Seruan Etika Politik dan Harapan Uskup Ruteng pada Media Jelang Pilkada

Mgr.Siprianus Hormat usai mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI ke-75 di halaman kantor Bupati Manggarai. (photo : floressmart).

Floressmart- Jelang pelaksanaan pilkada 2020, Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat mengimbau kandidat dan tim pemenangannya untuk memberi pendidikan politik yang benar kepada masyarakat.

Uskup mengaku tidak begitu mencermati dinamika politik tapi setidaknya ada yang dia tahu dari pemberitaan media. Pemimpin umat Katolik tiga Kabupaten (Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat) ini menyentil pentingnya etika berdemokrasi.

Menurutnya, politik dan etika tidak boleh dipisahkan lantaran berbeda pilihan politik. Demikian pun Pilkada Manggarai, lanjutnya, harus mengedepankan etika sehingga menghasilkan iklim demokrasi yang sejuk dan damai.

Baca juga  Heribertus Nabit Jelaskan Jargon Perubahan

Lebih lanjut Mgr. Siprianus menginginkan agar kecerdasan politik umat katolik di wilayah Keuskupan Dioses Ruteng di atas rata-rata dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Tidak lama lagi kita akan menyelenggarakan kontestasi Pilkada di Manggarai salah satunya. Kami sebagai tokoh agama menyampaikan kepada semua pihak mari kita tunjukkan dinamika demokrasi yang betul-betul baik dan berlandaskan pada nilai-nilai etika. Tunjukkanlah bahwa nilai-nilai iman itu nyata dalam seluruh dinamika demokrasi kita,” ujarnya kepada wartawan, usai upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke-75 di halaman kantor Bupati Manggarai, Senin.

Baca juga  Tanggapan Heri Nabit Soal ‘Perang’ Medsos dan Spanduk Bupati Gagal

Dia menjelaskan, menjaga marwah demokrasi merupakan tanggung jawab setiap orang. Dalam konteks pemilihan kepala daerah, para kandidat yang bertarung pun harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

“Event ini menjadi event bagi kita semua tidak hanya masuk berjuang dalam kontestasi tetapi juga berpikir saya maju di atas pilar-pilar etika demokrasi yang jelas. Politik yang yang etis dan demokrasi yang tetap etis ,” tambah Monsinyur Siprianus.

“Orang harus belajar berdemokrasi,orang harus belajar politik di sini  sehingga ketika bicara Pilkada orang bilang belajarlah dari kabupaten Manggarai. Kita berharap seperti itu,” ujarnya menambahkan.

Baca juga  Ketika Gugatan Ke MK Itu Dijadikan Lahan Judi

Media jangan partisan

Masih terkait demokrasi dan etika politik, Uskup Ruteng juga menyinggung peran pers sebagai pilar demokrasi keempat di negeri ini. Monsinyur Siprianus berkata, media dalam konstelasi politik disinyalir tidak independen atau partisan.

“Kepada rekan-rekan media saya harap, kalian juga coba bermedia dalam basis nilai-nilai etis.Jangan sampai kalian juga dipakai oleh orang-orang tertentu, mengambil angle berita hanya untuk kepentingan tertentu. Jadilah orang-orang media yang benar yang mendidik masyarakat kita melalui publikasi-publikasi kalian semua,” harapnya.

“Kita semua bergandengan tangan untuk membangun Nuca Lale ini. Dan kalian menjadi garda terdepan yang memberi pendidikan demokrasi kepada masyarakat kita. Saya mendoakan kalian maju, maju terus sebagai pilar demokrasi,” sambungnya. (js)

Tag: