tidak layak huni, jaminan kesehatan, elektrifikasi dan air minum bersih.

Baca juga  Bupati Deno Resmikan Air Minum IKK Satar Mese Utara

Dalam kurun waktu 2016 sampai dengan 2019, pemerintah juga melakukan berbagai upaya lintas sektor sekaligus komprehensif, melalui program-program yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan, antara lain:

  • Bantuan Rumah Layak Huni sebanyak 274 unit melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP), dan melalui APBDes sebanyak 2.323 unit;
  • Bantuan Sanitasi sebanyak 1.221 unit;
  • Bantuan Sambungan Meteran Listrik Gratis sebanyak 600 unit melalui DPRKPP dan sebanyak 1.648 unit melalui APBDes;
  • Bantuan Air Minum Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 3.250 SP;
  • Bantuan ternak sebanyak 1.171 ekor;
  • Bantuan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) kepada 3.100 orang. (js)
Tag: