Pantau Kebutuhan Pokok, Gubernur Viktor Laiskodat Beli Minyak Kelapa di Pasar Inpres Ruteng

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat membeli minyak kelapa di Pasar Inpres Ruteng. (Foto : Floressmart).

Floressmart- Mengawali kunjungan kerjanya di Kabupaten Manggarai, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat meninjau kebutuhan pokok di Pasar Inpres Ruteng, Senin 18 April 2022.

Didampingi Bupati Manggarai, Heribertus Nabit, Gubernur Laiskodat menyambangi sejumlah lapak yang bertransaksi menggunakan pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dampingan Bank NTT.
Kepada Gubernur, pedagang mengeluhkan tingginya harga minyak goreng yang kini dijual Rp40 ribu per liter. Satu jerigen minyak goreng berukuran 5 liter kata mereka bahkan dijual Rp220 ribu padahal sebelum kelangkaan terjadi harganya hanya Rp75 ribu/ jerigen.
Kemudian pedagang mengaku, di tengah kelangkaan migor, pasar kebanjiran pasokan minyak goreng kemasan yang dibeli dari mobil-mobil box yang kualitasnya jauh dibawah merk-merk ternama. Tapi harga jual migor bocai itu justru menyamai merk-merk terkenal.
Di sela-sela interaksinya dengan pedagang,  Laiskodat menanyakan apakah ada yang menjual minyak kelapa.
Dari enam kios sembako yang didatangi Laiskodat hanya satu yang menjual minyak kelapa. Orang nomor satu di Provinsi NTT itu lalu membeli dua botol minyak kelapa dari pedagang yang mengaku minyak kelapa itu didapatkan dari Kisol Manggarai Timur.
“Sudah lama jual minyak kelapa dan dari mana datangnya minyak kelapa ini?,” tanya Laiskodat kepada Minah pemilik kios.
Selain soal minyak goreng yang langka dan mahal, pedagang juga mengkhawatirkan pasokan cabai besar dan cabai keriting yang mulai menurun. Menurut pedagang, stok cabai lokal sangat terbatas dan cepat habis di pasaran.
Gubernur Laiskodat menanyakan sumber pasokan bawang merah dan bawang putih, tomat serta cabai yang dijual di pasar inpres. Pedagang mengatakan, semua kebutuhan pokok dipasok dari Jawa, Sulawesi Selatan dan Bima atau Sape Nusa Tenggara Barat (NTB). Hanya bahan bumbu-bumbuan tertentu yang bersumber dari petani di Manggarai.
Respon gubernur
Terhadap persoalan yang diutarakan oleh para pedang Pasar Inpres Ruteng, Gubernur NTT mengaku tidak bisa mengatur harga minyak goreng yang terus melambung.
Menurut dia, kelangkaan minyak goreng sedang dicari solusinya oleh Pemprov NTT sebab menurut Gubernur Viktor Laiskodat,  kelangkaan minyak goreng bakal berlangsung lama dan tidak tahu kapan berakhirnya.
Langkah cepatnya, kata Laiskodat, dia akan menerbitkan Peraturan Gubernur (pergub) tentang pola penjualan komodoti kelapa dari wilayah NTT yang diatur supaya menjual bahan jadinya saja.
“Soal kelangkaan minyak goreng itu pastilah karena minyak goreng memang tetap didatangkan dari luar. Kita sedang menyiapkan Pergub agar kelapa tidak akan jual,apa namanya , secara bahan baku tapi kita akan menyiapkan agar komoditi kelapa kita bisa menjadi bahan jadi, minyak kelapa  lalu ampasnya dijadikan pakan ternak dan lain-lain,” terang Viktor Laiskodat.
Sementara terkait bahan bumbu masakan yang didatangkan dari luar NTT, Gubernur Laiskodat membuat terobosan yang berhubungan dengan optimalisasi pertanian hortikultura di seluruh wilayah NTT.
“Yang kedua kita lihat bahwa banyak barang masih tetap membanjiri NTT, tomat masih dari luar, bawang cabe masih dari luar. Itu menunjukkan bahwa kita belum serius mendorong pertanian untuk menjadi bagian dari diri kita sendiri. Itu masuk dipasar itu untuk kita mengecek produk-produk mana saja yang kita bisa kerjakan di dalam wilayah Nusa Tenggara Timur tapi sampai saat ini kita masih datangkan dari luar. Itu yang perlu supaya kita dapat mengantisipasi ke depan pa-apa saja yang perlu kita siapkan,” tutupnya. (js)
Baca juga  Gubernur Laiskodat Gandeng Lembaga Agama Atasi Stunting di NTT
Tag: