floressmart.com—Kantor Pengadilan Negeri Ruteng Manggai Nusa Tenggara Timur terbakar, Kamis 15 September 2016. Kebakaran terjadi saat sidang berlangsung. Kondisi tersebut membuat situasi di dalam lingkungan PN Ruteng menjadi hiruk pikuk.
Pantauan media ini, tampak para hakim, terdakwa, jaksa, tahanan, pengujnung sidang serta staf PN Ruteng berhamburan keluar dari gedung dua lantai tersebut.
Mobil pemadam kebakaran milik Pemda Manggarai dikerahkan ke lokasi kejadian. Alhasil, Damkar dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai itu berhasil memadamkan api 10 menit kemudian.
Beruntung tidak ada korban dalam perisitiwa kebakaran itu. Hanya saja sejumlah orang terlihat pingsan dan ditandu dari dalam kantor.
Kebakaran ini hanyalah sebuah simulasi bukan kejadian sebenarnya. Meski demikian banyak warga yang berkerumun di depan kantor yang berlokasi di jalan Komodo No 30 Kelurahan Pitak ini.
Ketua Pengadilan Negeri Ruteng, Harris Tewa menjelaskan, simulasi pemadaman kebakaran ini merupakan kerjasama PN Ruteng dengan BPBD Manggarai.
Hal itu kata Harris bertujuan untuk mengajar cara pencegahan dan penanggulangan serta penyelamatan kebakaran jika terjadi di dalam lingkungan PN Ruteng.
“Kita harus menjadi tenaga terlatih mengangani kebakaran baik yang terjadi di dalam kantor atau di pemukiman warga. Simulasi ini sebagai bahan training bagi kelurga besar PN Ruteng untuk menjadi tim reaksi cepat bencana,” Ungkap Harris.
Diterangkan Harris, penanganan bencana kebakaran dan kegempaan merupakan salah satu SOP yang mulai diberlakukan di lingkungan PN Ruteng.
“Di kantor kita tersedia beberapa tabung pemadam api Hydran. Sudah siap semua. Manakala ada kejadian langsung diatasi,” Tuturnya.
Sejumlah personil dari BPBD Manggarai tampak hadir dalam simulasi yang diawali dengan presentasi materi penaggulangan bencana ini. (js)