Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua di Manggarai Pakai AstraZeneca

Sosialisasi penggunakan  vaksin AstraZeneca (Photo : istimewa).

Floressmart- Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai menggelar rapat evaluasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama dan sosialisasi introduksi vaksin baru (AstraZeneca).

Bertempat di Aula Puspita Efata Ruteng, Selasa 20 April 2021, sosialisasi dan evaluasi dihadiri tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas tingkat Kabupaten Manggarai.

Dalam paparannya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Nobertus Burhanus mengatakan total vaksin AstraZeneca multi dosis yang diterima Dinas Kesehatan sebanyak 44 vial dan telah digunakan untuk pelayanan publik pada 16 April 2021.

Menukil laman Facebook Protokol Kabupaten Manggarai, Nobertus menyampaikan, penyuntikan Vaksin AstraZeneca dilakukan di dua tempat yakni Puskesmas Reo sebanyak 100 orang dan Puskesmas Iteng sebanyak 100 orang.

“Total keseluruhan penerima vaksin ini sebanyak 200 orang,” kata Nobertus Burhanus.

Dalam arahannya, Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai ini, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan, rumah sakit, faskes swasta, puskesmas, dan lintas sektor serta program, yang telah menyukseskan pelaksanaan vaksinasi tahap pertama bulan Januari hingga April 2021.

Baca juga  Pemkab Manggarai Dapat Bahan Disinfektan dari Paguyuban Tionghoa

“Secara umum (vaksinasi) berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ia pun berharap pelaksanaan vaksinasi kedua menggunakan vaksin baru AstraZeneca bisa berjalan dengan lancar.

Edukasi efek samping

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komnas KIPI Kabupaten Manggarai dr. Maria S. Ganggu, SpPD, memaparkan materi terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Menurutnya, edukasi terhadap pasien dan keluarga sebelum pemberian vaksinasi sangat penting.

“Vaksinasi tidak ada yang seratus persen bebas dari efek samping,” ungkap dr.Maria.

Untuk itu, tandas dia, petugas kesehatan wajib memberikan edukasi terkait efikasi dan efek yang ditimbulkan. Untuk menjamin kesinambungan dan keamanan, pemberian vaksinasi Covid-19 lanjut dia, dosis satu dan kedua harus berasal dari jenis vaksin yang sama.

Baca juga  13 Orang Positif Rapid Test Corona di Labuan Bajo Peserta Ijtima Gowa

“Bila dosis pertama Sinovac, maka dosis kedua juga harus Sinovac. Demikian juga dengan AstraZeneca. Itu berlaku sama,” terangnya.

Terkait pemakaian vaksin baru Covid 19, AstraZeneca, ia menegaskan bahwa pemakaian vaksin ini tidak menyasar kepada pasien dengan gejala berat maupun yang sedang dalam perawatan.

AstraZeneca perkuat imunitas

Khusus vaksin baru ini, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes RI telah mengeluarkan Surat Edaran bernomor HK.02.02/II/841/2021 tentang informasi mengenai vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Dalam surat tersebut dikatakan bahwa vaksin ini merupakan vaksin vektor adenoviral (rekombinan) yaitu mengandung virus flu biasa yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat bereplikasi atau berkembang di dalam tubuh manusia tetapi dapat menimbulkan respon kekebalan terhadap Covid-19.

BPOM telah menjamin keamanan dan kualitas dari vaksin ini dengan telah diterbitkannya Emergency Use Authorization (EUA) tanggal 22 Februari 2021 dengan nomor EUA2158100143A1.

Baca juga  Gawat ! Pasien Positif COVID-19 Kabur dari Wisma Atlet

Masih dari surat tersebut, dikatakan bahwa vaksin yang harus disimpan pada suhu 2 sampai 8 derajat celcius ini diberikan kepada sasaran dengan usia minimal 18 tahun sebanyak dua dosis dengan takaran 0,5 ml secara intramuscular (injeksi kedalam otot tubuh) dengan interval 8-12 minggu dari dosis pertama. Efikasi (kemanjuran atau manfaat) terbaik didapatkan pada interval pemberian vaksin 12 minggu dengan nilai efikasi 76 persen.

Sedangkan KIPI yang sangat umum terjadi (kemungkinan dibawah 10 persen) biasanya bersifat ringan yaitu pusing, mual, nyeri otot (myalgia), nyeri sendi (arthralgia), nyeri di tempat suntikan, kelelahan, malaise, dan demam. Bila keluhan berlanjut, peserta vaksin disarankan untuk segera menghubungi petugas kesehatan atau ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Turut hadir pada acara tersebut, Direktur RSUD dr. Ben Mboi, Direktur Rumah Sakit Cancar, Kepala BPJS, Kepala Puskesmas dan Tim Vaksinator se-Kabupaten Manggarai. (js)

Tag: