Pengembangan PLTP Ulumbu Didukung Warga dan Tokoh Adat Poco Leok

PLTP Ulumbu di Kabupaten Manggarai-NTT (Sumber : PLN).

Floressmart- Sosialisasi menyeluruh terus dilakukan PT PLN (Persero) demi percepatan proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok.

Di bawah kendali Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) sosialisasi yang gencar tak lepas dari arahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Gubernur Viktor mengatakan, ketersediaan listrik bersih diyakini berdampak signifikan pada pengembangan ekonomi di NTT termasuk untuk menunjang kebutuhan elektrifikasi pariwisata Labuan Bajo yang ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas.

“Saya meminta masyarakat untuk mendukung keseriusan pemerintah melalui PLN dalam mengolah potensi panas bumi di Pulau Flores, termasuk pengembangan PLTP Ulumbu. Saya harapkan seluruh komponen ikut terlibat untuk membantu sehingga program ini berjalan lancar,” demikian penegasan Laiskodat yang disampaikan belum lama ini.

Di tengah polemik yang membayang-bayangi pengembangan PLTP Ulumbu, PLN mengklaim mendapat dukungan dari warga dan tokoh adat lingkar PLTP.

Narsisius anak dari Tu’a Gendang kampung Rebak, Desa Mocok, Satar Mese menilai pengembangan PLTP Ulumbu tidak hanya menambah ketersedian listrik di wilayah Poco Leok juga diharapkan peluang bagi kaum muda setempat untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca juga  BPN Kebut Pengukuran Lahan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok

“Pasti lebih maju ketimbang seperti sekarang secara ekonomi masyarakat,” kata Narsisius dikutip dari siaran pers PLN yang diterima Selasa (13/6/2023).

Sementara itu, tokoh masyarakat Gendang Rebak, Leksianus Antus, memastikan tidak ada pemilik pahan yang melarang proses pemboran nantinya. Leksianus mengatakan, penolakan justru muncul dari warga yang tidak memiliki lahan di wilayah pengeboran PLTP Ulumbu.

Sementara tua adat kampung Mesir, Vinsensius Godat mengaku bersyukur karena potensi PLTP di Poco Leok dapat dikembangkan sebab menurutnya masih cukup banyak wilayah di Poco Leok yang belum menikmati listrik PLN.

Demikian pula Elfridus Hambur tokoh muda asal Gendang Leda, Desa Lungar. Dia mengungkapkan, pembangan PLTP Ulumbu merupakan program nasional untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kalau misalnya ada yang menolak, tinggal jelaskan lebih rinci lagi. Kalau masih menolak tinggal mengumpul saja masyarakat apakah program ini membawa dampak buruk, atau membawa dampak baik. Dan, sampai sekarang saya melihat lebih banyak dampak positif,” ucap Elfridus Hambur.

Baca juga  Geothermal Ditolak dan Sikap Wabup Ingin PLN 'Cooling Down'

Menurut Elfridus, dengan kehadiran PLTP Ulumbu selama ini banyak infrastruktur di wilayah Poco Leok semakin optimal sehingga mendukung aktivitas masyarakat sekitar.

Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut berkata, masyarakat Desa Wewo yang berada di Wellpad G sangat mendukung perluasan PLTP Ulumbu di Poco Leok.

“Kami dan masyarakat Desa Wewo kecewa apabila pengembangan PLTP Ulumbu dibatalkan karena terlampau banyak waktu yang digunakan dalam berbagai kegiatan selama ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kornelis Wajong selaku putra asli Poco Leok meminta PLN untuk menjaga keharmonisan di Poco Leok.

Dukungan juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Manggarai Fraksi Hanura, Paulus Jemarus. Dia mendukung penub langkah pemerintah pusat melalui pengembangan PLTP Ulumbu 2×20 MW di wilayah Poco Leok.

“Masyarakat kita sangat membutuhkan penerangan listrik,” kata Paulus Jemarus.

Tokoh adat Poco Leok menyatakan dukungan PLTP (Sumber : PLN).

Menyangga kebutuhan elektrifikasi di NTT

Penambahan jaringan di wilayah Poco Leok sebagai tempat pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 adalah langkah urgen yang mesti segera dilakukan. Hal tersebut merupakan komitmen PT PLN (Persero) dalam pembangunan pembangkit yang akan digarap di wilayah Poco Leok, sehingga wilayah tersebut menjadi prioritas utama penambahan jaringan di provinsi NTT.

Baca juga  Pengembangan PLTP Ulumbu, Proyek Percepatan Transisi Energi dan Cara PLN Kurangi Emisi Karbon

General Manager (GM) PT PLN UIP Nusra, Abdul Nahwan, menuturkan saat ini kebutuhan energi listrik di NTT mengalami pertumbuhan signifikan. Sehingga penambahan pasokan listrik, khususnya dari pembangkit EBT sangat dibutuhkan.

“Pemanfaatan potensi panas bumi PLTP Ulumbu ini sejalan dengan road map percepatan peningkatan bauran EBT nasional demi mencapai NZE pada 2060. Adapun pengembangan PLTP Ulumbu unit 5 dan 6 ini berkapasitas total 40 Megawatt,” jelas Abdul Nahwan.

Kehadiran PLTP sebut Nahwan menjadi sangat penting karena sifatnya sustainable, yaitu dapat menghasilkan energi berkelanjutan sehingga tersedia untuk jangka waktu yang panjang. Di samping itu, tambah dia, energi panas bumi bersifat reliable yakni tidak tergantung pada kondisi cuaca.

Keunggulan lain dari PLTP ialah bersifat direct use atau dapat dipakai langsung ke pengguna akhir, menciptakan lapangan pekerjaan, serta ramah lingkungan. (js)

Tag: