Baru Terjadi Pastor Jadi Perwira Polri, Keuskupan Ruteng Beri Penjelasan

 

Romo Oktovianus ( batik cokelat) saat menjalani seleksi perwira Polri di Polda NTT (ist).

Manggarai Barat- Pastor Oktovianus Pelagian Ranta dari Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur mulai menjalani pendidikan setelah lulus tes perwira Polri dari jalur program Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Polri Tahun 2024.

Ini merupakan kelulusan pertama seorang pastor diterima dalam jalur SIPSS Polda NTT dan pengalaman pertama seorang pastor jadi anggota polisi.

Penerimaan SIPSS ini sesuai pengumuman Kapolri Nomor Peng/1/DIK.2.1./2024 tanggal 8 Januari 2024.

Imam Katolik yang bertugas di Paroki Santa Familia Wae Nakeng Lembor Manggarai Barat telah menjalani sekolah perwira selama 6 bulan ke depan sejak 1 Maret 2024.

Jalur khusus

Pihak Keuskupan Ruteng menjelaskan, polisi jadi anggota Polri memang baru pertama kali berdasarkan permintaan Uskup Keuskupan TNI Polri Mgr.Ignasius Kardinal Suharyo.

“Uskup Keuskupan TNI Polri yakni Mgr Ignasius Kardinal Suharyo secara resmi minta kesediaan Bapak Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat untuk mengutus seorang imam diosesan dalam rangka pelayanan di Keuskupan TNI Polri,” jelas Sekretaris Keuskupan Ruteng RD Manfred Habur dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (14/3/2024).

Baca juga  Meski Hujan, Penyambutan Uskup Sipri di Ruteng Berlangsung Meriah

“Uskup Ruteng telah mengutus Rm Pelagian Ranta secara resmi utk pelayanan di Keuskupan TNI Polri. Sebagai persyaratan mereka harus menjadi anggota organik TNI Polri. Karena itu mereka harus mengikuti pendidikan resmi Akademi TNI Polri,” lanjutnya.

Menurut Pastor Manfred, Rm Ranta direkomedasi oleh Uskup TNI Polri untuk pelayanan di Polri selepas masa pendidikan di Akpol.

“Karena itu dia mngikuti pendidikan di Akademi Polisi. Setelah tamat dia akan menjadi pastor polisi di Pusbintal Polri,” katanya.

Pastor Oktovianus merupakan sarjana filsafat yang mengikuti seleksi SIPSS sebagai utusan Polres Manggarai Barat bersama beberapa pendaftar dari disiplin ilmu berbeda.

Klerus muda berusia 29 tahun ini menjadi salah satu dari dua orang yang dinyatakan lulus tingkat Panda Polda NTT dan mengikuti seleksi tingkat nasional pada 17 hingga 29 Februari 2024. Selain dirinya, terdapat satu lulusan lain yang merupakan seorang dokter.

Saat tahapan seleksi tingkat pusat, hanya  Oktovianus yang diterima. Sementara seorang peserta (dokter) kalah saat perangkingan nasional.

Saat mengikuti seleksi tingkat Panda Polda NTT pastor Oktovianus mengaku tak menyangka dengan penunjukan dirinya oleh Keuskupan Manggarai untuk mengikuti tahapan seleksi SIPSS di Kupang.

Baca juga  Ini Penjelasan Resmi Terkait Rapat “Rahasia” Para Pastor di Ruteng

Imam muda yang biasa dipanggil Romo Choky Ranta ini mengaku sejak ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat pada Oktober 2023 lalu maka ia harus patuh dengan tugas imamat termasuk penugasan dirinya mengikuti seleksi menjadi perwira Polri.

“Orang tua memang agak keberatan, tapi semua keputusan soal keberadaan saya diserahkan ke Keuskupan dan saya siap ditugaskan dimana saja termasuk diutus mengikuti seleksi Polri untuk sekolah perwira,” ujar Oktovianus.

RD Choky Ranta lolos tes perwira Polri (Is)

Tamat langsung IPDA

Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Satrya Yusada menyambut baik kelulusan pastor kiriman Panda Polda NTT itu.

Ia berharap, Oktovianus dapat menyesuaikan diri di lembaga pendidikan dan mengikuti proses pendidikan dan latihan di Akpol Lemdiklat Polri hingga selesai dalam 6 bulan ke depan dan bisa menjadi perwira Polri yang menjalankan tugas dan fungsi sesuai aturan yang ada.

“Pada penerimaan kali ini, Polri menerima 100 orang yang dididik di Akademi Kepolisian Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Akpol Lemdiklat) Polri di Semarang, Jawa Tengah,” kata Kombe Pol Satrya Husaya.

Baca juga  Hari Ini Vatikan Umumkan Uskup Ruteng yang Baru

SIPSS kaya Satrya adalah rekrutmen penerimaan calon perwira Polri menjadi perwira pertama Polri. Setelah lulus, siswa akan menjadi Perwira Pertama Polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda)

Pendidikan pembentukan SIPSS merupakan pendidikan bagi lulusan sarjana yang dibutuhkan dalam profesi kepolisian.

Penerimaan SIPSS 2024 salah satunya mensyaratkan pendaftar untuk mengikuti dan lulus rangkaian pemeriksaan serta ujian daftarnya.
Tahapan seleksi tingkat panitia daerah (panda) dilakukan dengan sistem gugur dan atau sistem ranking mulai dari pemeriksaan administrasi awal dengan penilaian kualitatif, memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat.

Oktovianus lahir di Pagal Manggarai pada 8 Oktober 1995. Ia menyelesaikan sekolah dasar di SDK Tentang 2, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat dan melanjutkan pendidikan menengah di SMP Kemasyarakatan Ndoso.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, Manggarai Barat dan kemudian belajar filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK)Ledalero, Maumere.

Oktovianus menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Seminari Menengah St. Yohanes Paulus 2 Labuan Bajo. Ia juga menjadi pastor kapelan di Paroki Santa Familia Wae Nakeng Lembor. (js)

Tag: