Penasaran dengan Cashback Mobil dari Bank NTT, Penjelasan Direktur Tirta Komodo Bikin Paham DPRD

Mobil Toyota Fortuner terparkir di kantor Perumda Tirta Komodo ( Sumber : Floressmart).

Floressmart- Program Cashback Bank NTT berupa mobil Toyota Fortuner tipe standar kepada Perumda Tirta Komodo memunculkan rasa penasaran bagi sejumlah pihak termasuk DPRD Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Untuk mencari tahu soal itu, lima anggota dewan bertandang ke kantor Perumda Tirta Komodo di Jalan Pelita Ruteng, Selasa (9/8/2022).

Kelima anggota DPRD Manggarai itu masing-masing, Simprosa Rianasari Gandut (Golkar), Edison Rihi MOne (Hanura), Zakarias Jelahat (Golkar), Silvester Nado (Demokrat) dan Ambros Garung (Golkar).

Para wakil rakyat yang tiba sekitar Pukul 13.10 WITA itu diterima oleh Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo, Marselus Sudirman didampingi manajemen di ruang rapat perumda.

Anggota dewan terhormat bilang datang ke Perumda Tirta Komodo sebagai perpanjangan tangan masyarakat terutama masyarakat yang bertanya-tanya  mengenai mobil baru yang terparkir di garasi Tirta Komodo.

“Kami datang ke sini karena banyak sekali polemik-polemik yang beredar opini-opini yang saat ini sedang beredar luas di masyarakat Manggarai pertama berkaitan dengan situasi terakhir yang ramai diperbincangkan di publik Manggarai berkaitan dengan dana cashback yang diterima oleh PDAM Tirta Komodo dari bank NTT berupa sebuah mobil Fortuner yang digunakan untuk operasional PDAM Tirta Komodo dan setelah kami lakukan komunikasi dengan bank NTT dan Bank NTT menyatakan bahwa benar ada cashback itu berupa mobil Fortuner yang diberikan oleh Bank NTT kepada PDAM karena ada deposito uang sebesar Rp6 miliar dari Perumda Tirta Komodo di Bank NTT,” kata Simprosa Gandut.

Walau tidak begitu formal tapi pertemuan tersebut mirip rapat di DPRD sebab para wakil rakyat itu secara bergantian mencecar Direktur Tirta Komodo seputar cashback itu. Tidak saja soal mobil, mantan Kasdim 1612 Manggarai itu juga meladeni pengaduan yang disampaikan wakil rakyat mengenai persoalan air minum di masyarakat.

Baca juga  Untuk Pertama Kalinya Manggarai Dapat Opini WTP dari BPK

“Masyarakat mempertanyakan dan kami pun melanjutkan pertanyaan masyarakat ini.

Itu tugas kami melanjutkan pertanyaan masyarakat sehingga tidak ada opini- opini lain di masyarakat kita mau supaya terang benderang dan tidak ada opini-opini lagi berkaitan dengan dana cashback karena memang hasil dari uang rakyat sementara bunga deposito itu mengapa tidak kembali ke rakyat dan apakah dibenarkan Perumda Tirta Komodo mendepositokan uangnya di Bank NTT,” sebut Simprosa lagi.

Sebuah pernyataan disampaikan Edison Rihi Mone. Edison bilang, tidak sedikit pihak berdikusi dengannya memberi kesan mewah pada kepemimpinan Marselus Sudirman.

“Kita datang diskusi untuk menyamakan persepsi yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Yang kedua kemudian jangan sampai kemudian ada stigma di tengah masyarakat bahwa ini pak dirut bahwa ada gaya hidup kemewahan di mana di tengah-tengah masyarakat lagi kesulitan kemudian direkturnya menggunakan kendaraan yang menurut mereka terlalu fantastis. Mohon maaf ini kenapa saya harus bicara terbuka begini karena memang tugas saya satu adalah memberikan pertimbangan dan memberi masukan,” tekan Edison.

“Yang terakhir memang begini bahwa ini penting juga ada persepsi  yang sama silaturahmi supaya apa yang menjadi kesulitan-kesulitan di sini bisa kita backup di DPRD. Satu sisi bahwa Perumda Tirta Komodo membutuhkan intervensi pinjaman berupa penyertaan modal tetapi di satu sisi gaya kehidupannya tidak memberikan semangat itu,” cecar Edison.

 

Anggota DPRD Manggarai usai menggelar pertemuan dengan Direktur Perumda Tirta Komodo (Sumber : Floressmart).

Penjelasan direktur 

Terhadap pertanyaan yang diajukan oleh Simprosa dan Edison, Marselus Sudirman menjelaskan riwayat mobil tersebut. Marselus memastikan perumda tidak mengeluarkan sepeser pun uang untuk mendatangkan mobil tersebut namun melalui program cashback atau hadiah dari Bank NTT setelah Perumda Tirta Komodo menyimpan sejumlah uang sebagai deposito.

Baca juga  Empat Poin Rekomendasi DPRD Manggarai Soal Kisruh Pemecatan Perangkat Desa Pong Lale

“Pertama saya mau sampaikan history-nya ya biar sama kita tahu jalan ceritanya. Pertama kita punya simpanan keuangan itu di bank NTT lalu yang kedua bank NTT punya program bukan hanya baru tahun 2021 tapi sudah tahun-tahun sebelumnya juga ada program cashback dia bervariasi programnya ada mau menyediakan motor ada juga menawarkan mobil jadi itu programnya bank NTT lalu kemudian ketika di tahun 2021 bank NTT itu punya program cashback mobil datanglah ke kami menawarkan tidak kepada semua nasabahnya bank NTT. Bank NTT itu datang ke kita menawarkan bahwa ada program cashback mobil Fortuner yang disediakan oleh bank untuk tahun 2021 dengan syarat-syaratnya. Apa syaratnya adalah menyimpan dalam bentuk program mereka sejumlah uang nominalnya untuk berapa lama untuk 3 tahun,” terang Marselus.

Tawaran dari pihak Bank NTT lanjutnya, tak langsung disetuji begitu saja tapi melalui rapat internal hingga dilaporkan kepada Dewan Pengawas (Dewas) dan Kuasa Pemilik Modal (KPM) dalam hal ini Bupati Manggarai.

“Saya sebagai direktur bersama manajemen buat rapat. Jadi bicara ini cashback ini kan menyimpan uang di-lock ya uangnya tidak boleh keluar selama 3 tahun. Manajemen menghitung kalau menyimpan Rp6 miliar dengan dapat mobil cashback-nya mobil itu pas. Ini cashback tidak bisa berbentuk uang ya dia hanya berbentuk barang. Manajemen menggaransi kalau hanya menyimpan Rp6 miliar itu tidak membuat mati perusahaan sebab meski diblokir selama tiga tahun tapi perusahaan masig mendapat bunga giro dan deposito setiap bulan dan terlapor di pembukuan perusahaan,” tuturnya.

Menanggapi Simprosa yang mengusulkan sebaiknya uang milik Perumda yang disimpan di Bank NTT dipakai untuk perluasan jaringan air minum ketimbang cashback, Marsel menjelaskan bahwa pengembangan dan perluasan jaringan air minum merupakan kegiatan rutin setiap tahun baik reguler maupun melalui pemasangan meteran baru melalui program MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dari Kementerian PUPR. Kemudian perusahaan sebut Marselus harus memiliki dana cadangan di bank untuk mengantisipasi terjadinya kolaps.

Baca juga  Wabup Manggarai Umumkan Marselus Sudirman sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo

Menimpali Edison yang menilai kepemimpinan Marselus hedonis atau gagah-gagahan menurutnya sangat berlebihan sebab Marselus merasa mobil baru yang diparkir di garasi kantor Perumda Tirta Komodo merupakan kendaraan operasional perusahaan bukan milik perorangan.

“Kalau masyarakat mempersepsikan itu adalah sebuah gaya hidup mewah saya jujur saya juga anak orang kampung saya punya mobil pribadi saja tidak jelas begitu. Tapi karena peluang ini saya coba ambil apalagi tawarannya itu menyimpan Rp6 miliar lalu kemudian dia tetap berbunga dan dapat mobil juga. Kami sudah lapor ke KPM, kuasa pemilik modal lewat badan pengawas. Kami lapor resmi dengan surat perjanjiannya itu kira-kira history-nya,” beber Marselus.

“Mungkin bapak ibu dewan atau masyarakat melihatnya itu sebagai sesuatu yang merugikan tetapi dalam hitungan kami tidak rugi itu tidak rugi malah itu adalah keuntungan perusahaan karena perusahaan ini kan jadi milik perusahaan dia tidak milik perorangan itu menjadi inventaris perusahaan,” terangnya lagi.

Marselus Sudirman juga mengatakan, Perumda Tirta Komodo juga mendapat program cashback dari Bank NTT pada 2020 lalu berupa 8 unit sepeda motor untuk operasional para pegawai.

Setelah mendapat penjelasan yang runut dari Direktur Perumda Tirta Komodo, para legislator itu mengaku paham dan siap menjelaskan kepada publik jika masih ada masyarakat yang menanyakan soal cashback termasuk kepada internal lembaga DPRD.

“Kami menyampaikan terima kasih atas penjelasan yang telah diberikan secara terbuka semuanya tidak ada yang ditutup-tutupi sehingga kami punya bekal dan menjelaskan kepada masyarakat yang mempertanyakan soal cashback dan kiranya kemitraan kita harus horamonis seperti ini,” tutup Simprosa pada penghujung pertemuan tersebut. (js)

Tag: