Protes Hasil Seleksi Kompetensi P3K, Puluhan Guru Mengadu ke Dinas Pendidikan Manggarai

Puluhan guru mendatangi Dinas PPO Kabupaten Manggarai, protes hasil seleksi kompetensi P3K (Ist)

Floressmart- Puluhan guru mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (10/3/2023).

Mereka mengadu ke Kadis PPO Fransiskus Gero karena merasa hasil seleksi kompetensi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang diumumkan Kementerian Pendidikan beberapa hari lalu tidak adil untuk mereka.

Para guru yang berasal dari berbagai sekolah itu mengeluhkan berbagai hal. Ada yang mengadu terkait kejanggalan hasil observasi, ada juga yang mengadu terkait hasil pra sanggah dan sanggah, ada pula yang mengadu terkait kejanggalan keputusan penempatan.

Tak hanya itu, guru-guru yang membidangi berbagai formasi mata pelajaran di sekolahnya masing-masing juga protes akan janggalnya penilaian yang diumumkan Kementerian Pendidikan. Meskipun nilai observasinya tinggi tetapi dinyatakan tidak lolos hasil seleksi kompetensi.

Parahnya pula, belasan guru di sebuah sekolah tak satu pun lolos seleksi kompetensi P3K padahal mereka sudah puluhan tahun mengajar dengan status guru komite dan honorer.

Masih banyak juga bentuk pengaduan lain yang disampaikan oleh guru-guru sekolah negeri pada kesempatan tersebut.

Baca juga  Gaduh Pemecatan Nakes,  Edison : Bupati Barbar

Lantas, mereka pun bertanya tentang hasil observasi dan penilaian yang diberikan oleh kepala sekolah, pengawas dan guru senior selama mengabdi di sekolah.

“Kami kecewa dengan hasil seleksi kompetensi ini. Keputusannya sungguh tak adil. Saya sudah puluhan tahun mengabdi untuk lembaga dan anak bangsa, nilai saya juga tinggi, formasi saya juga dibuka tapi kenapa tidak lolos,” kata seorang guru di hadapan Kepala Dinas PPO, Fransiskus Gero.

Seorang guru di sebelahnya juga mengadu terkait hasil observasi dan penilaian yang diberikan kepala sekolah, pengawas dan guru senior.

“Formasi saya dibutuhkan. Saya satu-satunya guru di sekolah itu yang fight dari awal dengan formasi ini, tidak ada guru lain. Nilai saya juga tinggi. Tapi begitu lihat pengumuman dari kementerian pendidikan tidak lolos, rasanya mau jatuh pingsan, padahal saya sudah mengabdi puluhan tahun,” tutur seorang guru perempuan.

Masih tentang pengaduan yang sama, seorang guru dari sekolah pedalaman juga ikut kecewa terhadap hasi seleksi kompetensi P3K.

Ia mengaku sudah mengabdi sejak lama dan mendapat penilaian tinggi. Tapi dalam pengumuman hasil seleksi lebih dominan guru baru yang lolos.

Baca juga  Gaduh Pemecatan Nakes,  Edison : Bupati Barbar

“Saya sudah mengabdi berpuluh-puluh tahun di sekolah, bahkan saya ikut berjuang mengalihkan sekolah tersebut dari status swasta ke negeri. Nilai observasi saya tinggi, tidak ada formasi lain yang masuk dari luar di sekolah tapi negara meloloskan guru baru yang hanya setahun dua tahun mengabdi, sementara saya dinyatakan tidak lolos dalam pra sanggah dan sanggah. Ini sungguh tak adil Bapak. Tolong perjuangkan nasib kami,” keluhnya.

Bahkan, kata dia, ada guru SMP yang lolos P3K tetapi penempatan sekolahnya di SD. Jadinya kebutuhan formasi di sekolah itu saling tabrak.

Puluhan guru mendatangi Dinas PPO Kabupaten Manggarai, protes hasil seleksi kompetensi P3K. (Ist)

Siap tindaklanjuti

Menanggapi itu, Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai, Fransiskus Gero menyatakan siap untuk menindaklanjuti aduan guru SD dan SMP tersebut.

“Saya sebagai kadis juga bingung karena pengumumannya tidak melalui dinas. Saya sudah telepon mereka kemarin di kementerian tetapi tidak angkat, mungkin kami akan melanjutkan aduan ini ke Bupati agar bisa diperjuangkan,” kata Gero.

Baca juga  Gaduh Pemecatan Nakes,  Edison : Bupati Barbar

Ia pun meminta agar para guru membuat aduan itu secara tertulis untuk kemudian dikirim ke kementerian melalui aplikasi. Ditegaskan Gero agar para guru tidak membuat aduan yang sifatnya menyerang personal tetapi membuat aduan yang sifatnya membela kepentingan bersama.

“Buat saja aduan itu secara tertulis, setelah itu kasi ke saya. Dan ingat jangan buat aduan yang sifatnya menyerang orang, contoh kenapa saya tidak lolos sedangkan dia lolos, nah ini yang saya tidak terima. Buat saja secara umum tentang aduan kalian yang merasa penilaiannya tidak adil. Itu yang kami akan perjuangkan bersama bupati dan DPRD,” tegas ketua alumni PA GMNI Manggarai itu.

Sama dengan jawaban Kadis Fransiskus Gero, anggota DPRD Komisi A, Edison Rihi Mone yang hadir mendengar aspirasi para guru tersebut menyatakan siap untuk menindaklanjutinya.

Ia mengatakan, pihaknya berencana mengundang kadis dan Bupati untuk melakukan rapat dengar pendapat di DPRD membahas aduan ini.

“Tolong sekarang buat secara tertulis supaya kami omong juga pakai data. Saya selaku anggota DPRD Komisi A yang membidangi pendidikan akan berjuang semaksimal mungkin untuk nasib guru. Ini baru DPRD kabupaten, kalau saya DPR pusat mungkin saya orang pertama yang pergi menghadap itu Nadiem Makarim,” tegas Edison. (js)

Tag: