Pers dan Demokrasi : Catatan Kritis Hari Pers Nasional

Sumardi, Kepala Desa Siru

Oleh : Sumardi | Kepala Desa Siru, Manggarai Barat

Floressmart- Media punya andil besar dalam mengedukasi masyarakat. Karena perannya yang sangat strategis itu menempatkan media sebagai salah satu fitur demokrasi, setelah kekuasaan ekskutif, legislatif dan yudikatif.

Kehadirannya dalam demokrasi sangat di butuhkan. Keberadaannya, tidak hanya sebagai sarana informasi, tapi juga mampu berperan menjadi jembatan perantara, antara rakyat dan penguasa.

Lebih jauh dari itu, media bisa menjadi kekuatan penyeimbang, sehingga ada check and balances dalam menjalankan kekuasaan.

Baca juga  Sudahkah Kita Siap Menyambut Ramadhan?

Media mampu mengontrol pemimpin yang cendrung menyalahgunakan kekuasaan.  Narasi kritis pers terus digemakan, ia tidak boleh gampang dibungkam kekuasaan otoritarian.

Sebaliknya, media memiliki andil dalam mereduksi dan mengaburkan kebenaran di tengah masyarakat. Media yang terkooptasi kepentingan, cendrung menyajikan informasi provokatif, tidak objektif dan bahkan cendrung tendensius.

Daya kritis konstruktif media seperti ini akan lumpuh, lantaran pesanan sponsor pemilik modal, yang kadang berkolaborasi dengan banyak kepentingan.

Baca juga  Jurnalis Manggarai dan TNI Bagikan Sembako di Panti Asuhan

Keberadaannya, akan menjadi corong kepentingan, bukan lagi menjadi media edukatif, yang mendidik dan membimbing masyarakat.

Dalam pemberitaan, pelaku media mestinya memperhatikan kode etik jurnalistik. Dalam menyajikan informasi juga mesti objektif, cover both side, dengan tidak berat sebelah.

Memberikan kesejukan dalam setiap pemberitaan, bukan mengompor-ngompori kondisi, yang memang sudah memanas.

Kita merindukan pers yang sejuk, yang mampu menyajikan informasi yang edukatif, dengan tidak menghilangkan daya kritis.

Baca juga  Mengenang Pengorbanan Ibrahim dan Ismail

Di era industri four point zero, pers mampu menggerakan, dan memobilisasi narasi rakyat menjadi kekuatan pendobrak kekuasaan.

Di ujung jemari para jurnalislah tumpuan harapan rakyat diemban, sebagai jembatan harapan agar suaranya didengar kekuasaan.

Sekiranya, ini bukan menggurui. Tapi ini sekedar refleksi bersama, untuk me-refresh kembali cara berpikir kita, agar tetap on the right way, dalam mencerdaskan bangsa. ***

Tag: