Perkuat CHSE, BOPLBF Tekankan Keberlangsungan Biodiversitas Wisata Alam di Pota Matim

(BOPLBF) melanjutkan rangkaian aktivasi gerakan BISA di Pota. (Photo : Dok BOPLBF)

Floressmart- Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) melanjutkan rangkaian aktivasi gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) di Pota Kecamatan Sambi Rampas Manggarai Timur.

Ini merupakan kegiatan padat karya sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata melalui penguatan destinasi-destinasi wisata dengan menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (Cleanliness, Health, Safety, Environment) secara disiplin.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari (15-16 September 2020) diadakan di Pantai Watu Pajung dengan mengusung tema Semangat Gerakan “BISA” Menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru di Destinasi Wisata dengan Penerapan Protokol Kesehatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina, Camat Sambi Rampas Yanuarius Halyo Rahman,  Kapolsek Sambi Rampas Ipda Galus Keko, Pjs Danramil Koramil 1612-05 Elar Pelda Ramadhan Banuera, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, serta 100 orang peserta dari kelompok masyarakat.

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina yang hadir secara langsung membuka kegiatan mengatakan, kehadiran satwa Komodo di Pota menjadikan Pota sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Flores dan Manggarai Timur.

Menurut Shana, selain satwa Komodo Manggarai Timur memiliki potensi wisata alam yang punya daya pikat sendiri untuk menarik para wisatawan datang berkunjung. Jaminan protokol CHSE terhadap keamanan dan keselamatan wisatawan sangat penting.

Baca juga  Enam Ranperda Segera Jadi Perda Termasuk PNS Akan Ditertibkan

“Pota ini merupakan salah satu jalur komodo yang ada di Flores dan Manggarai Timur sangat potensial dengan wisata alamnya. Paska pandemi, berwisata alam sangat disarankan karena alam bisa menjadi tempat pemulihan (healing) melalui banyak aktivitas seperti trekking, yoga, kemping, atau fotografi. Banyak hal bisa kita masnfaatkan dengan berwisata alam,” ungkap Shana.

Shana juga menekankan pentingnya kesadaran semua pihak menjaga kebersihan melalui penerapan protokol CHSE. Menurutnya, karakteristik pariwisata Manggarai Timur dan Flores yang secara keseluruhan bertema alam harus memberikan masyarakat kesadaran untuk selalu berkomitmen terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, karena selain manusianya juga menyangkut keberlangsungan satwa dan biodiversitas yang ada kawasan wisata alam.

“Saya mengajak masyarakat untuk kita semua sama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pota ini punya kekayaan alam yang tidak dimiliki di banyak tempat dan banyak wisatawan datang berkunjung kesini. Keselamatan kita semua dan para wisatawan yang datang berkunjung menjadi tanggung jawab kita bersama. Lingkungan yang bersih dan sehat juga menjamin keberlangsungan satwa dan keanekaragaman hayati di sekitar kita,” ajak Shana.

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina

Sementara itu, Camat Sambi Rampas, Yanuarius Halyo Rahman dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kehadiran BOPLBF membuktikan bahwa potensi pengembangan wisata yang ada di Kecamatan Sambi Rampas khususnya Pota mulai menemukan titik terang.

Baca juga  Protes Keluarga Pasien PDP di Ruteng Ditanggapi Gugus Tugas Covid-19

Yanuarius juga mengatakan, Gerakan BISA menjadi momentum bagi masyarakat Pota untuk mulai menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk menaikkan posisi tawar Pota sebagai salah satu destinasi wisata unggulan baru yang ada di Flores seiring dengan dibangunnya jalur lintas utara Pulau Flores.

“Dengan adanya pandemi ini, kita harus lebih siap dalam segala aspek, selain fasilitas penunjang seperti homestay, kapasitas masyarakat juga harus ditingkatkan salah satunya dengan disiplin menerapkan protokoler kesehatan sehingga menciptakan kenyamanan bagi pengunjung”, ungkap Yanuarius.

Yanuarius kembali menekankan, pentingnya memperkuat narasi budaya masyarakat setempat sebagai salah satu cara memenuhi konten lokal yang ke depannya menjadi daya tarik wisata bagi para wisatawan.

“Wisatawan perlu kita sajikan alternatif wisata lain, karena sekarang orang berwisata tidak hanya mencari pemandangan alam, tetapi juga narasi tentang budaya setempat, dan kuliner yang bisa menciptakan kerinduan orang untuk berkunjung kembali”, ucap Yanuarius.

Baca juga  Bebas dari Bui, Marsel Gambang Cs Diaktifkan Kembali Sebagai ASN

Setelah melakukan kegiatan bersih–bersih bersama dan simulasi penerapan protokoler kesehatan, BOPLBF juga memberikan secara simbolis beberapa peralatan pendukung untuk kelancaran penerapan protokol CHSE pada kebiasaan normal baru di destinasi wisata seperti alat pendukung kesehatan seperti Thermo Gun , masker dan Face Shield, serta alat – alat penunjang kebersihan.

Pelaksanaan Gerakan BISA di Pota merupakan titik ke-6 yang digelar BOPLBF. Gerakan BISA pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Sikka, menyusul, Kabupaten Ende, Kampung Komodo, Kampung Air Labuan Bajo, dan kini di Wae Rebo Kabupaten Manggarai serta Pota Manggarai Timur.

Destinasi Pota

Pota sendiri terletak di utara pulau Flores merupakan bagian dari cagar biosfer yang merupakan  salah satu habitat dari Spesies Kadal Purba “Varanus Komodoensis” selain Pulau Komodo dan Rinca.

Selain sebagai tempat hidup Komodo, Kelurahan Pota juga memiliki objek wisata yang sangat potensial seperti Pantai Watu Pajung dengan bentangan pasir putih memanjang, Danau Lotus/Teratai (Victoria Amazonica)  yang dalam bahasa setempat disebut ‘Rana Tonjong’.

Rana Tonjong ditutupi tumbuhan teratai raksasa yang merupakan teratai terbesar kedua di dunia setelah India, dan tentu saja wisatawan juga bisa menikmati penjelajahan (tracking) di Rugu Pota/ Komodo Pota (Varanus Komodoensis).  (js)

Tag: