Terdampak Covid, Segini Rincian Proyek Tender di Manggarai

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Manggarai, Kristo Darmanto .(photo: Floressmart).

Floressmart- Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Manggarai, Kristo Darmanto mengatakan, seluruh paket proyek selesai dilelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Baru-baru ini, Unit Layanan Pengadaan (ULP) menenderkan 100 paket pekerjaan di Dinas PUPR, terdiri dari; jalan, jembatan dan irigasi dengan total pagu Rp74.148.000.000 rupiah.

Kristo Darmanto mengungkapkan, jumlah paket proyek yang ditender pada tahun 2020 ini tidak sebanyak tahun 2019 akibat rasionalisasi anggaran dampak pandemi covid-19.

Baca juga  Launching HPSN 2020 di Labuan Bajo

“Kalau 2019 ada 300an paket tapi tahun 2020 ini turun 50 persen karena ada rasionalisasi besar-besaran untuk kebutuhan penanganan covid-19,” kata Darmanto di ruang kerjanya, Selasa 18 Agustus 2020.

Kristo merincikan, untuk konstruksi jalan sebanyak 86 paket dengan total anggaran Rp60.762.000.000 rupiah. Kemudian jembatan sebanyak 4 paket Rp3,8 miliar serta irigasi 5 paket bersumber dari DAK Rp5.490.000.000 rupiah.

Masih dari Dinas PUPR lanjut Darmanto, panitia lelang juga melakukan tender proyek air minum berjumlah 5 paket dengan rincian, DAK 2 paket Rp 519.000.000 rupiah ditambah DAU 3 paket Rp3,5 miliar.

Baca juga  Sempat Dikira Perempuan,Mayat Di Bangka Leda Ternyata Laki-Laki

Selain jasa konstruksi, telah ditenderkan kegiatan non fisik seperti jasa konsultansi Rp1,8 miliar dan data base Rp2.7 miliar.

“Untuk PU saja sebanyak 100 paket sudah dilelang dan telah diumumkan pemenangnya. Tinggal beberapa hari saja masa sanggah selesai dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak,” katanya.

Kristo Darmanto menjelaskan, sebelum Dinas PUPR, ULP  melelang 4 Puskesmas Rawat Inap dengan total pagu Rp25,2 miliar sumber DAK Afirmasi serta Gedung Laundry dan Ruang Rawat Inap Anak RSUD Dr. Ben Mboi senilai Rp20,9 miliar.

Baca juga  Ini Alasan Kepsek Nonaktifkan Seorang Guru di SDK Doro

“Total 149 paket yg ditenderkan di pengadaan barang dan jasa. Dinkes dan Rumah Sakit paling pertama dan PUPR yang terakhir. Saya bicara paket tender saja karena ada juga pengadaan langsung di OPD,” katanya.

“Target kita untuk 100 paket di PU September mulai kerja. Tugas kita selanjutnya adalah monitoring dan evaluasi kegiatan,” ujarnya menambahkan. (js)

Tag: