Hans Sodo Dilantik Jadi Sekda Mabar, Bupati Edi Tekankan Ini

Acara pelantikan Sekda Mabar (Photo:Floressmart)

Floressmart- Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi melantik Fransiskus Sales Sodo sebagai Sekretaris Daerah yang baru. Acara pelantikan dilangsungkan di Aula Sekda Kantor Bupati Mabar,Senin 4 Mei 2021.

Bupati Endi menyampaikan profisiat kepada Fransiskus Sales Sodo seraya mengucapkan terima kasih kepada Ismail Surdi yang melaksanakan tugas Plh Sekda dengan baik.

“Secara khusus saya menyampaikan terima kasih kepada pejabat sebelumnya Pak Ismail yang telah melaksanakan tugas sebagai Plh Sekda. Profisiat kepada Pak Hans yang hari ini Ini mendapat tugas baru sebagai Sekda,” ungkap Bupati Edistasius mengawali sambutannya.

Sebelumnya, Fransiskus Sales Sodo pernah menduduki jabatan Eselon IIB yakni Kepala Keuangan dan Kepala Bappeda Manggarai Barat. Pria 45 tahun kelahiran Bambor Mbeliling merupakan lulusan STPDN.

Hadir dalam pelantikan Wakil Bupati dr. Yulianus Weng, Ketua dan anggota DPRD, unsur Forkopimda serta para pimpinan OPD.

Sementara saksi pelantikan terdiri dari saksi rohaniwan oleh Vikep Labuan Bajo Rm Rikard Mangku serta dua orang saksi PNS masing-masing Sekda Kabupaten Manggarai Timur Bonifasius Hasudungan dan Sekda Manggarai Jahang Fansi Aldus.

Baca juga  Pengangkatan Honorer Mabar Bermasalah, Ini Penjelasan Sekda dan BKPP

5 hal penting

Dalam kesempatan itu, Bupati Edistasius Endi menekankan lima hal penting kepada Fransiskus Sales Sodo.

Pertama, kata Bupati Edistasius, Sekda merupakan pimpinan tinggi pratama yang memiliki peran strategis dalam perintahan.

“Dalam kedudukan ini seluruh simpul kebijakan daerah yang strategis dikoordinasikan dan dikonsultasikan oleh saudara sebelum kemudian saya dan wakil bupati tetapkan sebagai kebijakan daerah,” ujarnya.

Edistasius Endi juga menyinggung sederetan pekerjaan rumah yang juga menjadi perhatian serius Pemkab Mabar antara lain, pertemuan Polwan se Indonesia pada 20 Mei 2021, kemudian acara Pesona Indonsia bulan September 2021 serta kegiatan G-20 tahun 2023.

Selain bersiap-siap menggelar event nasional pun internasional, Sodo juga diingatkan segera melakukan koordinasi dan konsolidasi beberapa kebijakan strategis daerah antara lain penyelesaian RPJMD Tahun 2021-2026, RKPD Tahun 2022 penyelesaian struktur organisasi dan tata kerja serta beberapa kebijakan.

Baca juga  Kantor Jorok, Pimpinan OPD Mabar Ditetapkan Sebagai Pasien COVID-19

“Saya berharap agar saudara secara cermat mengidentifikasi semua permasalahan terkait dengan reformasi birokrasi dan segera mengambil langkah-langkah strategis dan cepat agar di tangan saudara kita dapat memperbaiki kinerja birokrasi kita dapat dengan cepat tercapai yang ketiga meningkatkan kinerja pembangunan daerah maka tahun ini saya berharap saudara dapat dengan cepat melakukan koordinasi dan konsolidasi beberapa kebijakan strategis,” cetusnya.

Diulas juga oleh Bupati Edistasius bahwa potret birokrasi Manggarai masih sangat jauh dari kondisi ideal.

“Saya berharap agar saudara secara cermat mengidentifikasi semua permasalahan terkait dengan reformasi birokrasi dan segera mengambil langkah-langkah strategis dan cepat agar di tangan saudara kita dapat memperbaiki kinerja birokrasi kita,”

Penakanan ketiga disampaikan Bupati yakni penyelesaian RPJMD Tahun 2021-2026 dan RKPD Tahun 2022 dilanjutkan dengan penyelesaian struktur organisasi dan tata kerja serta beberapa kebijakan turunannya berupa kebijakan pinjaman daerah dan optimalisasi peran Perumda Bidadari.

“Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Presiden Joko Widodo proses pelaksanaan APBD ini baru berjalan 6 persen. Hal ini jadi perhatian yang sangat serius oleh saudara,” ujarnya.

Baca juga  Resmikan SMKN 3 Komodo, Gubernur NTT: Pendidikan Pariwisata Harus Lebih Berkembang

Keempat, karena jabatan sekretaris Daerah merupakan jabatan tertinggi bagi ASN di daerah ini maka jabatan yang diemban hendaklah dipandang sebagai pelayan bukan kekuasaan yang berpotensi berbuat sesukanya.
“Ingat kita bekerja dibatasi oleh kewenangan sebagaimana yang telah diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan dan sebagai pelayan tentunya kita bekerja untuk tujuan kesejahteraan masyarakat,” tekan dia.
Jangan bikin pesta
Pesan kelima yang disampaikan Bupati Endi, yakni melarang Sekda Sodo dan keluarga membuat pesta usai pelantikan.
Apalagi sambungnya, posisi Sekda dalam Satgas Penanganan COVID-19 sebagai Sekretaris Satgas sehingga dituntut tanggung jawab moril meneladani masyarakat salah satu contohnya tidak menggelar pesta.

“Saya sudah mengingatkan saudara agar menjadi teladan bagi masyarakat dengan tidak merayakan pelantikan secara berlebihan dan kepada semuanya supaya saya tegaskan untuk memberi ucapan selamat di ruangan ini saja atau disampaikan secara daring.Jika dibuat itu awal malapetaka,” pungkasnya. (js)

Tag: