Isu Diusung Demokrat Menguat, dr Ronal Susilo Bilang Begini

dr.Ronal Susilo, bakal calon bupati Manggarai  (Foto : Yohanes)

Manggarai- Marianus Ronal Susilo kian diperbincangkan publik semenjak menyatakan siap berkontestasi di Pilkada Manggarai Nusa Tenggara Timur 27 November 2024 mendatang.

Ronal Susilo memang dikenal luas sebagai dokter yang ramah, pemilik klinik Wae Laku, pengampu ODGJ Renceng Mose, Dikrektur RS St Rafael Cancar, Ketua IDI, Dosen UNIKA Santu Paulus Ruteng, Founder Club Buku Petra juga sebagai aktivis kemanusiaan dan pengurus PMI Cabang Manggarai.

Tekad pria kelahiran 1981 untuk maju Pilkada Manggarai sebagai bakal calon bupati sudah bulat. Tapi dokter muda itu tak berani klaim partai.

“Sampai dengan saat ini belum ada partai yang memutuskan dukungan kepada saya. Tapi pendekatan lintas partai intens, di tingkat lokal sampai pusat kita terus berjuang ya,” kata Ronal dalam jumpa pers, Selasa (2/4/2024).

Baca juga  Victor Slamet-Frans Ramli Deklarasi, Bangun Manggarai dengan Pertanian

Isu didukung Demokrat

Isu berhembus dr.Ronal bakal diusung Partai Demokrat. Kabar itu menguat sejak akhir Maret 2024.

Ronal Susilo tampak berupaya mengalihkan topik yang dicecar media soal kedekatannya dengan Demokrat.

“Pendekatan intens dengan teman-teman pengurus parpol. Kepada mereka saya menyatakan serius maju pilkada sebagai bakal calon bupati,” ulang Ronal.

“Tugas saya berikutnya mulai jalan melakukan sosialisasi supaya lebih dikenal. Mudah-mudahan dari keseriusan itu mereka (partai) mau mendukung,” katanya.

Lebih lanjut alumnus Universitas Pelita Harapan (UPH) untuk Magister Manajemen Rumah Sakit ini mengatakan sambil membangun kemistri dengan parpol, Ronal mengaku bahkan sering berdiskusi dengan sejumlah figur yang bakal meramaikan blantika perpolitikan pilkada Manggarai.

Baca juga  Narasi Meledek Usia Tua Calon Bupati Manggarai Bikin Ngakak

“Ada banyak bakal calon, hitungan saya ada 10 sudah saya temui kita diskusi. Menarik sekali bahwa semua teman-teman ini sangat memikirkan Manggarai ke depannya,”

Kristeria calon wakil

Pewarta juga memancing Ronal mengenai kriteria calon wakilnya nanti. Termasuk adakah syarat usia dalam penentuan calon pendampinnya. Alumnus SMA Seminari Pius XII Kisol itu menjawab taktis.

“Yang pasti wakil itu bisa mendukung pemikiran bupati. Terlibat dalam hal pengambilan keputusan. Kebijakan yang diambil dan keputusan yang keluar adalah undang-undang, resikonya harus ditanggung berdua bukan satu orang karena waktu keputusan itu sudah keluar dan terjadi sesuatu maka yang bertanggung jawab adalah dua orang bukan satu orang,” tekan Ronal.

Baca juga  Maju Pilkada Manggarai, dr. Ronald Susilo Daftar ke Partai Demokrat

Ronal juga ditanyai wartawan seperti apa sikapnya jika oleh karena alasan tertentu dia terpaksa diposisikan menjadi bakal calon wakil bupati.

“Yang paling pertama diobrolin itu adalah kita didukung oleh partai apa. Seandainya saya didukung oleh partai yang lebih kecil saya pikir tidak masalah jadi nomor 2. Sebaliknya jika saya didukung oleh partai dengan perolehan kursi besar terus ada yang mau datang melamar saya dari partai yang lebih kecil ya kita diskusi dulu di mana alasan logisnya kita tidak nomor 1 apalagi kalau diusung partai 5 kursi,” katanya sambil terkekeh. (js)

Tag: