Pasien Covid yang Meninggal Mengeluh Kecapean Petik Cengkeh

 

Lodovikus Moa, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupten Manggarai. (photo: floressmart)

Floressmart- RJ, Pasien covid-19 meninggal dunia di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Kamis 20 Agustus 2020. Pria 57 tahun itu merupakan warga Dusun Cireng Desa Poco Likang Kecamatan Ruteng.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus Moa menjelaskan, sebelum dirujuk ke RS dr. Ben Mboi, RJ, sempat memeriksakan diri di Poliklinik RS St. Rafael Cancar, Rabu 19 Agustus 2020.

Dikatakan Lodovikus, RJ ke petugas medis RS. Santo Rafael Cancar hanya mengeluh kecapean dan sesak napas setelah memetik cengkeh di kebunnya di Cireng sehingga petugas mengambil tindakan medis foto rontgen.

Baca juga  Bupati Deno : Warga Kota Ruteng Butuh 1 Juta Lebih liter Air Per Hari

Namun dokter ahli penyakit dalam mendiagnosa itu bukan sesak nafas bisa sehingga dilakukan rontgen.

Kecurigaan dokter kemudian menjurus ke gejala covid-19 berdasarkan foto torax. Dokter kemudian melakukan wawancara ulang mengenai riwayat perjalanan pasien.

Karena RJ mengaku datang dari Balikpapan Kalimantan Timur seminggu sebelumnya barulah tim medis mengenakan APD lengkap. RJ kemudian rapid test dan hasilnya non reatif. RJ akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Ben Mboi.

“Yang bikin khawatir karena pasien ini tidak cerita pulang dari wilayah terpapar tapi hanya bilang kecapean dan sedikit sesak nafas, makanya petugas medis hanya pakai masker. Tapi belakangan baru kasih tau pulang dari daerah zona merah setelah dokter tunjukkan foto torax dan wawancara ulang,” ujarnya.

Baca juga  Kemenpora Gelar Turnamen Sepak Bola Antar Pelajar di Manggarai Barat

Di RSUD, lanjut Lodovikus, RJ dirawat di ruang isolasi dan langsung menjalani rapid test dan hasilnya reaktif. Tim dokter melakukan pemeriksaan PCR dan ternyata swab milik RJ positif corona.

“RJ ini dua kali rapid test, di Cancar non reaktif tapi di RSUD. dr Ben Mboi reaktif dan hasil swab positif,” terangnya.

Tracing kontak erat
Disampaikan Lodovikus Moa, tim surveilans akan melakukan penelurusuran (tracing) kontak erat dengan RJ. Sedangkan istri dan anak RJ serta 12 orang tenaga medis di RS. St. Rafael Cancar langsung dengan pengambilan swab.

“Besok (Jumat), tim akan turun ke rumah almarhum di Cireng dan di RS St. Rafael. Mereka langsung ambil swab karena pada saat melayani RJ petugas medis di Cancar hanya memakai masker,” kata Lodovikus.

Baca juga  Ada Dugaan Mark Up Dan PHO Fiktif Proyek RSUD Matim

Dia pun mengimbau agar siapa saja yang pernah kontak erat dengan RJ untuk segera melaporkan diri di Puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

RJ merupakan pelaku perjalanan dari luar wilayah Kabupaten Manggarai. Ia datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur pada tanggal 11 Agustus 2020. RJ sempat transit semalam di Surabaya.

Kemudian pada tanggal 12 Agustus 2020, RJ melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Manggarai menggunakan pesawat dan turun di Bandara Komodo Labuan Bajo Manggarai Barat.

“Selanjutnya RJ menggunakan angkutan travel menuju kampung halamannya di Kampung Cireng, Desa Poco Likang. Jenazah almarhum langsung dikuburkan hari ini dengan protokol covid-19 di Cireng, Desa Poco Likang,” katanya.(js)

Tag: