Wartawan di Manggarai Terpilih Jadi Kades, Programnya Hidupkan Desa Wisata

Martinus Don saat menjari cara coblos kepada pendukungnya di rumah adat kampung Gejar.(Foto : Floressmart).

Floressmart- Wartawan juga tampil pada kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Manggarai tahun 2021. Sebanyak 94 desa di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pemilihan serentak, Kamis 11 November 2021. Tercatat 113.538 orang dalam DPT tersebar di 238 TPS telah menggunakan hak pilihnya.

Salah satu cakades yang mengumumkan kemenangan yaitu Martinus Don, calon Kepala Desa Mata Wae di Kecamatan Satar Mese Utara. Di kertas perolehan suara, wartawan yang biasa disapa Marten keluar sebagai pemenang. Dia memperoleh 272 suara dari total 772 suara sah.

Adapun Wilem Mas, mantan Kades Mata Wae berada di belakang Marten dengan 228 suara. Kemudian Fidelis Bagung yang menempati urutan ketiga meraih 205 suara dan terakhir Stanislaus Jeharut hanya memperoleh 67 suara.

Baca juga  Manggarai Berbangga, Wae Rebo Juara 1 Anugerah Desa Wisata 2021

Cakades nomor urut 4 ini menang telak di kampung Gejar dan Nteer, 236 suara. Meski meraih suara terbanyak Don kalah di dusun Ruwat, di situ ia hanya mendapat 36 suara.

Latar belakang jurnalis

Marten Don merupakan satu-satunya calon kades di Manggarai berlatarbelakang jurnalis. Sejak tahun 2018 hingga pria 41 tahun ini merupakan kontributor televisi berita nasional. Sarjana ekonomi ini diketahui cukup lama mengelola media online.

Kemenangan Don, tentu merupakan kabar baik bagi rekan-rekan se-profesi. Komunitas pers di Ruteng ramai-ramai memberi ucapan selamat.

“Profisiat rekan Marten Don, terpilih sebagai Kades Mata Wae. Siapkan diri membangun desa,” tulis Ketua Persatuan Jurnalis Manggarai, John Manasye di grup WhatsApp media, Jumat pagi 12 November 2021.

Desa wisata

Desa Mata Wae yang belum lama ditetapkan sebagai desa persiapan dari Desa Kole dikenal sebagai sentra produksi kain tenun. Mayoritas warganya merupakan penempa parang, pandai besi yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca juga  Manggarai Berbangga, Wae Rebo Juara 1 Anugerah Desa Wisata 2021

Sebelum mencalonkan diri, Marten yang adalah anak tanah kampung Gejar cukup lama melakukan pencermatan bagaiman membangkitkan potensi desa yang berpeluang menjadi sumber kesejahteraan lokal. Tidak ada cara lain menurut dia yaitu mengambil alih kepemimpinan di desanya.

Desa Mata Wae merupakan gerbang Kabupaten Manggarai. Desa yang berbatasan dengan Kecamatan Lembor Manggarai Barat ini berada di pinggir jalan negara Ruteng-Labuan Bajo.

“Wisatawan yang bergerak dari Manggarai Barat ataupun yang menuju Labuan Bajo mau berhenti di Nteer asal ada produk ekraf (ekonomi kreatif). Kita punya produknya yaitu kain tenun yang kita buat sendiri dan cinderamata laiinya berbahan tenunan khas Satar Mese,” ulas Martinus Don ketika dihubungi Floressmart.

“Lebih ke dalam, ada yang bisa dilihat, ada, di sekitar sini juga ada air mancur alam Sosor Alo lalu wisatawan bisa menyaksikan proses pembuatan parang di sini secara tradisional. Desa ini layak dikembangkan menjadi desa wisata sebagai transit point paket wisata Flores,” tambahnya.

Baca juga  Manggarai Berbangga, Wae Rebo Juara 1 Anugerah Desa Wisata 2021

Pembangunan infrastruktur menurut Don merupakan mandatori Undang-Undang Desa dengan kerangka berpikir menciptakan kesejehteraan melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh pemimpin sebelumnya.

Desa Mata Wae kini menanti gebrakan Martinus Don. Ayah dua anak itu membutuhkan dukungan banyak pihak termasuk Pemkab Manggarai guna pengembangan UMKM.

“Kita bangun gerbang desa di titik perbatasan Nteer. Disitu kita buka lapak UMKM di pinggir jalan negara. Berbagai produk lokal kita pajangkan di sana. Dan tentu ini akan menarik minat pelaku wisata dan turis untuk mampir di desa kami,” cetus dia lagi.

“Saat ini kepala desa bukan untuk bangun rabat atau drainase saja. Pengembangan potensi desa melalui Bumdes atau pokdarwis yang akan memperkuat desa wisata dan itu lokomotif desa kita selain pertanian,” tutupnya. (js)

Tag: