Febrianus dan Andreas Ditemukan Tewas di Dasar Jurang

Jasad salah satu korban ditemukan di dasar jurang Watu Benta, (photo : kepolisian).

Floressmart- Proses evakuasi jasad Febrianus Rahang (22) dan Andreas Selamat (23) dari dasar jurang Watu Benta masih berlangsung. Tim evakuasi yang bekerja sejak pagi hingga kini belum berhasil membawa para korban ke atas jalan umum.

Lokasi kejadian terletak di Desa Tengku Lese Kecamatan Rahong Utara Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timut. Watu Benta adalah tempat wisata dengan kondisi alam jurang. Anggota Tim Identifikasi dari Polres Manggarai belum bisa menjangkau titik penemuan mayat karena terkendala medan yang curam.

“Anggota kita masih berjuang mengevakuasi korban. memang di titik mayat berada sudah anggota Bhabinkantibmas dan warga mereka duluan ke bawah membawa serta kantong mayat. TKP berada sekitar 1 km di bawah jurang dan amat berisiko menjangkau lokasi,” kata Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda Bagus Suhartono ketika dihubungi Sabtu 7 November 2020.

Baca juga  Cegah Imbas Covid-19, Kapolres Manggarai Bagi-bagi Sembako

Kronologi

Menurut Ipda Bagus, Febrianus Rahang dan Andreas Selamat menghilang misterius sejak awal pekan ini. Kata dia, misteri baru terkuak, setelah warga curiga dengan keberadaan sebuah sepeda motor yang berhari-hari berada di sekitar Watu Benta. Dua pasang sandal jepit milik yang duga milik korban juga ditemukan di bagasi depan sepeda motor.

Baca juga  Bupati Deno Kamelus di Festival Ranaka: Pariwisata Prime Mover Ekonomi

Dijelaskan Ipda Bagus Suhartono, informasi tentang motor yang tak kunjung diambil pemiliknya itu kemudian sampai ke telinga pemilik motor di Desa Cumbi Kecamatan Ruteng.

“Setelah informasi itu ramai di media sosial, si pemilik motor bernama Heribertus Hemo pergi cek langsung di TKP ternyata itu motornya. Ternyata kedua korban beberapa hari sebelumnya datang ke rumahnya meminjam motor tersebut,” kata Ipda Bagus.

“Sejak jumat kemarin warga sekitar lokasi kejadian menginisiasi langsung melakukan pencarian di dasar jurang karena diduga keduanya jatuh dari atas batu yang biasa dijadikan tempat foto-foto,” ujarnya menambahkan.

Baca juga  Tak Nafkahi Anak, Oknum Polisi Dilaporkan Lagi ke Polres Manggarai

Pamitan jaga mama di rumah sakit

Belum diketahui kapan persisnya peristiwa itu terjadi namun menurut Ipda Bagus, kepolisian telah meminta keterangan dari keluarga korban. Kedua warga Desa Rai Kecamatan Ruteng ini diketahui berpamitan mau ke Ruteng pada 3 November lalu.

“Bahwa kedua korban ini pamit dari rumah pada hari Selasa tanggal 3 November 2020,dengan tujuan mau ke Rumah Sakit Umum dr Ben Mboi Ruteng mau gantian menjaga Katarina Udut, ibu kandung korban, Febrianus Rahang namun keduanya malah mengganti rute perjalanan ke Rahong Utara,” tutupnya.

Kepolisian kata Kasubag Humas, tidak mau mereka-reka terkait peristiwa ini. Ipda Bagus mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan informasi terkait kematian Febrianus dan Andreas. (js)

Tag: