Gelar Perkara Praktik Jual Beli Proyek Istri Bupati Manggarai Dilakukan di Polda NTT

Kapolres Manggarai, AKBP Yoce Marten (Foto : Floressmart).

Floressmart- Nasib Meldiyanti Hagur yang merupakan istri Bupati Manggarai Nusa Tenggara Timur dalam kasus dugaan suap melalui praktik jual beli proyek APBD tahun 2022 segera ditentukan dalam gelar perkara di Polda NTT.

Sejauh ini kasusnya memang sebatas merampungkan berita acara interogasi (BAI), tapi Kapolres Manggarai AKBP Yoce Marten belum memutuskan apakah kasus tersebut bakal dihentikan atau dilanjutkan.

AKBP Yoce Marten berkata, hasil pemeriksaan terhadap para saksi termasuk Adrianus Fridus sosok pengungkap kasus ini sekaligus pembeli proyek maupun penerima suap (Meldianti Hagur) beserta belasan saksi lainnya masih harus digelar bersama tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda NTT di Kupang.

Baca juga  Pengacara Bilang Istri Bupati Manggarai Menghadap Hari Kamis

“Kita sudah bersurat ke Polda (NTT) untuk dilakukan gelar perkara. Kita masih menunggu jadwal gelar dari Polda. Apakah nanti diteruskan ke penyidikan atau pengusutannya dihentikan kita tunggu hasil gelarnya nanti,” kata AKBP Yoce Marten ditemui Rabu (16/11/2022).

Mantan Kapolres Lembata itu menerangkan bahwa pengusutan dugaan jual beli proyek yang menggunakan sandi “kemiri” tersebut bukanlah peristiwa pidana korupsi sebab pihak-pihak yang terlibat tidak satupun dari unsur penyelenggara negara meskipun faktanya kasus ini ditangani unit Tipikor Polres Manggarai.

“Dari awal kita tentukan bukan ranah korupsi karena pihak yang terlibat bukan ASN atau penyelenggara. Tapi seperti apa nanti perkembangannya pasti kita sampaikan setelah gelar di Polda,” sebutnya lagi.

Baca juga  Apa Kabar Dugaan Suap Istri Bupati Manggarai? Kasat Reskrim : Adrianus Ubah Lagi Keterangannya

Kapolres Yoce Marten juga menepis anggapan seolah-olah pengusutan kasus tersebut sengaja diulur-ulur sembari menunggu magnitude pemberitaannya melandai.

“Kasus ini dimonitor sampai nasional ya jadi tidak ada yang bengkok-bengkok,” tegasnya.

Pakai sandi “kemiri”

Dalam pengusutan kasus ini, kepolisian telah memeriksa belasan orang antara lain kontraktor Adrianus Fridus, Rio Senta (perantara suap), dua orang dekat Bupati Heribertus Nabit masing-masing Tomy Ngocung dan Wilibrodus Kengkeng serta 6 orang karyawan yang bekerja di toko milik Meldiyanti.

Lantaran kasus ini, nama Meldiyanti tenar diplesetkan sebagai “Ratu Kemiri” oleh netizen. Itu merujuk pada isi percakapan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp dari Adrianus Fridus yang mengirim pemberitahuan bahwa dia telah menitipkan uang Rp50 juta di salah satu karyawan yang bekerja di toko hasil bumi milik Meldiyanti pada pertengahan Juli 2022.

Baca juga  Usut Dugaan Suap Istri Bupati Manggarai, Polisi Berharap CCTV tapi Zonk!

“Ibu saya telah menurunkan 50 kg kemiri,” bunyi WhatsApp itu.

Adrianus Fridus, kontraktor yang membongkar praktik suap itu menyebut bahwa kesepakatan fee proyek 5% yang dipungut Meldiyanti Hagur disepakati di rumah jabatan Bupati Manggarai.

Dalam pemeriksaan di Polres Manggarai pada 8 September 2022, dia menyebut serah terima uang disaksikan oleh Rio Senta, orang dekat Meldiyanti yang bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) pada Dinas PUPR Manggarai. (js)

Tag: