Narasi Meledek Usia Tua Calon Bupati Manggarai Bikin Ngakak

Manseltus Mitak membawakan sambutan dalam acara tatap muka balon bupati Manggarai Ebert Ganggut (Foto : Yohanes).

Manggarai- Pamor perpolitikan dan demokrasi tanah air amat dipengaruhi figur-figur senior. Tokoh-tokoh eksis yang diakui bergagasan kuat rata-rata diatas 70 tahun.

Namun dalam konteks perebutan kekuasaan, semisal pilkada, usia tua kerap menjadi bahan ejekan. Tua dinarasikan sebagai umur yang mesti hiatus atau istirahat panjang dari kerja berat.

Mantan Sekretaris Daerah, Manseltus Mitak bahkan menyebut medan di Manggarai sangat berisiko untuk Bupati dan Wakil Bupati Manggarai diatas 60 tahun.

Narasi ini menurut Manseltus Mitak tidak dikontekskan pada orang per orang yang saat ini diisukan maju pilkada Manggarai.

Itu diterangkan secara jujur berdasarkan pengalaman Manseltus Mitak sendiri yang sejak usia muda sampai pada usia 60 tahun melanglang buana di wilayah Manggarai sebagai seorang ASN.

“Omong Bupati dan Wakil Bupati soal melayani rakyat harus selalu bersama rakyat melintasi medan di Manggarai yang kita tahu sulitnya kayak apa.  Walaupun di atas kursi mobil yang empuk tetap saja sangat rawan untuk usia tua. Makanya waktu pas pensiun 60 tahun tempo hari saya pensiun dengan sehat dan aman. Saya dulu waktu Sekda sakit badan berhari-hari kalau pulang dari Reok Barat karena apa karena faktor U (umur),” kata Mitak saat membawakan sambutan dalam acara tatap muka bakal calon bupati Ebert Ganggut di halaman Gendang Wade Kecamatan Wae Ri’i, Minggu (24/3/2024).

Baca juga  Keluarga : Viktor Madur Calon Bupati Bukan Wakil

Disinggung Mitak, usia tua kerap diplesetkan macam-macam dan satire ketika yang maju pilkada adalah figur yang berusia diatas 60 tahun.

“Memang sedih betul kita yang tua ini. Tapi ada benarnya usia 60 tahun ke atas sangat beresiko. Apalagi kalau ada sakit bawaan bisa dobel resikonya. Usia Bupati di Manggarai idealnya 60 tahun. Lebih dari itu baiknya urus cucu. Kalau masih mau politik ya politik sayang anak maksudnya dukung anak atau yang usia muda atau urus cucu saja di rumah,” kata Mitak bersambung dengan tawa massa yang hadir.

Baca juga  Pilkada Mahal, Sesat Pilih Membahayakan

Mitak berkali-kali bilang, perkataannya bersifat awas sebab medan tugas di Manggarai ini melelahkan dan menguras fisik.

“Lebih baik kita dorong yang muda-muda yang lebih enerjik. Kita yang tua ini lebih baik cukup ikat kambing dan pelihara babi saja stop di situ,” tutupnya sambil tertawa.

Masyarakat menghadiri tatap muka Ebert Ganggut di halaman Gendang Wade Kecamatan Wae Ri’i (Foto : Yohanes)

Usia maksimal tidak diatur

Sejumlah tokoh sudah menyatakan diri maju pilkada 2024 sebagai bakal calon bupati pun wakil bupati.

Dua tokoh senior seperti Viktor Slamet dan Maksimus Ngkeros bahkan sudah lebih dari setahun lalu menyatakan maju sebagai bakal calon bupati.

Terbaru Wakil Bupati Heribertus Ngabut mengumumkan tak lagi berpasangan dengan Bupati Heribertus Nabit tapi memilih maju menjadi bakal calon bupati pada pilkada serentak 27 November 2024 mendatang.

Baca juga  Bawaslu Manggarai : Kalau Kurang Duit Pilkada 2020 Bisa Ditunda

Selain tiga tokoh ini yang terbilang sudah senior karena usia mereka di atas 60 tahun.

Bermunculan pula bakal calon bupati pendatang baru semisal Ebert Ganggut, Yohanes Halut dan Thomas Dohu yang masih relatif muda termasuk Bupati petahana Heribertus Nabit yang dipastikan maju lagi sebagai calon bupati.

Syarat usia seseorang mencalonkan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Pasal 7 ayat (2) huruf e disebutkan berusia paling rendah 30 (tiga puluh) tahun untuk Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur serta 25 (dua puluh lima) tahun untuk Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati serta Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota.

Merujuk pasal tersebut, berarti seorang calon bupati dan calon wakil bupati serta calon wali kota dan calon wakil wali kota paling rendah berusia 25 tahun. Namun berapa batas usia maksimal atau paling tua tidak diatur dalam konstitusi. (js)

Tag: