Derita Petugas Coklit di Reok Barat Mendaki Bukit Cari Sinyal untuk Kirim Laporan

Petugas Panwascam Reok Barat mencari sinyal hape di bukit (photo : Gusti Supardi)

Floressmart- Tahapan kegiatan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih di Kabupaten Manggarai telah selesai pada 13 Agustus 2020.

Namun jika ingin tahu bagaimana suka duka petugas selama melakukan coklit, jawabannya tentu beragam, tapi yang paling diingat oleh petugas yakni betapa sulitnya mencari sinyal hape setiap kali mereka hendak mengirim data coklit.

Seperti yang dituturkan oleh Ketua Panwascam Kecamatan Reok Barat, Agustinus Supardi. Ia dan rekan Panwascam serta Pengawas Kelurahan dan Desa (PKD) susah payah mencari sinyal internet setiap kali hendak mengirim data coklit ke Bawaslu RI.

“Sudah capek coklit door to door  ke rumah-rumah warga, tapi masih harus direpotkan lagi mencari tempat yang ada sinyal hape dan internet karena tiap sore kan upload pelaporan data coklit. Reok Barat ini belum merdeka dari sisi akses telekomunikasi dan transportasi, jalan rusak dimana-mana ,” kata Agustinus Supardi dihubungi ViVa Sabtu malam, 15 Agustus 2020.

Baca juga  Di Manggarai NTT, Distribusi Surat Suara Menggunakan Mobil PT Pos Indonesia

Mengirim laporan via aplikasi  google form audit coklit menjadi tugas terberat yang dialami Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) maupun Panwascam dan Pengawas Kelurahan dan Desa (PKD) di daerah yang tidak terakses jaringan seluler seperti Kecamatan Reok Barat.

Untuk mengirim data hasil coklit petugas harus kembali ke tempat yang ada sinyal untuk mengirim laporan. Salah satu tempat yang ada sinyal internet di Reok Barat yakni Golo Pota, Dusun Kajong 1 Desa Kajong Kecamatan Reok Barat.

Baca juga  Hoax Soal Kantor Golkar, Marsel Ahang Dipolisikan

Walau jaringan internet sering ngadat namun bukit Golo Pota begitu berarti. Petugas pun berhasil mengirim data-data coklit secara online ke KPU dan Bawaslu RI.

Agustinus Supardi mengatakan, hampir seluruh desa di Kecamatan Reok Barat belum terjangkau sinyal seluler apalagi internet. Menurutnya, masalah ini cukup merepotkan petugas coklit.

“Jangan dulu sebut internet, telepon saja tidak bisa.  Jadi kalau kirim laporan harus kembali ke bukit Golo Pota di Kajong padahal kita coklitnya sudah sampai di Lemarang terpaksa balik lagi jalan pakai motor 1,5 jam. Untuk sampai ke tempat itu sambung harus jalan kaki 30 menit dari jalan raya ,” tuturnya.

Baca juga  Di Manggarai, Surat Suara Pemilu Tertukar Antar Dapil

Sedikitnyat ada 10 desa yang total tak ada signal telepon di Kecamatan Reok Barat. Sepuluh desa yakni Desa Kajong,Lante,Lemarang, Loce,Ngggalak,Para Lando, Rura, Sambi dan Desa Torong Koe.

“Pokoknya sinyal hape batas di Desa Kajong,” imbuhnya.

Meski dibayang-bayangi masalah akses internet namun tugas pengawasan coklit yang dimulai pada 13 Juli-13 Agustus 2020 berjalan normal. Petugas telah melakukan coklit di seluruh desa di wilayah Kecamatan Reok Barat.

“Coklit selesai 100 persen, seluruhnya ada 34 TPS. Ada 11.648 tercatat di Model A-KWK sekarang data coklit masih diverifikasi dan direkapitulasi di tingkat PPD dan di desa,” urai dia. (js)

Tag: